7 Tips Mencuci Motor agar Bersih Maksimal Tanpa Merusak Komponen

Motor yang tampak bersih tentu sedap dipandang. Namun, banyak yang justru fokus pada tampilan saja tanpa memperhatikan tips mencuci motor agar tidak merusak komponen motor itu sendiri. Padahal, kesalahan mencuci motor sport atau jenis lainnya bisa menyebabkan masalah kelistrikan, rantai yang cepat aus, baut berkarat, sampai warna bodi yang jadi kusam sebelum waktunya.

Penulis sendiri termasuk orang yang cukup aware terhadap perawatan motor. Bukan karena perfeksionis, tetapi mengalami efek buruk dari kebiasaan mencuci motor secara asal-asalan. Dulu, penulis pernah berpikir, semakin sering motor disemprot menggunakan air bertekanan tinggi, maka akan semakin bersih hasilnya.

Hasilnya justru berbeda, beberapa bagian malah mengalami masalah. Dari sinilah penulis menyadari bahwa mencuci motor harus menggunakan cara tertentu agar hasilnya optimal.

Mencuci Motor, sumber Astra Motor

Mencuci Motor, sumber Astra Motor

Tips Mencuci Motor Tanpa Merusak Komponen dan Membuatnya Awet

Berikut tips mencuci motor yang membuat komponen terawat dan lebih awet. Ini dia penjelasannya:

1. Jangan Cuci Motor Ketika Mesin Masih Panas

Kesalahan yang paling umum dilakukan pemilik motor adalah mencuci motor ketika mesinnya masih panas. Padahal, perubahan suhu ekstrem dapat mempengaruhi komponen seperti knalpot dan mesin. Hal ini dikarenakan material logam akan memuai ketika panas. Jika langsung terkena air dingin, maka akan mempercepat retak halus pada bagian tersebut.

Tak hanya itu saja, air yang mengenai mesin yang masih panas akan cepat menguap dan meninggalkan bercak mineral. Maka dari itu, Anda perlu menunggu sekitar 15 sampai 30 menit agar suhu mesin turun.

2. Menggunakan Sabun Khusus Motor

Untuk mencuci motor, sebaiknya Anda tidak menggunakan sabun pencuci piring. Memang, sabun tersebut dapat mengangkat minyak dengan cepat. Namun, sifatnya terlalu keras untuk lapisan coating motor dan catnya. Lama-kelamaan warna motor bisa terlihat kusam dan terasa kering.

Gunakan sabun khusus motor karena dibuat dengan pH yang aman untuk karet, plastik, cat bodi, dan lapisan pelindung motor. Meskipun harganya sedikit lebih mahal, tetapi bedanya akan sangat terasa dalam jangka panjang.

3. Menggunakan Tekanan Air Sedang

Orang-orang menganggap bahwa steam bertekanan tinggi adalah solusi terbaik untuk mencuci motor agar mengkilap. Padahal, tekanan yang terlampau kuat justru akan memaksa air masuk pada area sensitif seperti soket kelistrikan, bearing roda, seal suspensi, rantai dan gear, serta area CVT motor matic.

Apabila air sudah masuk pada bagian tersebut, maka efeknya tidak akan langsung terlihat saat itu juga. Melainkan beberapa bulan kemudian. Biasanya, akan timbul masalah seperti karat, bunyi yang kasar, serta kelistrikan error.

Penulis sendiri menyarankan pakai semprotan dengan tekanan sedang karena kotoran tetap akan terangkat tanpa harus mengenai komponen penting secara brutal. Jika Anda memang ingin menggunakan steam, maka sebaiknya jangan semprot terlalu dekat.

Sabun Cuci Motor, sumber Grid Oto

Sabun Cuci Motor, sumber Grid Oto


4. Mulai dari Atas ke Bawah

Ketika mencuci motor, sebaiknya Anda memulai dari atas terlebih dahulu. Meskipun bagian bawah motor sangat kotor, tetapi jangan dimulai pada bagian ini terlebih dahulu. Jika tetap memaksa, maka spons yang digunakan di bodi bawah, kotorannya akan ikut terbawa ke bagian atas.

Urutan yang ideal adalah dari bagian atas, area tengah, baru di velg dan kolong motor. Meskipun cara ini terlihat teknis, tetapi efeknya sangat baik untuk kebersihan di akhir pencucian.

5. Menggunakan Dua Ember Ketika Mencuci Motor

Meskipun ini teknik sederhana, tetapi sangat efektif untuk menjaga komponen motor. Pastikan Anda menggunakan dua ember. Satu ember untuk air sabun dan lainnya digunakan untuk membilas spons atau kain lap. Sehingga, pasir dan debu tidak menempel terus pada spons dan menggores bodi motor.

Baret halus pada motor bukan karena jatuh maupun adanya gesekan besar, seringnya justru karena proses mencuci yang kurang tepat. Jika spons penuh dengan partikel debu dan digosokkan pada bodi, maka hasilnya jadi seperti amplas halus.

6. Bersihkan Rantai dengan Teknik yang Tepat

Rantai merupakan bagian motor yang kerap salah perlakuan. Beberapa orang menyemprot rantai menggunakan thinner, bensin, maupun cairan keras lain. Memang bisa bersih dengan cepat, tetapi bisa merusak seal karet rantai.

Lalu, harus menggunakan apa? Nah, lebih baik Anda menggunakan chain cleaner khusus atau gunakan cairan yang tidak terlalu keras. Sesudah dibersihkan, pastikan untuk mengeringkannya lalu memberikan pelumas rantai. Hal ini sangat penting untuk kenyamanan ketika Anda mengendarai sepeda motor.

Wax Motor, sumber Western Motorcycle

Wax Motor, sumber Western Motorcycle

7. Keringkan Motor Menggunakan lap Microfiber

Setelah selesai mencuci, jangan sampai Anda biarkan motor mengering sendiri di bawah matahari. Sebab, air yang mengering alami akan meninggalkan bercak mineral, terutama jika kualitas airnya cukup keras.

Maka dari itu, Anda bisa menggunakan kain microfiber karena lebih lembut dan daya serapnya juga bagus. Jangan gunakan kain yang kasar atau bekas kaus karena teksturnya keras. Ini akan membuat cat motor jadi cepat baret.

Mencuci motor tidak hanya soal estetika, melainkan sebagai perawatan dasar yang bisa mempengaruhi keawetan komponen kendaraan. Untuk itu, pastikan Anda memperhatikan beberapa tips yang sudah disebutkan di atas. Mulai dari menjaga tekanan air, penggunaan lap yang tepat, penggunaan sabun khusus, sampai menggunakan dua ember untuk mencuci.

Penulis sendiri menganggap bahwa aktivitas mencuci motor bukan hanya rutinitas belaka. Melainkan semacam momen untuk mengenali kondisi kendaraan. Dari proses sederhana ini, penulis akan mengetahui bagian mana dari motornya yang bermasalah.

Nah, jika Anda ingin mengetahui lebih jauh mengenai otomotif, silahkan ikuti kursus otomotif di SpeedPlus Otomotif Yogyakarta. Di sini, Anda tidak hanya mendapatkan materi saja, melainkan lebih banyak praktik langsung yang akan membuat Anda lulus dalam keadaan terampil. Yuk, segera konsultasi bersama SpeedPlus Otomotif dengan klik ikon WhatsApp di pojok kanan bawah laman ini!

Motor Lama Tidak Dihidupkan Akibat PPKM, Ini Tipsnya!

Di tengah situasi sekarang ini yang menerapkan pembatasan bahkan lockdown di sebagian tempat, membuat kita semakin jarang di luar rumah. Kendaraan seperti motor lama tidak dihidupkan karena tidak akan digunakan. Namun, apakah motor lama tidak dihidupkan ini tidak memiliki dampak?


Dari beberapa contoh yang ada, motor lama tidak dihidupkan memiliki dampak. Ada beberapa masalah yang mungkin terjadi sehingga motor harus masuk bengkel. Namun sebenarnya, ada pula cara untuk mencegah kerusakan jika motor lama tidak dihidupkan.

Dampak Motor Lama Tidak Digunakan

Apa yang mungkin terjadi pada motor lama tidak dihidupkan? Mungkin sebagian dari pengguna motor tidak pernah mendengar hal ini. Karena bisa saja, motor yang sudah lama tidak dihidupkan ini masih bisa dipakai kembali. Atau jika mengalami masalah langsung dibawa ke bengkel motor.


Untuk lebih memahami seputar motor, meskipun bukan sebagai montir kursus otomotif, tidak ada salahnya untuk mengenal berbagai hal seputar kendaraan roda dua ini. Dengan begitu, kita akan lebih menghargai kendaraan yang kita miliki ini dan mampu merawatnya dengan baik. Lantas, apa dampak motor yang lama tidak digunakan?

Motor Sulit Dinyalakan, sumber IDN Times

Motor Susah Dihidupkan, sumber IDN Times

Dampak yang pertama dan paling sering terjadi adalah kerusakan baterai atau aki motor. Hal ini dikarenakan aki motor tetap saja menyuplai arus meskipun kecil ke beberapa komponen motor meski dalam keadaan tidak dihidupkan. Untuk digunakan sehari-hari, hal ini tidak menimbulkan masalah.


Namun akan berbeda jika motor lama tidak dihidupkan seperti berbulan-bulan. Suplai arus kecil ini dapat menyebabkan aki menjadi soak sehingga rusak. Karenanya, saat Anda akan menggunakannya kembali, Anda harus menggantinya dengan aki yang baru. Hal ini tentu saja tidak murah.


Selain berdampak pada aki, motor lama tidak dihidupkan juga dapat berdampak pada bagian mesin yaitu ada tangki bahan bakar. Hal ini terjadi jika motor lama tidak dihidupkan sedangkan tangki bahan bakar terisi. Nah, apa yang dapat menyebabkan kerusakan pada mesin?


Sebagaimana diketahui, tangki bahan bakar berisi benda cair yaitu bensin atau bahan bakar itu sendiri. Namun bahan bakar ini tidak sama seperti air yang jika dibiarkan lama relatif tidak berubah zatnya. Bahan bakar yang dibiarkan lama di dalam tangki terkadang menimbulkan endapan yang nantinya menjadi kotoran pada fuel pump sehingga berdampak pada mesin jika dihidupkan.


Bahan bakar yang dibiarkan lama berbulan-bulan apalagi tahunan juga dapat mengakibatkan turunnya nilai oktan. Sebagaimana yang mungkin pernah kita ketahui, turunnya kadar nilai oktan tidak baik bagi performa pembakaran. Hal ini akan berdampak pada kelangsungan mesin motor Anda.

Aki Pada Sepeda Motor, sumber Otosia

Aki Pada Sepeda Motor, sumber Otosia

Tips Untuk Motor Lama Tidak Dihidupkan

Lantas seperti apa tips jika motor lama tidak dihidupkan? Beberapa diantara tips ini dapat mencegah kerusakan apabila motor Anda lama tidak digunakan. Namun terkadang untuk melakukannya, Anda sudah harus terbiasa membuka bagian motor sendiri.

1. Melepas Terminal Aki

Sebagaimana yang sudah disebutkan pada ulasan di atas, bahwa aki yang terpasang masih tetap akan memberikan suplai arus listrik. Namun hanya suplai arus listrik yang kecil, sehingga tidak masalah jika hanya tidak dipakai sementara. Jika akan lama tidak dipakai, sebaiknya lepas terminal aki.


Untuk motor tertentu, tidak mudah untuk mengetahui di mana letak akinya bagi para pemula yang sama sekali belum berpengalaman. Untuk itu, Anda dapat berkonsultasi dengan para montir yang berada di sekitar Anda. Jika montir tersebut dapat dipanggil dengan layanan bengkel online, maka mereka bisa membantu Anda langsung.

2. Mengosongkan Tangki Bahan Bakar

Dari masalah atau dampak yang mungkin terjadi akibat motor lama tidak dihidupkan, pada tangki bahan bakar setidaknya ada dua dampak. Yaitu endapan bahan bakar yang dapat menghambat fuel pump dan juga nilai oktan yang turun. Hal ini tidak baik bagi mesin kendaraan saat dihidupkan. Bayangkan, perawatan mesin motor dapat berbiaya mahal dan memakan waktu lama.


Karena itu, langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah masalah yang diakibatkan bahan bakar pada tangki, yaitu mengosongkan tangki bahan bakar pada motor yang akan lama ditinggalkan. Nah, bagaimana cara mengosongkan tangki bahan bakar sendiri?

Tangki Bahan Bakar, sumber Otosia

Tangki Bahan Bakar, sumber Otosia

Ada langkah gampang dan sederhana yaitu dengan cara bensin disedot keluar dulu pakai slang sampai benar-benar habis. Lalu sisa bensin yang masih ada dikeluarkan dengan bantuan udara bertekanan dari kompresor. Tentu saja, jarang bagi kita pemilik motor untuk memiliki kompresor sendiri.


Agar menghindari kerusakan, daripada melakukannya sendiri maka lebih baik berkonsultasi kepada montir di sekitar Anda.

3. Cek Oli Mesin Sebelum Kembali Dihidupkan

Tips yang selanjutnya ini adalah jika motor akan dihidupkan kembali setelah motor lama tidak dihidupkan. Karena terkadang kerusakan memang ada akibat tidak memperhatikan beberapa bagian setelah motor lama tidak digunakan. Nah, salah satunya adalah oli mesin.


Dimungkinkan oli mesin dapat berubah atau bahkan berkurang karena motor lama tidak dihidupkan. Biasanya, cara memeriksanya mudah, yaitu dengan membuka penutup oli pada mesin. Penutup ini bentuknya stik sehingga batas volume oli dapat terlihat apakah sudah berkurang atau tidak dan warna oli pun tampak apakah masih bagus atau tidak.


Nah, itu dia beberapa informasi jika mengalami kejadian motor lama tidak dihidupkan oleh karena tidak digunakan. Semoga tips yang juga tersedia di atas dapat bermanfaat untuk Anda. Simak terus berbagai ulasan seputar otomotif di situs kursus otomotif Jogja. Berikan komentar Anda.