Berbagai Jenis Ban Sepeda Motor yang Penting Untuk Diketahui

Sebagai pengguna kendaraan roda dua, seberapa Anda mengetahui informasi seputar kendaraan Anda? Apalagi jika sebagai montir yang mengikuti kursus otomotif. Tentu lebih banyak lagi informasi yang perlu Anda ketahui. Sudahkah Anda mengetahui jenis ban motor?


Ternyata ban motor yang digunakan untuk kendaraan roda dua bukan hanya sekedar terdiri dari banyak merk. Ban motor ini memiliki jenis-jenis yang dibedakan berdasarkan penggunaannya. Hal ini salah satunya tampak dari motif alur ban yang terlihat. Apa saja jenis ban pada sepeda motor?

Jenis Ban Motor

Baik kendaraan roda dua maupun roda empat, memiliki jenis ban yang digunakan. Penentuannya berdasarkan penggunaan kendaraan misalnya pada medan jalanan perkotaan yang relatif rata dan halus atau digunakan pada medan yang lengket berlumpur. Untuk jenis ban motor, berikut beberapa jenis yang perlu Anda ketahui.

1. Ban Cruiser

Tahukah Anda jenis ban motor yang standar digunakan oleh kendaraan roda dua? Ternyata disebut dengan ban cruiser. Jenis ban motor yang satu ini menjadi andalan untuk motor bebek di jalanan yang biasa. Motir alur bannya berpola garis-garis yang tidak rumit karena memang didesain untuk mudah melintasi medan jalan biasa.


Jadi jika Anda adalah seorang pengendara motor bebek sehari-harinya, ban cruiser adalah ban yang Anda gunakan. Apabila harus menggantikan ban karena rusak, Anda bisa mengatakan kepada penjual ban atau montir dengan sebutan cruiser.

Ban Motor Touring, sumber Eksimotor

Ban Motor Touring, sumber Eskipaper

2. Ban Scooter

Bagaimana dengan pengguna motor matic? Bisa saja pengguna matic menggunakan ban cruiser juga sebagaimana motor bebek. Namun untuk tipe scooter, ban rekomendasi atau standar yang digunakan yaitu ban scooter. Ukuran diamater ban scooter lebih kecil dibandingkan dengan cruiser.


Meskipun lebih kecil secara ukuran, dari sisi kekuatan menanggung beban serta cengkeramannya ban scooter tidak kalah dengan cruiser. Untuk alur motif bannya relatif hampir sama dengan motif ban cruiser.

3. Ban Touring

Kendaraan touring adalah kendaraan yang digunakan dalam waktu yang lama terus menerus tanpa berhenti. Karena itu, tipe ban yang dibutuhkan untuk kendaraan jenis ini adalah tipe ban yang keras serta memiliki temperatur yang stabil lebih lama (tidak mudah panas dengan cepat). Selain itu cengkeramannya juga bagus. Inilah tipe ban touring.


Bagi Anda yang memiliki kendaraan touring misalnya seperti sepeda motor Harley Davidson, jenis ban motor yang digunakan adalah tipe yang satu ini. Karetnya yang keras serta memiliki ketahanan yang tinggi untuk digunakan terus menerus sebagaimana aktivitas touring yang berjalan ke tujuan yang sangat jauh.

4. Ban Sport

Motorsport merupakan tipe kendaraan selain matic dan bebek yang juga ramai dikendarai. Motorsport juga dikendarai untuk tujuan jarak jauh sebagaimana touring namun dapat menambah kecepatannya pada lintasan yang lurus. Untuk aktivitas berkendara seperti ini dibutuhkan ban tipe sport, yaitu ban khusus untuk motorsport.

Ban Motor Racing, sumber Line Today

Ban Motor Racing, sumber Line Today

Bagaimana ciri khas tipe ban untuk motorsport? Kekerasan karetnya bisa dikatakan sama saja dengan ban untuk motor touring. Namun daya cengkramnya memang lebih kuat untuk jalanan yang rata. Daya cengkram inilah yang menjadikannya stabil untuk menambah kecepatan pada track jalanan yang lurus.

5. Ban Semi Slick

Dari tipe ban untuk motorsport, ternyata masih ada yang kurang. Yaitu temperatur yang meningkat dengan cepat saat digunakan pada kecepatan yang tinggi. Karena itu, terdapat juga ban semi slick yang biasanya digunakan untuk motorsport dengan bobot cc yang lebih besar.


Kendaraan cc besar mampu menanggung beban berkendara yang berat serta kecepatan yang lebih tinggi. Jika menggunakan tipe ban motorsport biasa, maka saat digunakan pada kecepatan yang tinggi suhu ban akan meningkat sehingga perlu diistirahatkan. Dengan tipe ban semi slick masalah naiknya temperatur ini bisa dihindari.

6. Ban Dry Racing

Untuk jenis ban motor dry racing ini bukanlah jenis yang sembarang digunakan di jalanan biasa. Ban ini khusus diperuntukkan bagi para pembalap pada track balapan saja. Dry racing adalah balapan yang dilakukan ketika kondisi jalan kering misalnya saat cuaca cerah.


Untuk tingkat kekerasan ban, jenis dry racing ternyata sedikit lebih empuk. Hal ini diyakini dapat menambah daya cengkeram saat pembalap melakukan manuver pada kecepatan tinggi. Namun karena lebih empuk, penggunaannya biasanya tidak lama seperti hanya untuk satu balapan sekali pemakaian saja.

Ban Motor Bebek, sumber Moladin

Ban Motor Bebek, sumber Moladin

7. Ban Wet Racing

Ban wet racing adalah ban yang digunakan untuk track balapan juga secara khusus dan tidak layak digunakan untuk jalanan biasa. Perbedaannya adalah pada momen balapannya, dimana wet racing adalah balapan pada kondisi track yang basah misalnya saat kehujanan. Inilah jenis ban wet racing.


Perbedaannya dengan jenis ban dry racing adalah pada bentuk alur ban. Bentuk alur ban wet racing memungkinkan mengalirkan air sehingga tidak terpeleset saat sedang berkendara. Jadi pembalap tidak khawatir akan slip atau terpeleset. Namun terpeleset atau tidaknya ini juga bergantung pada skill balapan bukan hanya jenis bannya saja.

8. Ban Off Road

Off road adalah kondisi jalanan yang berbeda dengan jalan pada umumnya. Jalanan pada umumnya relatif rata dan seringnya merupakan aspal atau semen yang rata. Untuk jalanan di luar kondisi yang standar ini disebut dengan off road misalnya jalanan pasir, lumpur dan jalanan tanah berbatuan.


Karena itu terdapat jenis ban off road yang secara khusus digunakan untuk jalanan yang semacam ini. Tampak alur atau motif ban yang terdapat tonjolan dan bentuknya yang kotak-kotak. Motif ban semacam ini akan kuat pada jalanan pasir, berlumpur bahkan berbatu yang tajam sekalipun.


Itu dia jenis ban sepeda motor yang digunakan untuk berbagai kondisi jalanan serta tipe kendaraan motor roda dua. Semoga ulasan ini dapat memperkaya Anda dengan wawasan seputar otomotif. Simak terus berbagai informasi lainnya di halaman website kursus otomotif.

8 Tips Mencuci Motor Agar Bersih Maksimal

Meskipun sudah terdapat jasa atau layanan cuci motor di berbagai tempat, namun tips mencuci motor merupakan salah satu informasi yang wajib bagi pemilik kendaraan yang satu ini. Karena mencuci motor sendiri merupakan kesan yang bagus bagi pemilik kendaraan dalam merawat motor. Apakah Anda termasuk salah satunya?


Mencuci motor sendiri bukanlah kebiasaan yang mudah. Apalagi jika sudah dilakukan berulang-ulang secara rutin. Namun jika kita bisa termasuk salah satu yang mampu melakukan rutinitas ini, jangan sampai kelewatan informasi penting seputar tips mencuci motor agar bersih maksimal. Berikut tipsnya.

Tips Mencuci Motor

Memang layanan mencuci motor menjanjikan kemudahan bagi para pemilik kendaraan. Namun, hendaknya kemudahan hanya sesekali saja. Jika kita mencuci motor sendiri, tentu akan lebih baik karena menjadi bentuk penghargaan terhadap milik kita yang bermanfaat dan menemani kita sehari-hari. Berikut tips mencuci motor agar bersih maksimal.

1. Persiapkan Peralatan Mencuci

Agar maksimal, tips mencuci motor yang sering dilewatkan adalah perlengkapan peralatan mencuci. Dimana, biasanya kita mempersiapkan alat seadanya saja. Padahal, peralatan mencuci motor ini memang tertentu. Meskipun begitu, tidak begitu repot untuk menentukannya.


Sebagai contoh yang mungkin sering terjadi dan mengakibatkan masalah misalnya peralatan gosok. Seringkali kita memilih kain seadanya saja tanpa mengerti bahan khusus yang diperlukan agar body motor tetap bagus dan tidak cepat lecet atau tergores. Lantas peralatan seperti apa yang diperlukan?


Simpel saja, mulai dari kanebo, spons yang lembut dan sikat yang lembut. Selain itu lebih bagus jika dapat menggunakan air bertekanan. Namun jika tidak bisa mengadakannya, air yang disiram menggunakan gayung sudah cukup.

Mencuci Motor, sumber Astra Motor

Mencuci Motor, sumber Astra Motor

2. Persiapkan Kendaraan Untuk Dicuci

Tips mencuci motor selanjutnya adalah mempersipkan kendaraan untuk dicuci. Mengapa penting untuk mempersiapkan kendaraan terlebih dahulu sebelum dicuci? Jawabannya adalah untuk menghindari segala kemungkinan yang merusak agar tidak terjadi pada saat motor dicuci. Misalnya, kendaraan yang baru digunakan lama untuk berkendara sebaiknya tidak langsung dicuci.


Namun sebaiknya ditunggu agar dingin terlebih dahulu. Karena mencuci dalam kondisi mesin masih panas memungkinkan terjadi masalah pada motor meskipun hal ini jarang terjadi. Hal ini mungkin terjadi karena motor memiliki material logam dan bagian listrik yang rentan rusak apabila disiram air pada saat masih panah atau aktif.

3. Basahi Kendaraan

Sebagian kesalahan yang juga mungkin terjadi saat mencuci kendaraan adalah apabila langsung menggosoknya dengan sabun tanpa terlebih dahulu dibahasi. Apa akibatnya jika kendaraan langsung disabun tanpa dibasahi terlebih dahulu? Bukankah sabun dapat membersihkan kotoran?

Motor yang dibasahi terlebih dahulu memungkinkan untuk melunakkan kotoran yang melekat dan kering. Sehingga apabila disabun langsung, bagian yang melekat dan kering ini seringkali tidak bisa bersih secara maksimal. Sedangkan jika dibasahi terlebih dahulu, maka kotoran yang kering dan melekat akan lunak dan hilang dibersihkan menggunakan sabun.

4. Gunakan Sabun yang Cocok

Tips mencuci motor selanjutnya adalah jangan sampai salah dalam menggunakan sabun. Memang semua sabun dapat membersihkan noda, misalnya detergen yang biasa digunakan untuk mencuci kain. Namun ternyata tetap saja ada perbedaan.

Sabun Cuci Motor, sumber Grid Oto

Sabun Cuci Motor, sumber Grid Oto

Perbedaannya terletak pada permukaan yang dicuci. Antara detergen bahkan sabun mandi, masing-masing merupakan pembersih namun pada permukaan yang berbeda. Nah, untuk body motor terdapat sabun khusus yang bisa membersihkan noda pada motor dengan maksimal.

Kotoran pada permukaan motor juga berbeda dengan kotoran yang terdapat pada permukaan lainnya. Terkadang motor terkenan percikan oli, debu yang mengeras, cat dan noda lainnya yang tidak dapat bersih jika sekedar menggunakan detergen biasan. Jadi, gunakan sabun pencuci motor.

5. Perhatikan Bagian Sempit

Untuk mencuci motor, kemudahannya salah satunya adalah saat menyiramnya. Permukaan motor licin dan memungkinkan air mengalir dengan mudah. Namun ternyata jika disirami begitu saja, ada bagian yang bisa saja ketinggalan. Misalnya bagian sempit pada motor.


Karena itu, menyirami dan menggosok dengan sabun memang perlu diposisikan dengan tepat. Misalnya pertama yang disirami dan disabun adalah bagian body atas, selanjutnya bagian dalam baru kemudian bagian belakang. Dalam hal ini, menyirami bagian dalam perlu dilakukan setelah motor dingin dan dalam keadaan mati.


Jika disiram saat masih hidup, bagian dalam motor terdiri dari mesih dan bagian listrik. Hal ini akan rentan menyebabkan kerusakan. Begitu pula saat menggosoknya dengan sabun, perlu diperhatikan agar tidak ada yang lepas pada bagian dalam motor apalagi rusak.

6. Bilas dengan Baik

Jangan lupa membilas bagian motor secara keseluruhan setelah motor digosok dengan sabun. Membilasnya dengan baik artinya memperhatikan agar setelah dibilas, sabun benar-benar hilang. Karena cairan sabun kadang masih berbusa dan tidak hilang dengan sekali siraman.

Wax Motor, sumber Western Motorcycle

Wax Motor, sumber Western Motorcycle

Apabila masih meninggalkan sabun meskipun telah dibilas, saat nanti motor dikeringkan akan terdapat bercak yang merupakan bekas sabun. Bekas sabun inipun dapat mengeras dan menjadi noda atau menyebabkan lengketnya debu sehingga mengotori kendaraan.

7. Keringkan Air

Setelah dibilas, pastikan motor dikeringkan dengan lap khusus yang dapat meyerap cairan secara maksimal. Salah satu lap khusus yang biasa digunakan adalah kanebo. Kanebo dapat menyerap air dengan sangat baik.

8. Finishing dengan Wax

Mengapa harus melakukan finishing? Secara keseluruhan apabila telah dicuci sebenarnya motor telah bersih dari noda. Namun finishing ini diperlukan agar tampilan motor dapat lebih tampak. Misalnya mengkilapkan warna asli motor. Caranya adalah dengan menggunakan wax atau semir.


Untuk menggunakan wax dan semir, memang perlu keahlian tambahan. Namun dapat dengan mudah dicontoh. Intinya memastikan agar wax atau semir tidak terlalu tebal dan berbekas. Jangan lupa setelah diwax atau disemir, diamkan sebentar agar mengering total sebelum kembali digunakan.


Itu dia 8 tips mencuci motor agar dapat bersih maksimal. Dengan mengetahui hal ini, Anda tidak harus mengeluarkan biaya dan membuang waktu untuk mengantre pada jasa cuci motor. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

Motor Lama Tidak Dihidupkan Akibat PPKM, Ini Tipsnya!

Di tengah situasi sekarang ini yang menerapkan pembatasan bahkan lockdown di sebagian tempat, membuat kita semakin jarang di luar rumah. Kendaraan seperti motor lama tidak dihidupkan karena tidak akan digunakan. Namun, apakah motor lama tidak dihidupkan ini tidak memiliki dampak?


Dari beberapa contoh yang ada, motor lama tidak dihidupkan memiliki dampak. Ada beberapa masalah yang mungkin terjadi sehingga motor harus masuk bengkel. Namun sebenarnya, ada pula cara untuk mencegah kerusakan jika motor lama tidak dihidupkan.

Dampak Motor Lama Tidak Digunakan

Apa yang mungkin terjadi pada motor lama tidak dihidupkan? Mungkin sebagian dari pengguna motor tidak pernah mendengar hal ini. Karena bisa saja, motor yang sudah lama tidak dihidupkan ini masih bisa dipakai kembali. Atau jika mengalami masalah langsung dibawa ke bengkel motor.


Untuk lebih memahami seputar motor, meskipun bukan sebagai montir kursus otomotif, tidak ada salahnya untuk mengenal berbagai hal seputar kendaraan roda dua ini. Dengan begitu, kita akan lebih menghargai kendaraan yang kita miliki ini dan mampu merawatnya dengan baik. Lantas, apa dampak motor yang lama tidak digunakan?

Motor Sulit Dinyalakan, sumber IDN Times

Motor Susah Dihidupkan, sumber IDN Times

Dampak yang pertama dan paling sering terjadi adalah kerusakan baterai atau aki motor. Hal ini dikarenakan aki motor tetap saja menyuplai arus meskipun kecil ke beberapa komponen motor meski dalam keadaan tidak dihidupkan. Untuk digunakan sehari-hari, hal ini tidak menimbulkan masalah.


Namun akan berbeda jika motor lama tidak dihidupkan seperti berbulan-bulan. Suplai arus kecil ini dapat menyebabkan aki menjadi soak sehingga rusak. Karenanya, saat Anda akan menggunakannya kembali, Anda harus menggantinya dengan aki yang baru. Hal ini tentu saja tidak murah.


Selain berdampak pada aki, motor lama tidak dihidupkan juga dapat berdampak pada bagian mesin yaitu ada tangki bahan bakar. Hal ini terjadi jika motor lama tidak dihidupkan sedangkan tangki bahan bakar terisi. Nah, apa yang dapat menyebabkan kerusakan pada mesin?


Sebagaimana diketahui, tangki bahan bakar berisi benda cair yaitu bensin atau bahan bakar itu sendiri. Namun bahan bakar ini tidak sama seperti air yang jika dibiarkan lama relatif tidak berubah zatnya. Bahan bakar yang dibiarkan lama di dalam tangki terkadang menimbulkan endapan yang nantinya menjadi kotoran pada fuel pump sehingga berdampak pada mesin jika dihidupkan.


Bahan bakar yang dibiarkan lama berbulan-bulan apalagi tahunan juga dapat mengakibatkan turunnya nilai oktan. Sebagaimana yang mungkin pernah kita ketahui, turunnya kadar nilai oktan tidak baik bagi performa pembakaran. Hal ini akan berdampak pada kelangsungan mesin motor Anda.

Aki Pada Sepeda Motor, sumber Otosia

Aki Pada Sepeda Motor, sumber Otosia

Tips Untuk Motor Lama Tidak Dihidupkan

Lantas seperti apa tips jika motor lama tidak dihidupkan? Beberapa diantara tips ini dapat mencegah kerusakan apabila motor Anda lama tidak digunakan. Namun terkadang untuk melakukannya, Anda sudah harus terbiasa membuka bagian motor sendiri.

1. Melepas Terminal Aki

Sebagaimana yang sudah disebutkan pada ulasan di atas, bahwa aki yang terpasang masih tetap akan memberikan suplai arus listrik. Namun hanya suplai arus listrik yang kecil, sehingga tidak masalah jika hanya tidak dipakai sementara. Jika akan lama tidak dipakai, sebaiknya lepas terminal aki.


Untuk motor tertentu, tidak mudah untuk mengetahui di mana letak akinya bagi para pemula yang sama sekali belum berpengalaman. Untuk itu, Anda dapat berkonsultasi dengan para montir yang berada di sekitar Anda. Jika montir tersebut dapat dipanggil dengan layanan bengkel online, maka mereka bisa membantu Anda langsung.

2. Mengosongkan Tangki Bahan Bakar

Dari masalah atau dampak yang mungkin terjadi akibat motor lama tidak dihidupkan, pada tangki bahan bakar setidaknya ada dua dampak. Yaitu endapan bahan bakar yang dapat menghambat fuel pump dan juga nilai oktan yang turun. Hal ini tidak baik bagi mesin kendaraan saat dihidupkan. Bayangkan, perawatan mesin motor dapat berbiaya mahal dan memakan waktu lama.


Karena itu, langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah masalah yang diakibatkan bahan bakar pada tangki, yaitu mengosongkan tangki bahan bakar pada motor yang akan lama ditinggalkan. Nah, bagaimana cara mengosongkan tangki bahan bakar sendiri?

Tangki Bahan Bakar, sumber Otosia

Tangki Bahan Bakar, sumber Otosia

Ada langkah gampang dan sederhana yaitu dengan cara bensin disedot keluar dulu pakai slang sampai benar-benar habis. Lalu sisa bensin yang masih ada dikeluarkan dengan bantuan udara bertekanan dari kompresor. Tentu saja, jarang bagi kita pemilik motor untuk memiliki kompresor sendiri.


Agar menghindari kerusakan, daripada melakukannya sendiri maka lebih baik berkonsultasi kepada montir di sekitar Anda.

3. Cek Oli Mesin Sebelum Kembali Dihidupkan

Tips yang selanjutnya ini adalah jika motor akan dihidupkan kembali setelah motor lama tidak dihidupkan. Karena terkadang kerusakan memang ada akibat tidak memperhatikan beberapa bagian setelah motor lama tidak digunakan. Nah, salah satunya adalah oli mesin.


Dimungkinkan oli mesin dapat berubah atau bahkan berkurang karena motor lama tidak dihidupkan. Biasanya, cara memeriksanya mudah, yaitu dengan membuka penutup oli pada mesin. Penutup ini bentuknya stik sehingga batas volume oli dapat terlihat apakah sudah berkurang atau tidak dan warna oli pun tampak apakah masih bagus atau tidak.


Nah, itu dia beberapa informasi jika mengalami kejadian motor lama tidak dihidupkan oleh karena tidak digunakan. Semoga tips yang juga tersedia di atas dapat bermanfaat untuk Anda. Simak terus berbagai ulasan seputar otomotif di situs kursus otomotif Jogja. Berikan komentar Anda.

5 Tips Singkat Merawat Motor Saat Hujan

Saat hujan apalagi jika kondisi di sekitar Anda rawan banjir, merawat motor agar tidak terdampak oleh kondisi lingkungan menjadi hal yang penting. Karena itu penting untuk diketahui bagaimana merawat motor saat musim hujan agar berbagai urusan tidak terkendala akibat motor yang rusak. Nah, apakah Anda sudah mengetahui seputar cara merawat sepeda motor ini?


Jika perawatan motor biasa yang sudah sering kita lakukan adalah seputar memanaskan dan mengganti oli agar performanya tetap terjaga, berbada apabila di saat musim hujan. Bagi Anda yang memiliki kendaraan atau calon montir handal yang mengikuti kursus otomotif, ketahuilah berbagai hal seputar perawatan sepeda motor ini termasuk dalam kondisi hujan. Simak ulasannya.

Perawatan Sepeda Motor saat Hujan

Dalam urusan transportasi, pergantian musim dari panas menjadi hujan membutuhkan penyesuaian seperti pada pengendara motor yang baik. Sepeda motor yang terdiri dari bagian-bagiannya yang terkadang rentan terhadap perubahan cuaca menjadi semakin penting untuk diperhatikan. Karena itu, merawat motor saat musim hujan memang berbeda dibandingkan saat kondisi cuaca yang lainnya.

Mengendarai Sepeda Motor Saat Hujan, sumber Moladin

Mengendarai Sepeda Motor Saat Hujan, sumber Moladin

1. Memanaskan Mesin Sepeda Motor

Sebenarnya, mesin motor memang perlu dipanaskan sebelum dipakai. Meskipun terdapat informasi di mana sepeda motor modern tidak perlu dipanaskan sebagaimana motor keluaran lama. Namun, merawat motor dengan memanaskan mesinnya dimaksudkan agar berbagai mekanisme mesin dapat berjalan dengan baik sebelum digunakan.


Apalagi saat musim hujan. Bagian-bagian mesin yang hampir seluruhnya merupakan logam tentu saja bisa berubah meskipun bukan perubahan yang besar. Aktivitas mesin yang selalu panas saat digunakan dan kondisi lingkungan hujan yang relatif basah dan dingin akan memberikan dampak pada berbagai komponen mesin.


Produsen mesin tentu saja sudah memikirkan hal ini. Yaitu, bagaimana agar mesin sepeda motor dapat memiliki ketahanan meskipun cuaca dan kondisi lingkungan dapat beragam. Namun, umur mesin motor yang sudah lama dipakai juga bisa membuat ketahanan mesin tidak sebagaimana saat dalam kondisi baru. Sehingga, tidak ada salahnya untuk menghidupkan mesin meskipun sebentar saat sebelum dipakai apalagi ketika hujan.

2. Periksa Tekanan Ban

Suhu udara musim hujan yang turun dapat mengakibatkan perubahan tekanan ban. Karena baik udara lingkungan maupun tekanan ban sama-sama berbentuk gas/udara/angin. Karena itu, saat musim hujan terutama pada saat awal musim hujan, kebanyakan tekanan ban akan berubah.


Selain saat awal musim hujan berlangsung, periksa pula tekanan ban saat pagi hari atau saat lama tidak digunakan. Jika ban yang dipakai telah lama dan mulai rusak, pastikan untuk mengganti ban dengan yang lebih baru. Sehingga tidak kerepotan untuk memeriksa tekanan ban terus menerus karena ban baru kualitas ketahanannya lebih efisien.

3. Bersihkan Bagian Motor yang Rentan

Mencuci motor terus menerus atau sering saat musim hujan bisa jadi hal yang sulit dilakukan. Karena mencuci motor keseluruhan tentu memakan waktu yang banyak dan tenaga yang lumayan. Namun, ada bagian motor yang rentan saat dipakai pada musim hujan yang penting untuk dicuci agar sepeda motor tetap terawat.

Memeriksa Busi Motor, sumber Wahana Honda

Memeriksa Busi, sumber Wahana Motor

Bagian yang pertama rentan terdampak saat menggunakan motor ketika hujan adalah filter udara. Sebagaimana diketahui, filter udara adalah saringan untuk tekanan mesin. Sehingga, jika basah atau terlalu kotor akibat campuran debu dan cuaca lembab musim hujan, mesin akan mengalami masalah. Karena itu, pastikan filter udara bersih dan dalam keadaan kering.


Bagian selanjutnya yang juga rentan adalah kanvas rem. Karena berada pada bagian bawah motor yang sering terkena air apalagi ketika banjir, kanvas rem akan rentan. Ketika dalam kondisi seperti ini, fungsi rem akan berkurang dan hal ini membahayakan. Pastikan kanvas rem dalam kondisi bersih.


Bagian yang lain untuk diperhatikan adalah knalpot yang berhubungan dengan pengeluaran dari pembakaran mesin. Pastikan knalpot dalam kondisi bersih sehingga pengeluaran mesin tetap lancar. Agar mesin tetap berjalan dengan baik.


Komponen yang juga rentan karena berkendara ketika hujan atau banjir adalah rantai. Namun hal ini tidak menjadi masalah bagi pengguna motor matic. Rantai yang kering pelumasannya karena basah terkena air akan mengakibatkan aus sehingga dimungkinkan untuk rusak (putus). Ini akan membahayakan jiwa pengendara sepeda motor.


Masih terdapat bagian motor lainnya yang juga rentan karena berkendara saat hujan atau banjir. Karena itu, pastikan Anda memeriksanya dan pastikan bagian atau komponen tersebut dalam kondisi bersih saat sebelum dipakai.

4. Cek Oli Motor

Ada fenomena yang mungkin jarang diketahui oleh pengendara sepeda motor seputar akibat berkendara di saat hujan atau banjir. Yaitu kondisi berubahnya warna dari oli motor kendaraan. Nah, mengapa oli motor dapat berubah karena berkendara di saat hujan atau banjir?

Merawata Motor Saat Hujan, sumber Hipwee

Merawat Motor saat Hujan, sumber Hipwee

Bisa jadi penyebabnya pencemaran oli motor dari kondisi luar kendaraan yang lembab dan basah. Jika oli sudah tercemar, pastinya kinerja mesin yang menggunakan oli sebagai pelumas juga akan terdampak. Sehingga perlu ada penyelesaian seputar masalah oli ini, yaitu perlu diganti. Namun jika tidak terjadi perubahan apa-apa pada oli, kondisinya relatif aman-aman saja.

5. Pastikan Bagian Kelistrikan

Hal yang sering terjadi pula pada sepeda motor ketika hujan atau basah adalah kendala rusaknya bagian kelistrikan. Karena sebagaimana yang diketahui, bagian listrik rentan rusak apabila terkena air secara langsung oleh karena sifat listrik yang tidak cocok dengan lingkungan basah.


Sebenarnya, sepeda motor sudah dirancang khusus dimana bagian kelistrikannya tertutup sehingga tidak rusak akibat basah. Namun tentu saja ada yang tidak tertutup begitu rapat sebagaimana ketika motor dalam kondisi baru oleh karena umur pemakaian motor yang semakin lama. Karena itu, pastikan bagian kelistrikan ini tetap aman.


Apa bagian kelistrikan yang rentan rusak dan menjadi kendala sehingga motor tidak bisa digunakan? Yang paling sering adalah busi yang terdapat pada area mesin sepeda motor. Kendala lainnya adalah kerusakan lampu kendaraan yang pada saat-saat tertentu juga penting bagi pengendara sepeda motor.


Nah, itu dia 5 hal yang perlu dilakukan untuk merawat motor saat hujan atau banjir melanda. Apakah Anda sudah pernah mengetahui hal ini sebelumnya? Jika belum, semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Anda. Simak terus tips dan informasi lainnya di halaman kursus otomotif Jogja.

Bagian Mesin Sepeda Motor Untuk Diketahui Pengguna

Sebagai pengetahuan dasar, komponen mesin motor adalah topik yang perlu diketahui oleh calon-calon montir handal. Karena itu, lembaga kursus montir sepeda motor harus menyediakan informasi lengkap seputar komponen mesin motor ini. Nah, apakah Anda sudah pernah mengetahui apa saja komponen mesin sepeda motor?


Meskipun bukan sebagai pelajar teknik mesin, sebagai pengguna sepeda motor sehari-hari kita perlu sedikit banyaknya mengetahui informasi seputar komponen mesin sepeda motor. Dengan mengetahuinya, kita bisa mengetahui perawatan yang tepat dan kendala-kendala yang mungkin terjadi saat motor digunakan.

Komponen Mesin Motor

Mesin motor sebenarnya dibedakan menjadi dua, yaitu mesin 2 tak dan mesin 4 tak. Perbedaannya adalah pada mekanisme pembakaran mesin untuk menghasilkan tenaganya. Lantas, apa saja komponen mesin motor pada umumnya?

1. Head Silinder

Ilustrasi Mesin Sepeda Motor, sumber

Kepala silinder atau cylinder head memiliki fungsi utama sebagai penutup lubang silinder pada blok silinder dan juga sebagai tempat dudukan busi mesin. Kepala silinder bertumpu di atas blok silinder yang titik tumpunya sendiri dipasang atau direkatkan oleh gasket yang berguna untuk mencegah terjadinya kebocoran kompresi mesin.


Kepala silinder terbuat dari bahan alumunium campuran yang bertujuan agar tahan terhadap karat dan juga tahan terhadap serangan suhu tinggi yang panas serta melindungi dari konstruksi ringan. Pada bagian kepala silinder biasanya terdapat sirip-sirip yang berfungsi untuk membantu melepaskan panas pada mesin atau yang lebih Anda kenal dengan sebutan pendingin udara.

2. Blok Silinder

Blok silinder bisa dikatakan bagian yang penting pada suara mesin. Blok silinder adalah tempat piston bergerak bolak balik dan tempat beberapa komponen kelistrikan dipasangkan. Konstruksi blok silinder dipengaruhi oleh sistem pendinginannya, jumlah silindernya serta sistem pemasukan bahan bakarnya.

Sistem pendinginan sepeda motor kebanyakan adalah dengan menggunakan pendinginan udara. Untuk menambah efektifitas pendinginan maka bagian luar blok silinder dibuat bersirip agar luas bidang permukaan pendinginan lebih besar.

3. Crankcase

Crankcase adalah komponen yang memiliki fungsi khusus rumah dari beberapa komponen-komponen mesin bagian yang ada di dalamnya, yaitu kopling mesin, generator atau alternator, pompa oli, gigi transmisi, penampung oli dan juga poros engkol. Bak engkol mesin sendiri terbuat dari bahan alumunium die canting dengan sedikit campuran logam dan letak dari bak engkol ini berada pada bagian bawah silinder mesin.

Piston dan Ring Piston, sumber Amazon.com

4. Piston

Piston mempunyai bentuk seperti silinder. Bekerja dan bergerak secara translasi (gerak bolak-balik) di dalam silinder. Piston merupakan sumbu geser yang terpasang presisi di dalam sebuah silinder. Dengan tujuan, baik untuk mengubah volume dari tabung, menekan fluida dalam silinder, membuka-tutup jalur aliran ataupun kombinasi semua itu.


Dengan kata lain, piston merupakan komponen mesin pada sepeda motor yang berfungsi untuk memindahkan tenaga mesin yang diperoleh dari hasil pembakaran bahan bakar ke poros engkol atau crank shaft melalui batang torak (connecting road).

5. Ring Piston

Fungsi dari ring piston ini adalah sebagai komponen mesin yang berguna mencegah terjadinya kebocoran gas bahan bakar saat terjadi proses kompresi dan usaha. Selain itu nama komponen mesin sepeda motor dan fungsinya ini adalah untuk mencegah mencegah masuknya oli pelumas ke ruang bakar mesin serta memindahkan aliran pana dari bagian piston ke dinding silinder.

6. Crankshaft

Dari batang piston gerakan diteruskan ke poros engkol atau disebut juga crankshaft. Oleh poros engkol gerak lurus bolak balik tersebut diubah menjadi gerak putar. Putaran poros engkol tersebut tidaklah merata karena pada saat piston bergerak ke atas putaran poros engkol mengalami perlambatan yaitu pada saat langkah buang dan langkah kompresi.

7. Flywheel

Flywheel adalah roda yang meneruskan putaran piston untuk menggerakkan motor. Fungsi roda penerus yang utama adalah untuk menyimpan gaya lembam sehingga mesin masih dapat melaksanakan langkah buang, isap dan kompresi dengan tenaga yang cukup besar. Fungsi tersebut didasarkan pada hukum kelembaman yang menyebutkan bahwa setiap benda cenderung akan mempertahankan keadaannya.

Mesin Sepeda Motor, sumber Indoparts

8. Valve dan Rocker Arm

Fungsi dari Katup atau valve ini adalah untuk menutup serta membuka saluran masuk dan saluran buang. Sedangkan untuk pegas katupnya berfungsi untuk mengembalikan katup pada kedudukan atau posisi semula serta memberikan tekanan pada katup tersebut agar dapat menutup dengan rapat. Pada komponen tuas katup berfungsi untuk menekan katup-katup tersebut supaya dapat terbuka.


Katup hanya terdapat pada motor 4 tak, sedangkan motor 2 tak umumnya tidak memakai katup. Katup pada motor empat langkah terpasang pada kepala silinder. Tugas katup untuk membuka dan menutup ruang bakar. Setiap silinder dilengkapi dengan dua jenis katup (isap dan buang) Pembukaan dan penutupan kedua katup ini diatur dengan sebuah poros yang disebut poros cam (camshaft).

9. Push Rod dan Valve Lifter

Batang Pendorong atau push rod berfungsi untuk meneruskan gerakkan pengangkat katup ke rocker arm dan pengangkat katup atau valve lifter berfungsi memindahkan gerakkan poros nok ke rocker arm melalui push rod.

10. Busi

Mudahnya, busi merupakan pemicu dari pembakaran pada mesin motor yang berasal dari panas dan listrik. Prosesnya adalah tegangan listrik yang dipertemukan dengan panasnya ignition coil pada mesin ketika terjadi proses penekanan udara oleh piston. Sehingga menjadi ledakan yang mengakibatkan pembakaran mesin.


Itu dia beberapa bagian mesin motor untuk orang awam pengguna sepeda motor ketahui. Apakah Anda mendapatkan manfaat dari artikel ini? Silahkan share dan berikan tanggapan Anda di kolom komentar. Simak artikel lainnya seputar bagian sepeda motor yang perlu diperhatikan.

Aturan Mengendarai Sepeda Motor yang Baik

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin sering menemukan pengendara sepeda motor yang berkendara seadanya. Padahal, mengendarai sepeda motor termasuk aktivitas yang beresiko besar terhadap keselamatan fisik dan lingkungan. Lantas, apakah benar siapa saja yang sudah mampu mengendarai sepeda motor dapat begitu saja berada di tengah lalu lintas?


Sebelum menyimak berbagai informasi seputar aturan mengendarai sepeda motor dengan baik, kami ingin memberikan sedikit informasi seputar kursus otomotif Jogja. Lembaga pendidikan montir ini juga membuka jurusan montir sepeda motor. Untuk Anda yang berminat, silahkan menghubungi nomor kontak yang terdapat di website.

Aturan Mengendarai Sepeda Motor

Pengendara Dengan Pengaman Lengkap, sumber Intuisi

Pengendara Berpengaman Lengkap, sumber Intuisi.com

Mengendarai sepeda motor juga ada aturannya. Meskipun kita banyak menemukan sepeda motor dikendarai hampir oleh berbagai kalangan dan ramai di Indonesia, namun perhatikanlah aturan mengendarai sepeda motor dengan benar. Bukan tidak sering berbagai masalah termasuk hilangnya nyawa menjadi resiko yang dihadapi. Lantas seperti apa tips mengendarai sepeda motor dengan baik?

1. Perhatikan Kondisi Kendaraan

Agar dapat mengendarai sepeda motor dengan benar, tentu hal utama yang perlu diperhatikan adalah kondisi kendaraan. Jika terjadi masalah dengan performa kendaraan roda dua yang Anda miliki, perjalanan Anda akan tidak lancar. Karena itu, pastikan kondisi kendaraan roda dua Anda dalam kondisi yang baik.


Caranya tentu saja dengan memperhatikan perawatannya. Lakukanlah perawatan rutin bagian-bagian kendaraan motor roda dua baik secara mandiri dan berkala di layanan perawatan seperti bengkel. Dengan begitu, Anda mengetahui bahwa sepeda motor dalam kondisi terbaiknya saat Anda kemudikan.

2. Pakailah Perlengkapan Berkendara

Berkendara dengan kendaraan bermesin tidak lepas dengan faktor kecepatan. Semakin tinggi kecepatan yang mungkin dilakukan, semakin tinggi pula resiko berkendara. Lantas, untuk melindungi fisik pengemudi dan penumpangnya, pakailah perlengkapan berkendara.


Apa saja perlengkapan mengendarai sepeda motor? Yang paling sering diketahui adalah pelindung kepala yaitu helm. Gunakan helm standar sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, bisa saja Anda juga membutuhkan pelindung wajah, sarung tangan dan pelindung kaki yang cocok.

3. Patuhi Aturan yang Berlaku

Aturan yang berlaku dalam mengendarai sepeda motor tidak hanya persoalan undang-undang saja. Namun aturan yang berlaku ini menjadi kesepakatan antar kendaraan bermotor agar terdapat keteraturan saat berkendara. Misalnya kendaraan lambat berada di sisi kiri jalan.

Ilustrasi Jalur Lalu Lintas, sumber Guru
Jalur Berkendara, sumber Guru Sipil

Jika berbeda, misalnya karena berada di negara selain Indonesia, bisa saja aturan lajur kendaraan berada di sisi kanan. Lantas, jika tidak disepakati jelas akan mengakibatkan masalah. Karena itu, patuhilah aturan yang berlaku mulai dari administrasi pengendara hingga aturan berkendaraa di lalu lintas.

4. Pastikan Kesehatan Tubuh

Mengendarai sepeda motor menuntut pengemudi untuk dapat memberikan keputusan yang cepat dan tepat. Nah, kebutuhan untuk mengambil keputusan ini akan semakin baik dengan kondisi tubuh yang sehat. Selain itu, kondisi tubuh yang prima juga dapat memberikan keselamatan selama berkendara karena mampu menguasai medan dan mengendalikan alat transportasi dengan baik.

5. Jaga Lingkungan

Jangan lupa untuk tetap menjaga lingkungan. Kondisi lalu lintas yang baik serta sarana publik adalah kebutuhan bagi setipa pengedara kendaraan terutama yang mengendarai sepeda motor. Dengan sama-sama menjaga lingkungan berkendara, tentu keselamatan juga dapat terjaga.

Perhatikan Selalu Kendaraan Anda

Karena memperhatikan kendaraan dengan baik adalah salah satu kunci agar dapat mengendarai sepeda motor dengan benar, kami berikan sedikit informasi mengenai beberapa bagian sepeda motor yang perlu diperhatikan secara rutin. Berikut ulasannya.

1. Tekanan angin ban

Bagian motor yang paling sering perlu diperhatikan adalah ban. Ban sepeda motor perlu diperhatikan pada bagian tekanan udara. Pastikan tekanan udara ban pada level yang direkomendasikan oleh pabrikan. Janganlah tekanan angin terlalu tinggi atau rendah, karena hal itu akan jadi berbahaya.

2. Oli Mesin

Bagian motor selanjutnya adalah oli mesin. Oli mesin berperan penting agar sepeda motor khususnya pada bagian dapur pacu yang memiliki begitu banyak material dari logam agar tetap berputar dan bergerak tanpa ada kerusakan. Ada baiknya, selalu mengecek atau mengganti oli mesin sesuai rekomendasi. Perhatikan, agar oli mesin tak bocor atau kotor. Jika tak sesuai maka bukan tak mungkin mesin sepeda motor akan bermasalah.

Aki Motor, sumber Moladin

Aki Motor, sumber Moladin

3. Filter Udara

Sama seperti mobil, filter udara juga ada di sejumlah sepeda motor yang berfungsi untuk menyaring kotoran dari luar sebelum udara memasuki ruang bakar. Jika bagian motor yang satu ini tak dibersihkan bukan tidak mungkin hal itu akan membuat motor bermasalah, seperti mogok atau boros bahan bakar.

4. Kopling

Kopling juga terdapat pada sepeda motor, perangkat ini diperlukan untuk menghubungkan poros engkol dengan poros roda gigi transmisi. Kopling ini dipasang antara mesin dan transmisi, cara kerjanya dibantu dengan handle kopling. Jika bagian ini bermasalah, tentu Anda akan sangat repot. Perlu dicatat, handle kopling harus diatur dengan benar agar lebih nyaman.


Tentu saja memeriksa mesin secara menyeluruh perlu dilakukan. Jika memang Anda tak paham dengan mesin ada baiknya sepeda motor dibawa ke bengkel resmi. Sebaliknya, jika mesin bermasah, hal itu justru dapat membuat kantong Anda jebol. Untuk memeriksa bagian jantung pacu, ada baiknya ikut rekomendasi bengkel atau mekanik.

6. Rantai

Beberapa sepeda motor masih menggunakan rantai terutama bagian motor manual (non matic). Nah, bagian ini juga perlu diperiksa dan dirawat dengan baik. Anda tak boleh sembarang melumasi bagian rantai, terlebih menggunakan oli bekas yang sudah menghitam kental.


Rantai juga perlu dibersihkan, nah untuk membersihkannya gunakan paraffin, lalu sediakan sepotong kain dan sikat lembut lalu bersihkan. Perlu dicatat jangan membersihkan rantai dengan air, hal itu justru dapat merusaknya. Perlu diingat, rantai roda juga perlu diatur ketegangannya dengan tepat, jangan terlalu longgar atau tegang.

7. Kebersihan Sepeda Motor

Mencuci sepeda motor bukan sekedar agar tampil kinclong. Hal ini justru ikut membersihkan sejumlah kotoran terutama di bagian-bagian krusial. Pastikan, sejumlah titik pengapian juga tetap berfungsi. Selain itu, ada baiknya memarkirkan sepeda motor di tempat yang teduh dan hindari parkir terkena sinar matahari langsung.

8. Aki Motor

Baterai atau aki juga perlu diperhatikan dan dirawat secara berkala. Jika sepeda motor tidak digunakan dalam waktu lama, maka pastikan baterai tetap terjaga. Pasalnya, baterai bisa jadi sumber untuk menghidupkan berbagai ornament yang menggunakan listrik.

9. Rem atau Brake

Rem sangat vital dalam sepeda motor. Sebab hal ini mencegah agar sepeda motor melaju tanpa kendali. Karena itu, periksa rem atau gantilah bantalan rem jika perlu. Pergantian rem juga bisa dilakukan jika ciri-cirinya seperti mulai berdecit. Jika itu terjadi mungkin waktunya rem diganti.

10. Performa Motor

Bagian motor yang juga penting untuk diperhatikan bukan hanya pada kendaraannya saja, tetapi juga performanya. Ada baiknya mempertahankan laju kecepatan sepeda motor antara 40-60 km. Selain meningkatkan kewaspadaan, hal ini juga dapat mengurangi konsumsi bahan bakar yang lebih boros.

Itu dia ulasan seputar tips mengendarai sepeda motor dengan benar. Apakah Anda merasa ini bermanfaat? Jangan ragu untuk bertanya dan berikan tanggapan Anda di kolom komentar yang tersedia. Simak terus berbagai informasi seputar otomotif lainnya di website ini.

Bagian Kendaraan Sepeda Motor yang Perlu Diperhatikan

Kendaraan roda dua atau biasa disebut motor merupakan kendaraan bermotor yang paling massal digunakan di Indonesia. Meskipun bukan sebagai mekanik dan sudah tersedia layanan servis motor dimana-mana, sebagai pengguna motor, ketahuilah berbagai bagian motor yang perlu diperhatikan. Karena tentu saja, kita perlu merawat agar motor tetap bisa dikemudikan dengan performa terbaiknya.


Kursus otomotif Jogja juga menyediakan paket keterampilan kursus mekanik sepeda motor. Tentu saja dibutuhkan banyak montir-montir handal yang mengenal teknik otomotif bisa menyelesaikan berbagai permasalahan kendaraan massal yang satu ini. Simak berbagai bagian motor yang perlu diperhatikan pemiliknya berikut ini.

Bagian Sepeda Motor

Memiliki kendaraan bermotor bukan hanya sekedar digunakan terus tanpa memperhatikan perawatannya. Kita perlu memperhatikan bagian motor yang rentan dan penting untuk performa kendaraan. Begitu pula, perlu diketahui bagian motor yang perlu dirawat harian ataupun rutin untuk periode tertentu.

Manufaktur Sepeda Motor, sumber Otosia

1. Tekanan angin ban

Bagian motor yang paling sering perlu diperhatikan adalah ban. Ban sepeda motor perlu diperhatikan pada bagian tekanan udara. Pastikan tekanan udara ban pada level yang direkomendasikan oleh pabrikan. Janganlah tekanan angin terlalu tinggi atau rendah, karena hal itu akan jadi berbahaya.

2. Oli Mesin

Bagian motor selanjutnya adalah oli mesin. Oli mesin berperan penting agar sepeda motor khususnya pada bagian dapur pacu yang memiliki begitu banyak material dari logam agar tetap berputar dan bergerak tanpa ada kerusakan. Ada baiknya, selalu mengecek atau mengganti oli mesin sesuai rekomendasi. Perhatikan, agar oli mesin tak bocor atau kotor. Jika tak sesuai maka bukan tak mungkin mesin sepeda motor akan bermasalah.

3. Filter Udara

Sama seperti mobil, filter udara juga ada di sejumlah sepeda motor yang berfungsi untuk menyaring kotoran dari luar sebelum udara memasuki ruang bakar. Jika bagian motor yang satu ini tak dibersihkan bukan tidak mungkin hal itu akan membuat motor bermasalah, seperti mogok atau boros bahan bakar.

4. Kopling

Kopling juga terdapat pada sepeda motor, perangkat ini diperlukan untuk menghubungkan poros engkol dengan poros roda gigi transmisi. Kopling ini dipasang antara mesin dan transmisi, cara kerjanya dibantu dengan handle kopling. Jika bagian ini bermasalah, tentu Anda akan sangat repot. Perlu dicatat, handle kopling harus diatur dengan benar agar lebih nyaman.

Tentu saja memeriksa mesin secara menyeluruh perlu dilakukan. Jika memang Anda tak paham dengan mesin ada baiknya sepeda motor dibawa ke bengkel resmi. Sebaliknya, jika mesin bermasah, hal itu justru dapat membuat kantong Anda jebol. Untuk memeriksa bagian jantung pacu, ada baiknya ikut rekomendasi bengkel atau mekanik.

Industri Kendaraan Roda Dua, sumber Astra

6. Rantai

Beberapa sepeda motor masih menggunakan rantai terutama bagian motor manual (non matic). Nah, bagian ini juga perlu diperiksa dan dirawat dengan baik. Anda tak boleh sembarang melumasi bagian rantai, terlebih menggunakan oli bekas yang sudah menghitam kental.

Rantai juga perlu dibersihkan, nah untuk membersihkannya gunakan paraffin, lalu sediakan sepotong kain dan sikat lembut lalu bersihkan. Perlu dicatat jangan membersihkan rantai dengan air, hal itu justru dapat merusaknya. Perlu diingat, rantai roda juga perlu diatur ketegangannya dengan tepat, jangan terlalu longgar atau tegang.

7. Kebersihan Sepeda Motor

Mencuci sepeda motor bukan sekedar agar tampil kinclong. Hal ini justru ikut membersihkan sejumlah kotoran terutama di bagian-bagian krusial. Pastikan, sejumlah titik pengapian juga tetap berfungsi. Selain itu, ada baiknya memarkirkan sepeda motor di tempat yang teduh dan hindari parkir terkena sinar matahari langsung.

8. Aki Motor

Baterai atau aki juga perlu diperhatikan dan dirawat secara berkala. Jika sepeda motor tidak digunakan dalam waktu lama, maka pastikan baterai tetap terjaga. Pasalnya, baterai bisa jadi sumber untuk menghidupkan berbagai ornament yang menggunakan listrik.

9. Rem atau Brake

Rem sangat vital dalam sepeda motor. Sebab hal ini mencegah agar sepeda motor melaju tanpa kendali. Karena itu, periksa rem atau gantilah bantalan rem jika perlu. Pergantian rem juga bisa dilakukan jika ciri-cirinya seperti mulai berdecit. Jika itu terjadi mungkin waktunya rem diganti.

10. Performa Motor

Bagian motor yang juga penting untuk diperhatikan bukan hanya pada kendaraannya saja, tetapi juga performanya. Ada baiknya mempertahankan laju kecepatan sepeda motor antara 40-60 km. Selain meningkatkan kewaspadaan, hal ini juga dapat mengurangi konsumsi bahan bakar yang lebih boros.

Perawatan Motor

Dari berbagai bagian motor yang perlu diperhatikan di atas, tentu saja harus dihubungkan dengan kapan saatnya merawat berbagai bagian motor tersebut. Diantara berbagai komponen kendaraan serta performanya, perawatan bagian motor ini berbeda-beda dilihat dari jangka waktu atau rutinitasnya.

Aki Motor, sumber Moladin

Untuk mesin mobil atau mesin sepeda motor misalnya, selama dilakukan pemeriksaan oli mesin kendaraan serta penggantian yang tepat, biasanya mesin motor adalah bagian yang perawatannya cukup tahunan saja. Namun berbeda jika kita tidak mengenali atau memperhatikan perawatan dari sisi pelumasan (oli) mesin. Bisa saja mesin sudah aus terdengar dari suaranya yang tidak ramah lingkungan.


Begitu juga untuk bagian kendaraan lainnya, memiliki waktu atau periode khusus untuk perawatannya. Sehingga, Anda perlu mengetahuinya untuk menjaga kendaraan yang selalu menemani hari-hari Anda. Itu dia berbagai ulasan seputar bagian-bagian kendaraan motor yang perlu diperhatikan. Apakah Anda sudah mengerti semuanya? Simak terus berbagai ulasan seputar otomotif di halaman kursus otomotif Jogja. Jika terdapat pertanyaan dan saran, berikan komentar atau hubungi nomor yang terdapat di halaman kontak.