Perawatan Mesin Mobil yang Praktis Untuk Dilakukan

Perawatan mesin mobil merupakan salah satu rutinitas agar kendaraan mobil selalu prima di jalanan serta tahan lama. Apalagi untuk mobil yang dipakai harian, setiap hari tanpa libur, memeriksakan mesin penting untuk menjaga performa kendaraan. Karena mesin memang bagian yang sangat penting pada kendaraan.


Bagi montir kendaraan bermotor, mengetahui hal-hal terkait perawatan mesin juga merupakan kursus otomotif yang perlu dipelajari. Meskipun bisa saj lebih menyukai untuk mengambil kursus motor Jogja, namun memperhatikan mesin kendaraan dan mampu melakukan perawatan adalah keahlian yang dibutuhkan. Lantas, apa saja yang perlu dilakukan untuk perawatan mesin mobil?

Bagian Mesin Mobil

Bagian mesin mobil perlu diketahui agar mampu memahami cara perawatan mobil yang perlu. Sebut saja penggantian oli secara berkala. Jika memahami bagaimana mesin mobil melalui bagian mesin mobil, maka pasti merasakan pentingnya penggantian oli secara berkala.

Penggantian Oli, sumber Detik Oto


Namun disamping banyaknya bagian dari mesin mobil, ketahui bagian paling inti dan besar pengaruhnya. Beberapa bagian mobil yang paling inti diantaranya :

1. Kepala Silinder

Kepala silinder merupakan bagian mesin yang ditempatkan secara bersmaan dengan blok silinder. Pada bagian ini terdapat sebuah ruang bakar serta dudukan busi. Bukan hanya itu saja, kalian juga akan melihat sebuah mekanisme katup. Biasanya kepala silinder ini terbuat dari campuran besi tuang dengan almunium yang dapat membatasi pemuaian.

2. Katup Hisap

Katup hisap menjadi komponen mesin mobil yang terdapat pada bagian kepala silinder. Fungi utamanya untuk membuka saluran hisap agar proses intake udara yang dibutuhkan di dalam ruang bakar akan terpenuhi.

3. Katup Buang

Kebalikan dari fungsi katup hisap, fungsi katup buang yaitu untuk membuka saluran buang. Dengan begitu gas sisa pembakaran yang terjadi di dalam ruang bakar akan bisa di lepaskan ke udara bebas melalui knalpot mobil.

4. Busi

Mungkin bagi kita busi merupakan sebuah komponen yang tidak asing lagi, fungsi utamanya busi mobil yaitu untuk memercikan bunga api pada saat langkah pembakaran terjadi di dalam ruang bakar.

5. Intake Manifold

Fungsi komponen mesin mobil yang ada dibagian kepala silinder ini yaitu untuk menjadi saluran udara disaat akan memasuki ruang silinder. Tidak hanya itu saja, komponen intake manifold juga difungsikan untuk bisa menciptakan kevakuman didalam ruang bakar.

6. Exhaust Manifold

Sementara exhaust manifold memiliki fungsi sebagai saluran gas pembuangan sisa pembakaran. Gas tersebut akan melalui komponen exhaust manifold lalu akan disarlurkan melalui knalpot mobil agar keluar ke udara bebas.

Membersihkan Bagian Mesin, sumber Putera Mentari

7. Piston

Gasket merupakan komponen mesin silinder yang memiliki bentuk pipih dan terbuat dari bahan yang kuat. Fungsinya sebagai seal untuk merapatkan sambungan antara blok silinder dan juga kepala silinder agar pelumas yang terdapat didalamnya tidak keluar.

8. Ring Piston

Ring piston menjadi salah satu komponen mesin mobil yang bisa dibilang cukup penting. Pasalnya fungsi ring piston sendiri untuk merapatkan piston dengan dinding blok silinder agar tidak terjadi kebocoran pada saat langkah kompresi berlangsung.

9. Poros Penggerak

Sesuai dengan namanya, batang pernggerak merupakan komponen mesin mobil yang memiliki fungsi sebagai penghubung antara piston dengan poros engkol.

Perawatan Mesin Mobil

Berbagai bagian mobil diatas, bekerja terus untuk memproduksi tenaga penggerak kendaraan mobil. Kemudian perlu dilakukan perawatan mobil agar performa mesin tetap stabil dan awet sehingga umur pemakaian mobil dapat lama. Nah, berikut beberapa yang perlu dilakukan untuk perawatan mesin mobil.

1. Mengganti oli mobil secara rutin

Oli adalah salah satu komponen penting bagi mobil. Oli berfungsi sebagai pelumas dan pendingin bagi mesin mobil dan bagian mobil lainnya. Oli mobil harus diganti secara rutin setiap 3 bulan sekali atau jika sudah menempuh jarak 5000 kilometer. Pilih oli yang sesuai dengan mobil Anda, dan masukkan oli sesuai takaran.

2. Memastikan air radiator terisi

Blok Silinder, sumber : supercar.id

Radiator adalah bagian penting pada mobil yang fungsinya menetralkan panas pada mesin mobil. Jika air radiator kosong, mesin bisa mengalami overheat dan mengalami kerusakan. Bahkan bisa menyebabkan kebakaran yang membahayakan penumpang mobil. Air radiator sebaiknya diganti setiap menempuh jarak 1000 kilometer. Dan pastikan saat mengganti air radiator, mesin mobil dalam keadaan dingin dan tidak sedang menyala.

3. Membersihkan Filter Karburasi

Filter karburasi yang tersumbat oleh kotoran akan membuat mesin mobil susah dinyalakan. Oleh karena itu, Anda harus rajin membersihkan filter karburasi. Untuk membersihkan filter karburasi, cukup dengan menggunakan sikat gigi. Jangan gunakan hairdryer karena beresiko merusak filter karburasi.

4. Mengganti spare part yang rusak dengan spare part original

Mobil terdiri dari banyak sekali komponen penyusunnya. Terkadang, performa mobil menurun karena salah satu komponen atau sering disebut spare partnya rusak. Di bengkel, biasanya Anda akan ditawari untuk mengganti dengan spare part asli atau tiruan. Jangan terkecoh dengan harga yang murah, namun pastikan mobil Anda diperbaiki dengan spare part yang asli.

5. Memastikan timing belt bekerja dengan baik

Bila terdengar suara dengung saat mobil dinyalakan, bisa saja terjadi kerusakan pada timing belt. Timing belt adalah bagian mobil yang fungsinya meneruskan putaran roda gigi yang dihubungkan ke bagian internal mesin mobil. Jika kerusakan dibiarkan, timing belt bisa putus dan merusak komponen lain. Timing belt sebaiknya diganti jika mobil sudah mencapai jarak tempuh 40.000 kilometer.

6. Memastikan aki mobil dalam keadaan yang baik

Aki adalah bagian dari mobil yang berfungsi sebagai sumber energi listrik yang diubah dari energi kimia. Untuk memastikan aki dalam keadaan yang baik, cek kondisi air aki. Air aki seharusnya berada di antara garis batas penanda. Selain itu, cek juga kondisi tegangan aki dengan voltmeter. Jika aki mobil Anda sudah tidak bekerja dengan baik, Anda bisa melakukan stroom aki atau menggantinya dengan yang baru.


Itu dia berbagai informasi seputar mesin mobil dan perawatan mesin mobil yang praktis untuk dilakukan. Bagaimana, apakah Anda sudah memahaminya? Jangan lupa dipraktikkan agar merasakan manfaatnya. Simak terus berbagai informasi otomotif lainnya.

Inilah Komponen Mesin Mobil yang Perlu Diketahui

Jika Anda hobi dengan otomotif atau ingin mengikuti kursus otomotif, Anda harusnya sudah mempelajari berbagai informasi seputar mesin. Salah satunya adalah mesin mobil. Apa saja komponen mesin mobil?


Dengan mengetahui komponen mesin mobil, Anda menjadi semakin mengenal bagaimana cara kerja mesin menghasilkan tenaga dorong untuk mobil. Dengan begitu, saat mengikuti kelas kursus Anda tinggal mengasah kemampuan analisa atau kemampuan untuk perbaikan apabila terdapat masalah mesin.

Mesin Mobil, sumber Otosia.com

Komponen Mesin Mobil


Jumlah komponen mesin mobil bisa dikatakan lebih dari 40 item. Jika dirinci lebih detil lagi, bisa saja ada lebih banyak komponen mesin mobil. Namun kali ini tim redaksi kursus otomotif Jogja akan mengajak Anda untuk mengetahui sebagian komponen mesin mobil sedangkan sisanya akan dijelaskan pada artikel lanjutan.


1. Kepala Silinder


Kepala silinder merupakan bagian mesin yang ditempatkan secara bersmaan dengan blok silinder. Pada bagian ini terdapat sebuah ruang bakar serta dudukan busi. Bukan hanya itu saja, kalian juga akan melihat sebuah mekanisme katup. Biasanya kepala silinder ini terbuat dari campuran besi tuang dengan almunium yang dapat membatasi pemuaian.


2. Katup Hisap


Katup hisap menjadi komponen mesin mobil yang terdapat pada bagian kepala silinder. Fungi utamanya untuk membuka saluran hisap agar proses intake udara yang dibutuhkan di dalam ruang bakar akan terpenuhi.


3. Katup Buang


Kebalikan dari fungsi katup hisap, fungsi katup buang yaitu untuk membuka saluran buang. Dengan begitu gas sisa pembakaran yang terjadi di dalam ruang bakar akan bisa di lepaskan ke udara bebas melalui knalpot mobil.


4. Poros Nok


Pada bagian ini terdapat yang namanya poros nok. Poros ini berfungsi untuk mengatur kapan katup hisap dan buang akan membuka. Proses pembukaan katup tersebut akan menfungsikan nok yang dibuat dengan memiliki sudut kemiringan tertentu.


5. Rocker Arm


Komponen berikutnya bernama rocker arm. Fungsi rocker arm sendiri menjadi tempat nok menekan batang katup buang dan hisap serta berfungsi untuk mengatur seberapa lebar celah katup.


6. Tutup Kepala Silinder


Seperti namanya, fungsi komponen mesin mobil yang satu ini digunakan untuk menutup bagian dalam kepala silinder yang didalamnya terdisi komponen-komponen mekanisme katup.

Blok Silinder, sumber : supercar.id

7. Busi


Mungkin bagi kita busi merupakan sebuah komponen yang tidak asing lagi, fungsi utamanya busi mobil yaitu untuk memercikan bunga api pada saat langkah pembakaran terjadi di dalam ruang bakar.

8. Intake Manifold


Fungsi komponen mesin mobil yang ada dibagian kepala silinder ini yaitu untuk menjadi saluran udara disaat akan memasuki ruang silinder. Tidak hanya itu saja, komponen intake manifold juga difungsikan untuk bisa menciptakan kevakuman didalam ruang bakar.


9. Exhaust Manifold


Sementara exhaust manifold memiliki fungsi sebagai saluran gas pembuangan sisa pembakaran. Gas tersebut akan melalui komponen exhaust manifold lalu akan disarlurkan melalui knalpot mobil agar keluar ke udara bebas.


10. Blok Silinder


Ada banyak jenis blok silinder mesin yang ada saat ini. Tetapi dari semua jenis tersebut, fungsi utamanya tetaplah sama yaitu sebagai penopang berbagai komponen mesin lain serta menjadi tempat untuk naik dan turunnya piston.


11. Gasket


Gasket merupakan komponen mesin silinder yang memiliki bentuk pipih dan terbuat dari bahan yang kuat. Fungsinya sebagai seal untuk merapatkan sambungan antara blok silinder dan juga kepala silinder agar pelumas yang terdapat didalamnya tidak keluar.


12. Piston


Gasket merupakan komponen mesin silinder yang memiliki bentuk pipih dan terbuat dari bahan yang kuat. Fungsinya sebagai seal untuk merapatkan sambungan antara blok silinder dan juga kepala silinder agar pelumas yang terdapat didalamnya tidak keluar.


13. Ring Piston


Ring piston menjadi salah satu komponen mesin mobil yang bisa dibilang cukup penting. Pasalnya fungsi ring piston sendiri untuk merapatkan piston dengan dinding blok silinder agar tidak terjadi kebocoran pada saat langkah kompresi berlangsung.


14. Poros Penggerak


Sesuai dengan namanya, batang pernggerak merupakan komponen mesin mobil yang memiliki fungsi sebagai penghubung antara piston dengan poros engkol.

Bagian Mesin Mobil, sumber : Mechanical Engineering

15. Poros Engkol


Sementara poros engkol, menjadi bagian atau komponen yang akan digunakan untuk mengubah energi naik dan turunnya piston menjadi sebuah gerak putar.


16. Carter/Oil Pan


Merupakan komponen penampung oli mesin sebagai pelumas seluruh komponen mesin agar tidak keluar dari dalam mesin.


17. Drain Plug


Kemudian didalam bagian blok silinder juga terdapat komponen bernama drain plug. Dimana fungsi utama dari komponen ini untuk tempat menguras atau menglurkan oli mesin saat ingin diganti.


18. Pulley Mesin


Pulley mesin memiliki fungsi sebagai media pemutar komponen lain yang bertugas sebagai pelengkap mesin mobil dengan menggunakan sebuah media sebuah driver belt.


19. Fly Wheel


Kemudian pada bagian blok silinder terdapat komponen bernama Flywheel. Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan energi yang dimiliki mesin ke bagian kopling mobil. Selain itu digunakan juga untuk menyimpan energi mesin agar putaran yang dihasilkan lebih stabil.


20. Timing Chain Assembly


Komponen mesin mobil yang satu ini berfungsi untuk menghubungkan putaran engkol dengan putaran camshaft. Tujuannya agar membuat mekanisme katup bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.


Itu dia sebagian dari komponen mesin mobil yang ada. Masih terdapat sebagian lainnya yang belum dibahas. Bagaimana, apakah Anda semakin mengenal bagaimana mesin mobil bekerja? Silahkan berikan komentar Anda. Simak juga informasi seputar industri otomotif semoga bermanfaat untuk Anda.


Ketahui Industri Otomotif Untuk Prospek Kerja Anda

Industri otomotif di Indonesia termasuk yang ramai diantara berbagai negara yang ada di dunia. Terdapat banyak perusahaan yang bergerak di bidang otomotif baik jenis motor kendaraan roda dua hingga kendaraan roda empat. Nah, industri otomotif yang banyak ini tentunya membutuhkan penyaluran tenaga dari lulusan kursus otomotif dari berbagai tempat.


Lantas, apa itu industri otomotif dan perusahaan seperti apa yang termasuk kedalamnya? Nah, jika Anda memiliki ketertarikan di bidang kendaraan bermotor, topik ini adalah salah satu yang perlu Anda cari. Simak ulasan seputar industri kendaraan bermotor yang berhasil dirangkum tim redaksi kursus otomotif Jogja berikut.

Definisi Industri Otomotif

Industri otomotif merupakan gabungan dari dua kata yang dirangkai menjadi satu frase untuk menunjukkan suatu topik yang sama. Aslinya kedua kata ini memiliki makna masing-masing yang perlu dipahami terlebih dahulu. Tujuannya untuk dapat memahami secara keseluruhan dalam satu rangkaiannya.


Menurut situs wikipedia, Industri adalah suatu bidang atau kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan pengolahan bahan baku atau pembuatan barang jadi di pabrik dengan menggunakan keterampilan dan tenaga kerja serta penggunaan alat-alat. Biasanya bergerak di bidang pengolahan hasil bumi, dan distribusinya sebagai kegiatan utama.


Industri dapat juga diartikan kumpulan berbagai perusahaan yang menawarkan produk yang sama. Dengan kata lain, masing-masing produk saling mensubstitusi satu sama lain karena perusahaan menggunakan input yang sama dan menghadapi lebih kurang sekelompok pemasok dan pembeli yang sama juga.

Industri Kendaraan Roda Dua, sumber Astra

Industri Kendaraan Roda Dua, sumber Astra

Bidang industri dibedakan menjadi dua, yaitu industri barang dan industri jasa. Industri barang merupakan usaha mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Kegiatan industri ini menghasilkan berbagai jenis barang, seperti pakaian, sepatu, mobil, sepeda motor, pupuk, dan obat-obatan.


Sementara itu, industri jasa merupakan kegiatan ekonomi yang dengan cara memberikan pelayanan jasa. Contohnya, jasa transportasi seperti angkutan bus, kereta api, penerbangan, dan pelayaran. Perusahaan jasa ada juga yang membantu proses produksi. Contohnya, jasa bank dan pergudangan. Pelayanan jasa ada yang langsung ditujukan kepada para konsumen. Contohnya asuransi, kesehatan, penjahit, pengacara, salon kecantikan, dan tukang cukur.


Sedangkan otomotif, adalah sebuah ilmu yang mengulas tentang berbagai jenis alat transportasi yang menggunakan mesin/ motor sebagai sumber penggerak. Karena jika mesin/ motor diaktifkan akan dapat menghasilkan tenaga yang dapat mengerakan alat transportasi seperti sepeda motor, mobil, traktor, bus, alat berat, dan lain sebagainya.


Jadi, industri otomotif adalah kegiatan ekonomi yang berupa perusahaan dan usaha dengan produk barang atau jasa yang bergerak di bidang kendaraan bermotor. Sehingga perusahaan yang membuat dan menjual bagian mesin misalnya, serta usaha yang menyediakan jasa perawatan dan perbaikan kendaraan seperti bengkel juga merupakan bagian dari industri kendaraan bermotor ini.

Industri Kendaraan Bermotor di Dunia

Penjualan Mobil, sumber Kompas.com

Penjualan Mobil, sumber Kompas.com

Industri otomotif pada tahun 2007, sejumlah 71,9 juta mobil baru dijual ke seluruh dunia: 22,9 juta ke Eropa, 21,4 juta di Asia-Pasifik, 19,4 juta ke Amerika Serikat dan Kanada, 4,4 juta di Amerika Latin, 2,4 di Timur Tengah dan 1,4 juta di Afrika. Pasaran di Amerika Utara dan Nihon menjadi stagnan, sementara di Amerika Selatan dan Asia berkembang pesat. Dari pemasar utama, Rusia, Brasil, India dan Republik Rakyat Tiongkok menunjukkan pertumbuhan yang cepat.


Sekitar 250 juta kendaraan ada di Amerika Serikat. Di seluruh dunia, ada sekitar 806 juta mobil dan truk ringan di jalanan pada tahun 2007, yang semuanya menghabiskan lebih dari 260 miliar galon BBM tiap tahun. Jumlahnya bertambah dengan cepat, khususnya di Republik Rakyat Tiongkok dan India.


Pada tahun 2008, akibat meningkatnya harga minyak, industri seperti otomotif mengalami tekanan harga dari ongkos bahan mentah dan mengubah perilaku membeli konsumen. Industri otomotif juga menghadapi persaingan luar dari sektor transpor umum, karena konsumen mengevaluasi kembali penggunaan kendaraan pribadi mereka.


Pada akhir tahun 2008, sebagai akibat dari krisis ekonomi global, industri otomotif di seluruh dunia melemah sebagai akibat meningginya harga BBM.

Industri di Dalam Negeri

Industri Otomotif, sumber Bisnis.com

Industri Otomotif, sumber Bisnis.com

Sedangkan di dalam negeri, untuk mengetahui perkembangan industri otomotif di Indonesia, berikut terdapat ulasan yang dikutip dari kompas.com. Yang terbaru adalah keterangan dari Kementrian Perindustrian di tahun 2020 kemarin.


“...saat ini Indonesia memiliki 22 perusahaan industri KBM (penjualan kendaraan bermotor) roda 4 atau lebih yang memiliki fasilitas perakitan dan atau manufaktur di dalam negeri dengan kapasitas produksi sekitar 2,2 juta unit per tahun," ujar Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika, dalam keterangannya, Selasa (21/7/2020).


"Kemudian, penyerapan tenaga kerjanya secara langsung sebanyak 75 ribu orang, serta tenaga kerja tidak langsung sebanyak 1,5 juta orang. Belum lagi banyak sektor yang bersinggungan dengan otomotif, rantainya panjang," lanjut dia.


Di samping itu, saat ini ada sekitar 1.550 perusahaan industri bahan baku dan komponen otomotif dalam negeri, yang terdiri atas 550 perusahaan industri tier 1, dan 1.000 perusahaan industri merupakan tier 2 dan 3. Dari jumlah tersebut, 237 perusahaan industri tergabung dalam GIAMM (Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor) dan 128 perusahaan industri tergabung dalam PIKKO (Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif).


Sementara dari sisi penjualan, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo), wholesales di Juni 2020 meningkat 255 persen dari 3.551 unit di Mei 2020 menjadi 12.623 unit. Sementara penjualan retail di periode sama, naik 11 ribuan unit yaitu dari 17.083 unit menjadi 29.862 unit. Tapi secara tahunan, kinerja penjualan mobil di semester I/2020 memang mengalami perlambatan sebesar 46 persen.


Itu dia berbagai informasi seputar industri otomotif yang berhasil dirangkum oleh tim redaksi kursus otomotif Jogja. Bagaimana, apakah artikel ini semakin meningkatkan minat Anda di bidang teknik otomotif? Berikan jawaban di kolom komentar ya.

Sebelum Ambil Kursus, Kenali Dulu Teknik Otomotif Secara Lengkap

Kursus otomotif adalah salah satu pendidikan keahlian yang banyak peminatnya. Kendaraan bermotor memang salah satu sarana yang banyak dipakai oleh masyarakat Indonesia. Karenanya, kursus otomotif terbilang penting untuk melahirkan berbagai lulusan yang ahli dalam bidang yang satu ini.


Namun sudahkah Anda memahami apa sebenarnya Teknik Otomotif? Memang teknik otomotif sudah lumrah diketahui. Masyarakat kebanyakan juga relatif sudah memahami bahwa bidang yang satu ini adalah yang berkaitan dengan perbaikan kendaraan bermotor. Namun tahukah Anda bahwa teknik otomotif sebenarnya lebih luas daripada aktivitas perbaikan kendaraan bermotor?

Pabrik Otomotif, sumber DDTC

Pabrik Otomotif, sumber DDTC

Definisi Teknik Otomotif

Biasanya kata otomotif tidak berdiri sendiri. Namun kata ini merupakan kata yang menjadi keterangan bidang tertentu seperti teknik atau aktivitas tertentu seperti kursus otomotif dan lainnya. Sehingga kata ini merupakan penjelas dari berbagai hal. Untuk lebih memahaminya, simak definisi yang dikutip dari wikipedia berikut ini.


Teknik otomotif adalah salah satu cabang ilmu teknik mesin yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membuat dan mengembangkan alat-alat transportasi darat yang menggunakan mesin, terutama sepeda motor, mobil, bis dan truk. Teknik otomotif menggabungkan elemen-elemen pengetahuan mekanika, listrik, elektronik, keselamatan dan lingkungan serta matematika, fisika, kimia, biologi dan manajemen.


Cabang-cabang dari teknik otomotif meliputi Perencanaan (product atau design), Pengembangan (development), Produksi (manufacturing), Perawatan (maintenance). Jadi bukan hanya sekedar aktivitas maintenance saja. Di Indonesia saat ini cabang yang sangat berkembang adalah perawatan dan umumnya mengenai perawatan mobil dan sepeda motor.

Planning



Perencanaan atau Planning adalah cabang dan pengertian otomotif yang membicarakan tentang perencanaan produk dan desain kendaraan-kendaraan bermotor. Di sini, seseorang akan belajar mengenai produk-produk pabrik yang akan dibuat untuk memenuhi kebutuhan akan transportasi.

Developing

Pengembangan atau Developing di sini merupakan cabang dan pengertian otomotif yang mempelajari tentang bagaimana masterplan dari produk-produk yang akan dibuat. Agar produk ini bisa terus meningkatkan laba industri otomotif. Pemikiran akan varian-varian kendaraan juga bagian dari proses developing, yakni menciptakan inovasi baru. Proses developing sebenarnya dibagi menjadi dua, yaitu pra dan pasca produksi.

Manufacturing

Di sinilah cabang dan pengertian otomotif yang mulai mengarahkan pada proses produksi dan implementasi dari perencanaan dan ide-ide pengembangan produk. Kegiatan pabrik-pabrik perakitan motor dan mobil berada pada wilayah cabang manufacturing ini.


Bisa dibilang Maintenance menjadi cabang dan pengertian otomotif yang paling lemah dimengerti oleh kebanyakan pembelajar otomotif Indonesia. Masih banyak orang yang pandai merakit kendaraan, namun kesulitan untuk melakukan maintenance. Ini semua dikarenakan karena adanya monopoli atas sparepart-sparepart kendaraan oleh pabrik-pabrik otomotif besar di luar Indonesia.


Ketika komponen atau sparepart kendaraan ini semuanya buatan luar negeri, jadi teknisi otomotif di Indonesia mau tidak mau harus mengimpornya dari luar. Ini akan meningkatkan biaya produksi pada akhirnya.

Suasana Kursus Otomotif, sumber : SpeedPlus

Suasana Kursus Otomotif, sumber : SpeedPlus

Kursus Otomotif


Setelah mengetahui berbagai pembagian dari teknik otomotif, seharusnya bagi siapa saja yang berminat dan mengambil kursus otomotif sudah mendapatkan gambaran bagian mana yang ingin dia target. Tidak hanya selalu menjadi montir di bengkel maintenance kendaraan bermotor saja. Bisa saja di bidang produksi sehingga nantinya kemampuan yang dimiliki disalurkan di pabrik kendaraan.


Menurut SpeedPlus Otomotif, Industri otomotif di Indonesia berkembang sangat pesat, bukan hanya menjadi tempat produksi kendaraan bermotor untuk keperluan ekspor akan tetapi juga sebagai pasar penjualan kendaraan bermotor yang besar. Seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang beredar di masyarakat, dibutuhkan teknisi - teknisi yang mampu memberikan layanan dan jasa perawatan kepada para pemilik kendaraan bermotor dan ini merupakan ladang pekerjaan yang bisa memberikan manfaat buat banyak orang.


Untuk menjawab kebutuhan tersebut, SpeedPlus Otomotif hadir di tengah masyarakat dengan menyelenggarakan berbagai program pelatihan di bidang otomotif mobil dan motor yang berbasis pada CBT (Competency Based Training) dengan sistem 80% praktek dan 20% teori. Dengan metode pelatihannya, lulusan dari Speedplus Otomotif diharapkan bisa memberikan kontribusinya terhadap perkembangan Industri Otomotif di tanah air dengan menelurkan teknisi-teknisi mobil yang siap pakai.

Secara umum, bagian dari kendaraan bermotor meliputi sistem-sistem yang relatif sama. Berikut ini sistem yang terdapat pada kendaraan bermotor yang dilansir dari situs galeri.id :

1. Sistem Mesin

Pada sistem mesin, maka siswa otomotif akan mempelajari tentang bagaimana mesin dibuat dan mempengaruhi sebuah kendaraan. Mesin akan dipandang sebagai sistem yang dibuat oleh manusia.

2. Sistem Bahan Bakar

Kemudian pada sistem bahan bakar, maka akan mempelajari mengenai penggunaan bahan bakar dan emisi yang dihasilkannya.

3. Sistem Pengapian

Ignition System atau sistem pengapian ini masuk ke dalam tahapan produksi. Di sinilah akan dikupas mengenai bagaimana pemanasan mesin bisa terjadi.

4. Sistem Pendinginan

Cooling System wajib dimiliki oleh sebuah mesin yang bergerak. Karena tanpa sistem pendingin yang berjalan dengan baik, rasanya mustahil sebuah kendaraan bisa awet dan melaju secara aman dan normal.

5. Sistem Pemasukan

Maksudnya adalah mempelajari tentang bagaimana udara bisa masuk ke dalam tangki pengisian bahan bakar. Analisis tentang suhu dan tekanan udara amat berpengaruh menciptakan kendaraan yang safety dan lancar.

6. Sistem Pembuangan

Pada sistem pembuangan ini artinya membicarakan soal emisi dari bahan bakar juga. Asap kendaraan yang harus dikeluarkan melalui knalpot. Serta bagaimana membuat asap yang mengepul lebih ramah lingkungan.

Suasana Kelas Kursus, sumber SpeedPlus

Suasana Kelas Kursus, sumber SpeedPlus

7. Sistem Pelumasan

Tak lupa untuk membicarakan perihal pelumasan atau Lubricating System. Sebuah kendaraan itu harus punya sistem pelumas yang baik. Karena tanpanya, maka akan sangat sulit bagi rangka-rangka mesin motor untuk tetap berjalan dengan halus.

8. Sistem Keseimbangan Roda

Inilah sistem spooring yang mempelajari bagaimana roda dipasang dan berputar. Torsi dan kecepatan dikupas tuntas pada sistem ini.

9. Sistem Kemudi

Tentu saja sebuah kendaraan juga memiliki sistem kemudi. Dan kemudinya tidak bisa dibuat dengan sembarangan. Model kemudi sangat mempengaruhi bagaimana kenyamanan kendaraan saat digunakan.

10. Sistem Suspensi

Suspensi juga menjadi bagian dari otomotif yang dipelajari. Di sini dipelajari bagaimana gesekan antara roda dengan jalan dalam mempengaruhi guncangan yang terjadi.

11. Sistem Lainnya

Sistem lainnya adalah Listrik, Body Kendaraan, Pemindah Daya, serta Sistem Jual-Beli. Semua ini merupakan bagian dari kendaraan yang perlu dipelajari saat kursus.


Bagaimana, apakah Anda semakin tertarik untuk menekuni bidang teknik otomotif? Jika Anda ingin mengikuti kursus otomotif di Jogja, Anda bisa menghubungi kontak SpeedPlus. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.