Biasanya, pemilik motor lebih fokus pada mesin atau modifikasi tampilan. Padahal, ada komponen motor yang tidak kalah penting untuk diperhatikan yakni ban. Padahal, penentuan jenis ban motor sangat krusial untuk selalu dicek sebelum berkendara karena inilah komponen yang bersentuhan langsung dengan jalanan.
Meskipun mesin motor masih kuat tetapi jika grip ban buruk akan membuat motor kurang aman. Penulis pribadi baru benar-benar sadar akan pentingnya memahami jenis ban sesudah beberapa kali mengalami kondisi yang kurang mengenakkan.
Ban motor penulis terlihat tebal, tetapi komponennya sudah keras karena usia. Pernah juga memilih jenis ban yang salah sehingga menyebabkan perjalanan jadi kurang nyaman.
Padahal, setiap jenis ban dibuat dengan fungsi yang berbeda. Ada yang lebih sesuai untuk perjalanan jauh, tapi ada juga yang justru nyaman untuk penggunaan harian. Ada yang dirancang untuk lintasan balap, dan ada juga yang khusus dirancang untuk kondisi hujan.
Nah, melalui artikel ini, Anda akan diajak untuk mengenal berbagai jenis ban motor yang wajib diketahui agar Anda tidak asal membeli!
Ban Motor Touring, sumber Eskipaper
Jenis Ban Motor yang Wajib Diketahui Pengendara
Inilah beberapa jenis ban motor yang wajib Anda ketahui sebagai bahan referensi sebelum menentukan membeli yang mana:
1. Ban Tubetype (Ban Dalam)
Salah satu tipe ban yang masih digunakan sampai saat ini adalah tubetype atau ban dalam yang terpisah. Ban tipe ini bisa ditemukan di motor lawas dan motor bebek entry level. Tipe ini memiliki ciri masih menggunakan ban dalam, dipasang pada velg jari-jari, serta harganya lebih murah.
Kelebihan dari jenis ban ini adalah biaya perbaikan yang relatif murah, mudah ditemukan pada bengkel kecil, serta sesuai untuk medan rusak karena velg jari-jarinya yang fleksibel. Namun, sayangnya, ban ini kalau bocor akan membuat angin langsung habis dengan cepat. Selain itu, ban ini juga rentan tertusuk benda tajam, ban ini juga kurang praktis ketimbang tipe ban motor matic tubeless.
Ban ini cukup masuk akal untuk area yang memiliki jalan rusak atau di pedesaan. Namun, kurang direkomendasikan untuk jalanan kota.
2. Ban Tubeless
Pada motor modern, jenis bannya sudah update ke yang lebih canggih yakni ban motor tubeless. Ban ini tidak memakai ban dalam karena udara ditahan langsung oleh struktur bannya sendiri dan velgnya juga rapat. Kelebihan dari ban ini adalah tidak bisa langsung kempes total jika tertusuk paku.
Ban juga aman untuk berkendara dengan kecepatan tinggi, risiko pecah ban juga lebih kecil. Dalam hal perawatan juga lebih praktis ketimbang ban tubetype.
Namun, ban tubeless dibanderol dengan harga yang lebih mahal, jika sobek akan sulit ditambal, serta velgnya harus benar-benar presisi. Penulis pribadi lebih mempertimbangkan ban tubeless untuk motor harian karena faktor keamanan dan kepraktisan.
Ban Motor Racing, sumber Line Today
3. Ban Radial
Tipe ban ini lebih modern dan kerap dipakai pada motor sport atau jenis motor dengan performa tinggi. Ban ini memiliki struktur benang yang tegak lurus terhadap arah putaran ban sehingga ketika digunakan akan lebih stabil.
Kelebihan dari ban ini adalah memiliki grip yang lebih baik. Selain itu, ban radial juga lebih nyaman untuk menikung dan stabil meski digunakan pada kecepatan tinggi. Suhu panasnya juga lebih terkontrol. Namun, sebanding dengan performanya yang tinggi, harganya juga jauh lebih mahal. Dinding ban juga akan lebih tipis dan kurang sesuai untuk jalan rusak ekstrem.
Ban radial sebaiknya tidak digunakan hanya untuk gaya-gayaan saja. Banyak orang memilih ban ini padahal kebutuhan hariannya cukup dengan spek bawahnya. Jika motor hanya digunakan santai di dalam kota, maka manfaat radial tidak terlalu terasa ketimbang selisih harganya yang tinggi. Ban ini lebih cocok untuk Anda yang suka mengendarai sepeda motor untuk cornering atau touring.
4. Ban Bias
Ban bias merupakan tipe konstruksi ban dengan lapisan benang menyilang diagonal. Tipe ini paling umum digunakan dan lebih terjangkau harganya. Ban bias memiliki dinding ban yang lebih tebal dan kuat dan cocok untuk beban yang berat sekalipun. Cocok pula untuk jalanan yang kasar.
Ban ini sangat tahan banting meskipun harganya ekonomis. Pastinya sangat cocok untuk penggunaan harian. Meski begitu, Anda perlu berhati-hati saat menggunakan motor dalam kecepatan tinggi karena handlingnya kurang presisi. Selain itu, ban juga cepat panas.
Ban Motor Bebek, sumber Moladin
5. Ban Sport
Ban sport dirancang untuk grip maksimal serta performa yang agresif. Ban ini mempunyai tapak yang lebih besar, profil yang mendukung manuver cepat, serta kompon yang lebih lunak. Daya cengkramnya juga tinggi dan stabil untuk menikung. Soal tampilannya juga cukup sporty.
Kekurangan dari ban ini adalah cepat aus, kurang nyaman untuk jalanan yang rusak, serta kurang optimal digunakan ketika hujan. banyak yang mengira ban sport bagus untuk semua kondisi, padahal tidak demikian. Ban sport memang memiliki kompon lunak yang gacor jika diajak ngebut, tetapi untuk penggunaan harian justru boros karena cepat habis.
Sebelum membeli ban, Anda pastikan terlebih dahulu kebutuhannya untuk apa, tipe jalan yang dilalui seperti apa, bebannya berat atau tidak, dan sebagainya. Sebab, ban yang terbaik bukan yang paling mahal, tetapi yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Salah satu kesalahan yang paling umum dilakukan adalah memilih ban yang terlampau besar demi tampilan, hanya fokus pada merek, serta mengabaikan usia ban. Inilah pentingnya memiliki pengetahuan dasar otomotif yang mumpuni. Terlebih untuk Anda yang ingin mendalami bidang otomotif untuk membuka bengkel atau bekerja di industri.
Untuk menambah insight baru tentang dunia otomotif dan perbengkelan, kami merekomendasikan bagi Anda mengikuti kursus otomotif di SpeedPlus Otomotif Jogja. Anda tidak hanya akan mendapatkan materi saja, melainkan juga praktik secara langsung!








