7 Manfaat Otomatisasi Bisnis dalam Industri Otomotif

7 Manfaat Otomatisasi Bisnis dalam Industri Otomotif

Otomatisasi bisnis di industri otomotif menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing. Dalam dunia yang terus bergerak cepat, penggunaan teknologi bisa memaksimalkan kinerja bengkel.

Meski membawa banyak manfaat, otomatisasi juga diiringi dengan tantangan bisnis yang perlu dihadapi seperti biaya awal investasi, adaptasi SDM, hingga pemilihan sistem yang sesuai dengan kebutuhan operasional bengkel.


Mengenal manfaat otomatisasi bisnis

Mengenal manfaat otomatisasi bisnis, Sumber: pexels.com

Manfaat Otomatisasi Bisnis

Otomatisasi di dunia bisnis tentu saja memberi banyak manfaat bagi para pelaku usaha. Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang bisa didapat dari otomatisasi bisnis khususnya di industri otomotif.

1. Meningkatkan Produktivitas

Peningkatan produktivitas merupakan salah satu keuntungan utama dari otomatisasi bisnis karena bisa membantu produsen meningkatkan output dan efisiensi kerja. Otomatisasi memungkinkan proses produksi menjadi lebih maksimal.

Hal itu karena adanya mengotomatisasi tugas-tugas yang bersifat repetitif, membosankan, dan memakan waktu. Dengan begitu, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dapat dipersingkat secara signifikan. 

Selain itu, kualitas produk yang dihasilkan pun menjadi lebih konsisten dan berkualitas tinggi karena minimnya kesalahan manusia. Pekerja juga akan lebih fokus pada tugas-tugas strategis dan bernilai tambah sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik.

2. Lebih Efisien

Bengkel yang sudah menerapkan otomatisasi dapat bekerja lebih efisien karena proses perbaikan dan produksi menjadi lebih cepat dan tepat. Dengan begitu kualitas hasil kerja lebih terjamin. 

Waktu pengerjaan juga menjadi lebih singkat karena pekerjaan-pekerjaan tertentu bisa dibantu oleh mesin sehingga teknisi bisa lebih fokus pada hal lain, seperti analisis kerusakan atau peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.

Efisiensi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mengurangi biaya operasional dan tenaga kerja dalam jangka panjang. Pada akhirnya hal itu membuat bengkel lebih kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat.

3. Meningkatkan Kualitas

Pekerjaan yang dikerjakan secara manual lebih rentan terhadap kesalahan, kelelahan, dan ketidakkonsistenan. Hal tersebut menyebabkan kualitas yang tidak stabil. Namun, dengan bantuan otomatisasi industri, produsen dapat menstandarkan proses produksi.

Otomatisasi bisnis melalui mesin-mesin otomatis, perangkat, dan robot mampu melakukan tugas dengan presisi dan akurasi yang konsisten untuk memastikan bahwa setiap produk memenuhi standar yang sama setiap kali diproduksi. 

Mereka juga dapat bekerja secara terus-menerus dengan laju produksi dan kualitas yang stabil. Selain itu, otomatisasi industri menyediakan kontrol berkelanjutan terhadap proses manufaktur yang memungkinkan deteksi dan koreksi cepat terhadap setiap kesalahan.


Otomatisasi bisnis dapat bekerja lebih efisien, Sumber: pexels.com

Otomatisasi bisnis dapat bekerja lebih efisien, Sumber: pexels.com

4. Mengurangi Waktu Downtime

Jika dikerjakan secara manual, waktu henti (downtime) dapat menyebabkan keterlambatan dan menurunkan produktivitas secara keseluruhan. Downtime yang tidak direncanakan sangat merugikan karena dapat mengganggu operasional.

Hal tersebut bahkan menyebabkan kerugian besar bagi produsen. Di bidang otomotif, otomatisasi bisnis dapat secara signifikan mengurangi kemungkinan dan durasi downtime. Sistem otomatis mampu bekerja secara terus-menerus tanpa perlu intervensi manusia.

Selain itu, alat otomatisasi juga dapat melakukan pemeliharaan preventif, sehingga kerusakan pada peralatan bisa dicegah sejak dini dan waktu perbaikan bisa diminimalkan. Hasilnya, operasional bengkel atau lini produksi otomotif menjadi lebih bisa diandalkan.

5. Keselamatan Kerja yang Lebih Baik

Peningkatan keselamatan kerja merupakan manfaat yang bisa dinikmati dari otomatisasi bisnis di industri otomotif. Dalam sektor ini, berbagai risiko seperti suhu tinggi, alat berat bergerak, dan area kerja sempit sering kali membahayakan keselamatan pekerja. 

Contohnya, kecelakaan yang melibatkan forklift dan insiden tergelincir atau terjatuh masih menjadi penyebab utama cedera di area produksi atau gudang. Dengan menerapkan mesin dan sistem otomatis, banyak tugas berisiko tinggi dapat dialihkan dari manusia ke mesin. 

Otomatisasi juga membantu mengurangi beban kerja fisik dan kelelahan pekerja. Karena pekerjaan berat dan berulang bisa diambil alih mesin. Dengan begitu otomatisasi bisnis bisa meningkatkan kualitas hidup para pekerjanya.

6. Mengatasi Kekurangan Tenaga Kerja

Kekurangan tenaga kerja menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi industri otomotif saat ini. Banyak perusahaan mengalami kesulitan dalam mempertahankan karyawan, terutama untuk posisi yang membutuhkan keterampilan khusus. 

Jika masalah ini terus berlanjut, dampaknya tidak hanya mengganggu operasional akan tetapi juga bisa menghambat pertumbuhan industri secara keseluruhan. Otomatisasi bisnis menjadi solusi efektif untuk menghadapi kekurangan tenaga kerja ini. 

Selain mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, otomatisasi juga membebaskan waktu para pekerja terampil hingga 30–50% untuk fokus pada tugas yang lebih strategis. Jadi proses produksi tetap bisa berjalan meskipun jumlah tenaga kerja terbatas.


Mengatasi kekurangan tenaga kerja, Sumber: pexels.com

Mengatasi kekurangan tenaga kerja, Sumber: pexels.com

7. Menekan Biaya Operasional

Manfaat utama dari otomatisasi bisnis di industri otomotif yang terakhir adalah dapat menekan biaya operasional dan meminimalkan limbah produksi. Dengan otomatisasi, proses kerja dapat dilakukan dengan tingkat presisi dan akurasi yang lebih tinggi. 

Hal ini membantu mengurangi penggunaan bahan baku secara berlebihan dan mencegah terjadinya kesalahan yang berujung pada pemborosan. Otomatisasi juga dapat memangkas biaya tenaga kerja.

Hal itu karena sejumlah tugas produksi yang sebelumnya memerlukan banyak pekerja kini bisa dijalankan oleh mesin otomatis. Langkah ini memungkinkan perusahaan untuk menjaga agar pengeluaran tetap rendah.

Dengan semua manfaat yang ditawarkan, otomatisasi bisnis di industri otomotif menjadi langkah penting untuk memastikan keberlangsungan dan daya saing usaha di tengah tantangan yang terus berkembang. 

Mulai dari peningkatan efisiensi hingga kualitas kerja yang lebih aman dan stabil. Semua ini dapat dicapai dengan penerapan sistem yang tepat. Bagi Anda yang ingin memahami lebih dalam tentang penerapan otomatisasi, mengikuti kursus otomotif adalah pilihan bijak. 

SpeedPlus Otomotif hadir sebagai tempat kursus terpercaya yang tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga wawasan bisnis modern yang siap menghadapi era industri otomotif masa kini.

Mengenal Apa Itu Skalabilitas Bisnis dalam Industri Otomotif

Mengenal Apa Itu Skalabilitas Bisnis dalam Industri Otomotif

Skalabilitas bisnis menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan jangka panjang sebuah usaha. Ketika bisnis mampu berkembang tanpa harus meningkatkan biaya operasional secara signifikan, potensi keuntungannya pun akan semakin besar. 

Namun untuk mencapai tahap tersebut, pelaku usaha harus memiliki strategi pemasaran yang tepat. Salah satu cara yang masih relevan dan efektif adalah promosi offline. Meskipun era digital semakin dominan, metode promosi konvensional tetap memiliki kekuatan tersendiri.

Apa itu Skalabilitas Bisnis?

Skalabilitas bisnis adalah konsep yang merujuk pada kemampuan produsen, distributor, atau pelaku usaha otomotif untuk mengembangkan bisnisnya tanpa menurunkan standar kualitas produk maupun layanan. 

Skalabilitas bukan hanya tentang memperbesar jaringan pemasaran atau memperluas produksi kendaraan akan tetapi juga soal bagaimana sistem kerja dan operasional bisa tetap efisien saat volume usaha meningkat.


Mengenal apa itu skalabilitas bisnis, Sumber: pexels.com

Mengenal apa itu skalabilitas bisnis, Sumber: pexels.com

Dengan membangun sistem produksi, distribusi, dan layanan purna jual yang scalable, pelaku usaha otomotif dapat merespons permintaan pasar yang meningkat tanpa menambah beban biaya secara secara besar-besaran. 

Misalnya, bengkel otomotif yang mampu menangani lebih banyak kendaraan tanpa harus menambah jumlah teknisi. Meskipun terdengar sulit, cara ini bisa benar-benar diterapkan jika bengkel Anda didukung oleh teknisi dengan skill mumpuni.

Jika bisnis mampu memenuhi permintaan lebih besar dengan sumber daya yang relatif sama, itu tandanya bisnis tersebut memiliki potensi skalabilitas yang tinggi dan layak dikembangkan lebih lanjut.

Manfaat Skalabilitas Bisnis

Ada beberapa manfaat dari skalabilitas bisnis jika Anda mampu menerapkannya dengan tepat. Berikut ini adalah beberapa manfaat skalabilitas bisnis yang bisa Anda dapatkan:

1. Meningkatkan Pendapatan

Skalabilitas bisnis memberikan peluang besar untuk meningkatkan pendapatan dan keuntungan. Ketika perusahaan otomotif berhasil meningkatkan volume produksi kendaraan atau suku cadang, biaya per unit cenderung menurun karena adanya efisiensi skala. 

Misalnya, pembelian bahan baku dalam jumlah besar bisa mendapatkan harga lebih. Begitu juga dengan penggunaan mesin produksi secara maksimal yang dapat mempercepat proses manufaktur. Hal ini memungkinkan perusahaan menawarkan harga yang lebih kompetitif..

Karena semakin tinggi volume penjualan, semakin besar pula peluang untuk meraih laba. Inilah mengapa perusahaan otomotif yang scalable memiliki potensi pertumbuhan yang lebih kuat dan berkelanjutan dibanding bisnis yang tidak mampu tumbuh.

2. Membuka Segmen Pasar Baru

Dalam bisnis otomotif, skalabilitas bisnis memberikan keuntungan berupa akses yang lebih luas ke pasar dan pelanggan baru. Dengan membuka cabang baru, perusahaan otomotif dapat memperluas jangkauan penjualannya. 

Tak hanya itu, bisnis Anda juga bisa masuk ke segmen pasar yang berbeda. Contohnya seperti kendaraan listrik, suku cadang modifikasi, atau layanan purna jual premium. Hal itu dapat membuka peluang baru sekaligus mendiversifikasi sumber pendapatan. 

Ini akan  mengurangi ketergantungan pada satu jenis pelanggan atau pasar tertentu sehingga bisnis lebih tahan terhadap fluktuasi ekonomi. Skalabilitas memungkinkan bisnis memperkuat eksistensinya di berbagai lapisan pasar.


Skalabilitas bisnis memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan, Sumber: pexels.com

Skalabilitas bisnis memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan, Sumber: pexels.com

3. Meningkatkan Efisiensi

Ketika sebuah bisnis mampu mengatur sistem kerja dan proses produksi secara lebih terstruktur dan otomatis, maka beban kerja dapat dikurangi tanpa menurunkan produktivitas. Misalnya bengkel bisa mulai mengadopsi sistem manajemen layanan digital.

Dengan begitu Anda bisa dengan mudah mengatur jadwal servis, stok suku cadang, hingga komunikasi dengan pelanggan secara lebih efisien. Dengan sistem yang mampu mengakomodasi lonjakan permintaan, biaya operasional pun bisa ditekan. 

Proses produksi kendaraan atau perakitan komponen juga bisa ditingkatkan efisiensinya melalui integrasi teknologi seperti robotika atau software ERP. Semua ini berkontribusi pada peningkatan produktivitas, pengurangan pemborosan waktu dan sumber daya.

Kesalahpahaman Tentang Skalabilitas Bisnis

Berikut adalah 3 kesalahpahaman umum tentang skalabilitas bisnis yang perlu diluruskan agar tidak ada lagi hambatan dalam mengembangkan usaha:

1. Skalabilitas = Perluasan Fisik Usaha

Masih banyak pelaku usaha yang beranggapan bahwa skalabilitas hanya berarti membuka lebih banyak bengkel atau menambah jumlah mekanik. Padahal, skalabilitas tidak melulu soal memperluas fisik usaha. 

Justru yang lebih penting adalah bagaimana sebuah bengkel atau toko sparepart mampu melayani lebih banyak pelanggan dengan sistem kerja yang efisien. Bisnis otomotif sebenarnya tetap bisa meningkatkan pendapatan tanpa harus terus menambah biaya besar.

2. Semua Bisnis Pasti Mudah Diskalakan

Tidak semua bisnis otomotif dapat dengan mudah diskalakan. Misalnya, usaha bengkel atau jasa modifikasi kendaraan yang sangat bergantung pada keterampilan mekanik atau teknisi maka akan lebih sulit untuk diperluas. 

Hal ini berbeda dengan bisnis otomotif berbasis teknologi, seperti platform pemesanan suku cadang atau aplikasi servis kendaraan. Bisnis ini jauh lebih mudah berkembang karena bisa mengandalkan sistem otomatis. 


Tidak semua bisnis otomotif dapat dengan mudah diskalakan, Sumber: pexels.com

Tidak semua bisnis otomotif dapat dengan mudah diskalakan, Sumber: pexels.com

3. Skalabilitas Hanya untuk Perusahaan Besar

Banyak pemilik usaha kecil beranggapan bahwa skalabilitas bisnis hanya penting bagi perusahaan besar atau startup di bidang teknologi. Padahal ini adalah pemahaman yang keliru. Usaha kecil pun dapat membangun fondasi skalabilitas sejak awal.

Caranya dengan memanfaatkan teknologi sederhana dan sistem otomatis yang dapat meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, promosi yang tepat juga dapat membantu memperluas jangkauan pasar. 

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Untuk menerapkan skalabilitas bisnis ada tiga aspek utama yang perlu diperhatikan adalah permintaan pasar, kondisi keuangan, dan kapasitas operasional. Pertama, permintaan pasar harus cukup besar dan berpotensi tumbuh, agar ekspansi bisnis tidak sia-sia. 

Kedua, keuangan yang sehat sangat penting karena proses skalabilitas memerlukan investasi, baik dalam teknologi, sumber daya, maupun promosi. Ketiga, kapasitas operasional harus mampu mengikuti peningkatan permintaan tanpa menurunkan kualitas layanan atau produk. 

Tanpa kesiapan dari tiga hal tersebut, bisnis berisiko tumbuh secara tidak seimbang dan mengalami kesulitan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, perencanaan yang matang sangat diperlukan sebelum melakukan ekspansi.

Demikian penjelasan mengenai skalabilitas bisnis dan pentingnya memahami strategi pertumbuhan yang tepat. Bagi Anda yang ingin membangun bisnis di bidang kendaraan bermotor, memiliki pengetahuan teknis yang kuat juga menjadi kunci. 

Mengikuti kursus otomotif adalah langkah awal yang tepat untuk menguasai keahlian tersebut. Speedplus Otomotif hadir sebagai pilihan terbaik dengan materi lengkap, instruktur berpengalaman, dan fasilitas praktik yang memadai. 

Bersama Speedplus Otomotif, Anda bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia usaha otomotif yang kompetitif.

8 Jenis Sistem Pengereman Mobil yang Wajib Dipahami

8 Jenis Sistem Pengereman Mobil yang Wajib Dipahami

Salah satu komponen yang sangat vital pada kendaraan seperti mobil adalah sistem pengeremannya. Jika sistem pengereman mobil mengalami kerusakan, maka keselamatan penumpang, pengemudi, maupun pengguna jalan lain bisa terancam. 

Maka dari itu, pengereman tidak hanya memiliki fungsi menghentikan laju kendaraan, tetapi bisa mengontrol laju mobil supaya lebih stabil.

Pada dunia otomotif, terdapat beberapa jenis sistem pengereman mobil yang memiliki keunggulan dan fungsi masing-masing. Jika Anda memahami macam-macamnya, maka pengendara bisa lebih bijak saat melakukan perawatan sehingga performa dari rem akan lebih optimal.

Inilah Jenis Sistem Pengereman Mobil untuk Keselamatan Berkendara

Berikut merupakan beberapa jenis sistem pengereman mobil yang harus diketahui oleh pemilik kendaraan. Ini dia penjelasannya:

1. Rem Cakram

Sistem pengereman yang paling banyak digunakan di dunia otomotif, terutama mobil adalah rem cakram atau disebut juga dengan disc brake. Cara kerja sistem ini adalah menjepit cakram (rotor) yang terhubung pada roda kendaraan memakai kampas rem dan kaliper.

Ketika pedal rem diinjak, maka tekanan hidraulis akan membuat kampas rem menekan cakram. Akhirnya, ada gesekan yang bisa menghentikan maupun memperlambat laju kendaraan.

Rem cakram memiliki daya cengkeram yang kuat serta tahan terhadap panas karena gesekan. Keunggulan lain dari jenis rem ini adalah performa pengereman yang lebih stabil meski dalam kondisi basah.


Rem cakram, Sumber: otomotif.kompas.com

Rem cakram, Sumber: otomotif.kompas.com

2. Rem Tromol

Meskipun menjadi salah satu jenis rem yang konvensional, tetapi masih ada beberapa mobil yang menggunakan rem tromol, terlebih pada bagian roda belakang. Fungsi rem mobil yang satu ini adalah dengan menggunakan tromol yang berputar dengan roda dan kampas rem. Sehingga, bagian dalam tromol akan mendapatkan tekanan sehingga tercipta gesekan.

Kelebihan dari rem tromol yakni harganya lebih ekonomis ketimbang rem cakram. Selain itu, komponennya terlindungi sehingga lebih tahan lama. Biasanya, rem tromol digunakan pada jenis kendaraan yang membawa beban berat. Akan tetapi, rem tromol lebih cepat panas sehingga kurang responsif ketimbang rem cakram.


Rem tromol, Sumber: tempo.co

Rem tromol, Sumber: tempo.co

3. Rem EBD

Rem EBD merupakan singkatan dari Electronic Brakeforce Distribution yang merupakan sebuah teknologi kombinasi dengan ABS. Fungsinya untuk mendistribusikan tenaga pengereman pada setiap roda dengan optimal. Kinerjanya didasarkan pada kondisi jalan dan beban kendaraan.

Rem EBD memiliki sejumlah kelebihan seperti memungkinkan pengereman jadi lebih efektif dan merata. Selain itu, rem EBD juga dapat mencegah terjadi selip pada roda yang mendapatkan tekanan lebih banyak di jalan. Sehingga nantinya kendaraan tetap stabil ketika dilakukan pengereman serta tidak mengalami rem mobil blong.


Rem EBD, Sumber: hyundai.com

Rem EBD, Sumber: hyundai.com

4. Rem ABS

Selanjutnya, ada rem ABS atau Anti-lock Braking System yang tergolong sebagai salah satu komponen rem mobil dengan teknologi pengereman modern. Fungsi dari rem ABS ini adalah mencegah roda terkunci ketika dilakukan pengereman mendadak. Pada sistem ini, kendaraan tidak akan mudah tergelincir serta masih bisa dikendalikan meski mengerem di kondisi darurat.

Kelebihan dari rem ABS yakni mencegah roda terkunci ketika dilakukan pengereman mendadak. Selain itu, bisa mengurangi risiko kecelakaan karena tergelincir. Meski jalanan dalam keadaan licin, dengan ABS, maka kendaraan tetap bisa dikontrol dengan baik. Biasanya, sistem ABS ini ada pada mobil modern sehingga keselamatan berkendara bisa lebih terjaga.


Rem ABS, Sumber: hyundai.com

Rem ABS, Sumber: hyundai.com

5. Rem BA

Pada sistem pengereman modern, ada juga teknologi bernama BA atau brake assist. Ini adalah sistem yang akan membantu pengemudi ketika mengerem mendadak. Cara kerjanya adalah memberi tenaga tambahan ketika pedal rem diinjak tiba-tiba.

Kelebihan dari rem BA yakni bisa memaksimalkan daya pengereman pada kondisi darurat. Selain itu, bisa mengurangi risiko kecelakaan karena respons pengereman yang tidak tepat waktu.


Rem BA, Sumber: drive4life.id

Rem BA, Sumber: drive4life.id

6. Rem Tangan

Rem tangan disebut juga dengan rem parkir. Fungsinya untuk menjaga kendaraan supaya tetap diam ketika akan diparkirkan. Ada dua jenis rem tangan yakni rem tangan mekanis memakai tuas dan kabel. Selain itu, ada juga rem tangan elektronik atau Electronic Parking Brake. Rem elektronik ini cara pengoperasiannya menggunakan tombol secara otomatis.


Rem tangan, Sumber: otomotif.kompas.com

Rem tangan, Sumber: otomotif.kompas.com

7. Rem Generatif

Pada mobil listrik maupun hybrid, ada sistem pengereman khusus yang bernama rem regeneratif. Jenis rem ini memiliki cara kerja dengan mengubah energi kinetic menjadi energi listrik. Dimana, energi listrik ini berasal dari baterai.

Kelebihan dari rem regeneratif yakni bisa membantu penghematan energi serta meningkatkan efisiensi bahan bakar. Selain itu, sangat efektif untuk mengurangi keausan sebagaimana yang terjadi pada rem mekanis. Rem generative juga lebih ramah lingkungan.


Rem generatif, Sumber: gridoto.com

Rem generatif, Sumber: gridoto.com

8. Rem Magnetik

Terakhir, ada rem magnetik atau magnetic brake yang merupakan jenis sistem pengereman yang memanfaatkan gaya elektromagnetik dalam menghentikan atau memperlambat kendaraan. Sistem tersebut kerap diaplikasikan pada kendaraan-kendaraan berat. Mulai dari kendaraan listrik, kereta api, hingga truk.

Kelebihan dari rem magnetic adalah tidak akan mengalami keausan mekanis. Pasalnya, rem ini tidak memakai sistem gesekan. Kemudian, jenis rem ini juga tahan terhadap panas karena pengereman yang dilakukan. Selain itu, sangat efektif untuk memberi pengereman yang halus tanpa mengalami goncangan.


Rem magnetik, Sumber: kendrion.com

Rem magnetik, Sumber: kendrion.com

Penutup

Itulah beberapa jenis sistem pengereman yang perlu Anda ketahui agar paham dengan sistem kerjanya. Sehingga, bisa dilakukan perawatan yang lebih tepat untuk jenis pengereman yang berbeda. Apabila Anda ingin mempelajari dunia otomotif dengan lebih mendalam, maka bisa mengikuti kursus otomotif di SpeedPlus Otomotif.

Pastinya, SpeedPlus Otomotif merupakan layanan pelatihan yang berkualitas sehingga meningkatkan keterampilan dalam mengolah otomotif. SpeedPlus Otomotif memiliki instruktur yang berpengalaman dan memiliki laboratorium lengkap. Anda pun bisa mempelajari langsung cara kerja pada sistem pengereman serta teknik perawatan kendaraan dengan profesional.

Segera hubungi SpeedPlus Otomotif melalui ikon WhatsApp di pojok kanan bawah laman ini! Dapatkan informasi selengkapnya melalui narahubung kami!

Mengenal Kecanggihan Mobil Tanpa Sopir, Teknologi Modern Masa Depan

Mengenal Kecanggihan Mobil Tanpa Sopir, Teknologi Modern Masa Depan

Saat ini, perkembangan teknologi memang sudah sangat pesat melampaui apa yang bisa dipikirkan oleh manusia. Ada banyak sekali terobosan dan inovasi baru yang sering kali membuat tercengang. Termasuk teknologi mobil tanpa sopir yang dikenal juga dengan self driving car.

Mungkin, Anda pernah mendengar tentang teknologi ini dan terlintas di pikiran untuk memilikinya. Saat ini bisa jadi masih jarang digunakan. Tapi, let’s see 5 atau 10 tahun lagi, bisa jadi teknologi ini akan familiar di tengah manusia modern.

Untuk itu, ada baiknya bagi Anda mengenal kecanggihan mobil tanpa sopir ini. Sekedar menjadi informasi atau pertimbangan jika Anda ingin memilikinya.


Mengenal kecanggihan mobil tanpa sopir, Sumber: intelligenttransport.com

Mengenal kecanggihan mobil tanpa sopir, Sumber: intelligenttransport.com

Apa Itu Mobil Tanpa Sopir?

Mungkin tidak sih, Anda menuju ke suatu tempat yang jauh tanpa harus repot-repot menyetir? Tentu saja ini bukan hal yang mustahil. Pasalnya, dengan adanya teknologi mobil terbaru ini, maka kendaraan akan bergerak otomatis tanpa harus dikendarai oleh manusia.

Mengapa mobil bisa melakukan hal tersebut? Ini dikarenakan adanya beberapa sensor yang disematkan di dalamnya. Mulai dari GPS, radar, sonar, dan juga unit pengukuran inersia. 

Meskipun mobil ini tidak secara langsung dikendalikan manusia, tetapi sudah memiliki sistem kontrol canggih. Sehingga, mobil bisa menginterpretasikan informasi sensorik dan melakukan identifikasi jalur navigasi dengan benar.

Meskipun tampak seperti hal yang “baru” di dunia otomotif, ternyata mobil tanpa sopir sudah dipikirkan oleh cendekiawan sejak seabad yang lalu. Percobaan-percobaan tentang ADS atau automated driving systems ini sudah dipikirkan sejak 1950. Bahkan, idenya sudah ada 30 tahun sebelumnya.

Akan tetapi, mobil tanpa sopir ini dikembangkan secara serius baru di tahun 1977. Percobaan tersebut dilakukan oleh Japan’s Mechanical Engineering Laboratory.

Mobil dengan sistem self driving pertama bisa dengan mudah melacak marka jalan dengan dibantu dua buah kamera yang ada di kendaraan. Sedangkan pemrosesan sinyal menggunakan komputer analog. Laju kendaraan tersebut sebesar 30 km/jam.

Teknologi pada Mobil Tanpa Sopir

Ada beberapa jenis teknologi yang membuat cara kerja mobil tanpa sopir jadi lebih efektif. Berikut kami jelaskan satu per satu:

1. Sensor 

Ada beberapa sensor canggih yang membantu mobil mencapai tujuan dengan baik. Mulai dari kamera, lidar, radar, serta GPS. Perpaduan teknologi tersebut berhasil membuat mobil dapat memetakan lingkungan sekitar dengan tingkat presisi yang tinggi. 

Sensor berfungsi untuk mendeteksi adanya objek lain di jalan. Mulai dari pejalan kaki, kendaraan lain, serta rambu lalu lintas.

2. Algoritma yang Cerdas

Jika dianalogikan dengan tubuh, maka algoritma ini adalah otak dari mobil self driving. Pasalnya, data yang berasal dari sensor tadi akan dianalisis serta diinterpretasikan dengan kecepatan tinggi. 

Algoritma yang cerdas akan mempelajari situasi dan pola di jalan sehingga mobil bisa mengambil keputusan yang tepat, bahkan hanya dalam hitungan detik.

3. Navigasi

Mobil tanpa sopir juga mengandalkan teknologi pemetaan dan navigasi sehingga bisa tahu posisi mobil secara akurat. Navigasi juga memungkinkan mobil untuk merencanakan rute terbaik ke tujuan. 

Agar pemetaan selalu akurat, maka Anda harus sering-sering memperbarui navigasi digitalnya. Sehingga mobil dapat beradaptasi dengan perubahan jalan maupun situasi lalu lintas.

4. AI (Artificial Intelligence)

Dalam mobil jenis ini, hal yang terpenting adalah AI atau kecerdasan buatan. Algoritma AI bisa membuat mobil beradaptasi dengan situasi dan kondisi jalanan. Bahkan, mobil ini bisa memprediksi perilaku pengemudi lain, membuat keputusan yang aman, serta mengantisipasi adanya bahaya.


Teknologi navigasi dibutuhkan untuk mengetahui posisi mobil yang akurat, Sumber: pbs.org

Teknologi navigasi dibutuhkan untuk mengetahui posisi mobil yang akurat, Sumber: pbs.org

Bagaimana dengan Keamanannya?

Keamanan memang hal yang harus dipertimbangkan dalam berkendara. Maka dari itu, pertanyaan tentang apakah aman naik mobil tanpa sopir wajar diungkapkan. Ada berbagai risiko di jalanan yang harus diwaspadai ketika berkendara. Namun, sebenarnya, menaiki self driving car ini cukup aman.

Bahkan, dalam sebuah riset disebutkan jika penggunaan kendaraan otonom bisa mengurangi 90% kecelakaan mobil di Amerika Serikat. Bahkan, bisa mencegah risiko kerusakan dan biaya kesehatan sebesar US$ 190 Miliar. Pun, bisa menyelamatkan ribuan nyawa sekaligus.

Pasalnya, kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh kelalaian manusia seperti terdistraksi, berkendara dengan kecepatan yang tinggi, serta tertunda mengerem di situasi tertentu. Tentunya, lebih aman daripada berkendara apalagi saat Anda sedang dalam kondisi yang kurang prima.

Meski begitu, ternyata self driving car tetap bisa mengalami masalah. Teknologi AI pada mobil ini tidak bisa berfungsi di pusat kota yang mengalami kemacetan. Cuaca yang ekstrim juga bisa merusak sistem pengindraan dari mobil ini.

Efek Hadirnya Mobil Tanpa Sopir

Fakta di lapangan menunjukkan jika mobil tanpa sopir ini lebih ramah lingkungan karena bisa meningkatkan penghematan bahan bakar mobil. Jika penggunaan mobil otomatis ini lebih luas lagi, maka bisa mengakibatkan penggunaan bahan bakar yang lebih efisien.

Dalam riset lainnya, penggunaan mobil autopilot di Indonesia bisa mengurangi 2% sampai 4% konsumsi minyak bumi hingga 10 tahun ke depan. Selain itu, mobil juga bisa mengerem dengan efisien serta mengurangi energi yang terbuang.


Mobil self driving memanfaatkan teknologi AI, Sumber: cpomagazine.com

Mobil self driving memanfaatkan teknologi AI, Sumber: cpomagazine.com

Kesimpulan

Demikian penjelasan mengenai kecanggihan teknologi mobil tanpa sopir yang bisa jadi akan lebih familiar di lingkungan Anda beberapa tahun mendatang. Semua kecanggihan itu didapatkan dari sistem navigasi, AI, algoritma, hingga sensor penginderaan pada mobil.

Tentu menarik mengenal berbagai teknologi dalam mobil ataupun motor. Nah, jika Anda ingin mendalami lebih lanjut tentang otomotif, langsung saja belajar di SpeedPlus Otomotif. 

Anda bisa mendapatkan tidak hanya materi, tetapi juga pengalaman kursus otomotif yang efektif dan efisien. Sebab, pelatihannya menggunakan sistem CBT (Competency Based Training) yang terdiri dari 20% teori dan 80% praktik.

Yuk, segera daftar kursus otomotif di SpeedPlus Otomotif dengan menekan ikon WhatsApp di pojok kanan bawah laman ini!

11 Bagian Body Mobil yang Wajib Anda Pahami

11 Bagian Body Mobil yang Wajib Anda Pahami

Salah satu hal yang membuat sebagian besar orang menyukai sebuah mobil adalah bentuk desainnya. Terutama pada bagian body mobil yang terlihat begitu mewah dan mempesona. Bahkan tak jarang beberapa produsen juga menambahkan berbagai fitur unggulan pada produknya.


Body mobil sendiri merupakan salah satu komponen utama yang akan membentuk struktur serta penampilan dari sebuah kendaraan. Oleh sebab itu jika Anda mengaku pecinta otomotif maka sebaiknya pahami juga bagian-bagian body yang ada pada sebuah mobil.


Mengenal bagian body mobil, Sumber: hyundai.com

Mengenal bagian body mobil, Sumber: hyundai.com

Mengenal Bagian Body Mobil yang Membuat Penampilan Terlihat Menawan

Dengan memahami beberapa bagian-bagiannya maka Anda akan lebih mudah untuk mengenali kendaraan. Sehingga mudah memahami ketika akan ikut serta pada kursus otomotif. Nah di bawah ini ada penjelasan singkat tentang bagian-bagian body mobil. 

1. Chassis

Chassis merupakan bagian kerangka atau struktur dasar pada sebuah mobil. Peran kerangka sendiri sangatlah penting yakni untuk menopang keseluruhan komponen lain mobil. Sesuai dengan kegunaannya, bahan material chasis terkenal kokoh serta tahan lama. 

Pada umumnya chasis atau kerangka dibuat menggunakan bahan berupa baja dan alumunium. Sedangkan untuk fungsi utama dari bagian body mobil satu ini yaitu memberikan kekuatan serta kestabilan pada mobil.

2. Panel Body

Berikutnya ada panel body. Panel body sendiri adalah bagian luar mobil yang mana terdiri dari berbagai macam jenis panel. Diantaranya adalah kap mesin, pintu, kap bagasi, dan body mobil. 

Panel body memiliki fungsi untuk memberikan perlindungan sekaligus menjadikan penampilan terlihat estetik. Bagian ini bahkan biasanya dilengkapi dengan aksesoris eksterior mobil tambahan. Seperti spoiler yang berguna untuk meningkatkan performa.

3. Windshield atau Kaca Depan

Windshield dikenal dengan kaca pada bagian depan mobil. Fungsi adalah memberikan keamanan, karena dapat melindungi para pengemudi serta penumpang dari angin, debu, serta hujan. 

Anda sebagai pemilik kendaraan juga disarankan untuk selalu menjaga kebersihan dan kejernihan dari windshield. Pasalnya kaca bagian depan yang bersih akan membuat visibilitas saat mengemudi jadi tetap optimal.

4. Lampu Depan dan Belakang

Bagian body mobil yang satu ini memang terlihat kecil dan sederhana daripada ornamen lainnya. Meski begitu perannya termasuk penting. Terutama untuk masalah pencahayaan dari mobil itu sendiri.

Lampu depan memiliki fungsi untuk menerangi jalanan yang ada di depan mobil ketika malam hari atau pada kondisi cuaca buruk. Lampu belakang berfungsi untuk memberikan tanda kepada pengemudi yang sedang berada di belakang mobil. 

Lampu ini menjadi informasi visual bagi para pengemudi di belakang mobil untuk aksi yang akan Anda lakukan. Seperti berbelok kanan atau kiri dan berhenti. Jadi selalu pastikan lampu-lampu pada mobil selalu dalam kondisi baik serta berfungsi dengan baik guna keamanan dan kenyamanan dalam berkendara.

5. Pintu dan Jendela

Bagian mobil lainnya yang tidak kalah penting adalah pintu dan jendela. Kedua hal ini menjadi bagian yang memungkinkan para pengemudi dan penumpang untuk masuk dan keluar dari mobil. 

Anda juga perlu selalu memastikan jika pintu dan jendela pada mobil berfungsi secara baik. Hal ini termasuk pada sistem kunci dan kaca jendela yang mana dapat dioperasikan dengan lancar.


Bagian pintu dan jendela mobil, Sumber: carmudi.co.id

Bagian pintu dan jendela mobil, Sumber: carmudi.co.id

6. Spion

Anda sepertinya juga sudah tidak asing lagi dengan bagian body mobil yang satu ini. Ya kaca kecil yang berada di bagian samping depan ini merupakan bagian yang memungkinkan para pengemudi untuk melihat ke belakang mobil. 


Setidaknya pada sebuah mobil terdapat spion dalam mobil dan spion luar. Kedua jenis spion ini juga dapat diatur posisinya. Sama halnya dengan bagian lainnya, spion harus selalu dipastikan dalam kondisi baik sehingga memberikan pandangan jelas dari belakang mobil.

7. Bumper

Selanjutnya ada bumper. Bumper sendiri merupakan bagian dari body mobil yang terletak di bagian depan dan belakang mobil. Fungsi bumper yakni untuk melindungi mobil dari benturan.

Benturan yang dimaksud adalah benturan dengan skala ringan. Bumper pada umumnya terbuat dari bahan fleksibel. Misalnya saja plastik atau karet. Tujuan penggunaan bahan tersebut adalah agar bumper bisa menyerap energi benturan dengan baik.

8. Kap Mesin

Hood atau dikenal dengan sebutan kap mesin merupakan bagian dari body mobil yang mana dapat dibuka. Dengan membuka bagian ini Anda bisa melihat mesin dan komponen-komponen lain yang ada di dalamnya.

Selain itu kap mesin juga memiliki fungsi untuk memberikan pelindung pada mesin dari elemen yang bisa mengurangi performanya. Misalnya saja adalah cuaca dan debu. Pada sebagian jenis mobil biasanya ada baut dan pegas untuk menjaga hood tetap terkunci dengan benar.

9. Atap Mobil

Atap pada mobil memiliki fungsi untuk melindungi penumpang dari hujan, panas terik matahari, serta beberapa pengaruh cuaca lainnya. Biasanya ada beberapa jenis atap seperti atap tetap, atap yang bisa dilipat atau convertible, serta atap sunroof yang dapat dibuka.

10. Bagasi

Selanjutnya ada bagasi. Bagasi pada umumnya adalah bagian body mobil yang terletak di bagian belakang dan berfungsi untuk menyimpan barang bawaan. Sedangkan untuk kapasitasnya akan bergantung pada setiap jenis kendaraan. Bisa besar bisa juga kecil.


Bagian bagasi mobil, Sumber: otomotif.kompas.com

Bagian bagasi mobil, Sumber: otomotif.kompas.com

11. Fender

Fender merupakan bagian body yang melingkupi roda. Fungsi dari fender sendiri yakni untuk memberikan perlindungan terhadap percikan kerikil serta debu yang mana terlempar oleh roda ketika mobil sedang bergerak. Fender dari setiap mobil juga mempunyai desain berbeda.

Di atas tadi adalah beberapa bagian body mobil yang perlu untuk Anda ketahui. Pasalnya ketika memahami fungsi dari masing-masing maka Anda bisa memberikan perawatan yang tepat pada setiap bagian. Sehingga nantinya mobil tetap dalam kondisi baik dan aman.

Inilah 5 Jenis Oli Mobil yang Wajib Diketahui agar Tidak Salah Pilih

Inilah 5 Jenis Oli Mobil yang Wajib Diketahui agar Tidak Salah Pilih

Ada beberapa jenis oli mobil yang berfungsi sebagai pelumas, pembersih, dan pendingin mesin. Tanpa adanya oli komponen mobil akan mengalami gesekan berlebihan antar bagiannya. Gesekan yang disebabkan bisa keausan, overheating, atau bahkan kerusakan.

Semua jenis oli mobil perlu diganti secara berkala sesuai dengan rekomendasi produsen atau jadwal pemeliharaan yang disarankan. Penggantian oli secara berkala perlu dilakukan untuk menjaga kinerja mesin agar tetap optimal.


Mengenal berbagai jenis oli mobil yang ada di pasaran, Sumber: carro.id

Mengenal berbagai jenis oli mobil yang ada di pasaran, Sumber: carro.id

Jenis-Jenis Oli Mobil

Jenis oli mobil terdiri dari oli mesin, oli gardan, oli transmisi, dan oli power steering. Setiap jenis oli memiliki fungsi berbeda sesuai dengan dimana lokasi oli ditempatkan. Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai masing-masing jenis oli.

1. Oli Mesin

Oli mesin merupakan salah satu jenis oli yang paling dikenal oleh masyarakat. Fungsi utama dari oli mesin adalah untuk menjaga performa mesin secara keseluruhan. Oli mesin berfungsi sebagai pelumas sekaligus pendingin dan pembersih komponen yang ada di dalam mesin.

Oli mesin dapat diibaratkan sebagai "nyawa" mesin mobil karena tanpa oli yang baik, mesin tidak dapat berfungsi dengan maksimal. Oli mesin akan melumasi dan melindungi bagian-bagian penting seperti piston, silinder mesin, dan crankshaft, dari gesekan dan korosi.

Idealnya oli mesin perlu diganti setiap 5.000 hingga 10.000 kilometer. Hal itu tergantung pada kondisi mobil dan jenis oli yang digunakan. Mengganti oli terlalu jarang dapat menyebabkan keausan pada mesin.

Sedangkan mengganti oli terlalu sering juga bisa mengakibatkan pemborosan. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti panduan penggantian oli mesin yang disarankan oleh pabrikan mobil.

2. Oli Transmisi

Jenis oli mobil yang kedua ada oli transmisi. Oli transmisi merupakan oli yang berguna untuk memperlancar proses pergantian gigi atau transmisi. Ada dua jenis transmisi yang terdapat pada mobil yaitu transmisi manual dan transmisi otomatis.

Transmisi manual memerlukan oli khusus untuk melumasi komponen seperti gear dan bearing. Oli transmisi bisa membantu mengurangi gesekan yang dapat menyebabkan getaran atau suara saat perpindahan gigi dilakukan secara manual.

Sedangkan pada transmisi otomatis, oli transmisi dibutuhkan untuk melumasi komponen yang ada pada mesin transmisi otomatis seperti clutch dan torque converter. Fungsinya tentu saja untuk membantu mengurangi gesekan dan memastikan perpindahan gigi berjalan lancar.

Umumnya, oli transmisi manual disarankan untuk diganti setiap 40.000 kilometer. Sementara oli transmisi otomatis bisa bertahan lebih lama, tergantung pada kondisi dan pemakaian. Di daerah tropis seperti Indonesia, penggantian oli transmisi disarankan setiap 50.000 kilometer.

3. Oli Gardan

Oli gardan merupakan jenis oli berfungsi untuk melumasi gigi pada sistem gardan. Oli gardan juga berguna untuk melindungi bagian pinion gear dari kontak langsung dengan bearing agar tidak terjadi keausan.

Tanda-tanda oli gardan perlu diganti adalah munculnya suara berdengung atau terjadi getaran yang cukup keras saat mobil dibelokkan. Selain itu secara kasat mata oli akan berubah warna dan tingkat kekentalannya menurun.

Ketika mobil mengalami gejala tersebut, sebaiknya oli gardan segera diganti untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada sistem gardan dan komponen-komponen yang terkait. Ganti oli gardan secara teratur dapat membantu menjaga kinerja sistem gardan pada mobil.


Ilustrasi penggantian oli mobil, Sumber: autos.id

Ilustrasi penggantian oli mobil, Sumber: autos.id

4. Oli Rem

Oli rem atau minyak rem adalah jenis oli mobil yang sangat penting karena berguna untuk menjaga kelancaran sistem pengereman pada mobil. Oli rem akan melumasi bagian-bagian penting seperti cakram dan kampas rem.

Oli rem juga berperan sebagai media transmisi tenaga dalam sistem hidrolik pada rem hidrolik. Tekanan hidrolik yang dihasilkan oleh oli rem dipindahkan ke kaliper rem atau silinder roda yang kemudian menghasilkan gaya pengereman pada cakram atau drum rem.

Oli rem sebaiknya diganti setiap 30.000 kilometer. Akan tetapi jika terjadi perubahan warna, penurunan kekentalan, dan penurunan volume oli maka Anda perlu segera mengganti oli rem.

5. Oli Power Steering

Mobil-mobil saat ini memiliki kemudi yang lebih mudah diputar dibandingkan dengan mobil lama berkat adanya teknologi power steering. Power steering memanfaatkan tekanan hidrolik atau elektrik untuk membantu perputaran roda kemudi.

Dengan adanya power steering, pengemudi bisa menggerakkan kemudi dengan lebih mudah meskipun ketika sedang berbelok atau saat berada di kecepatan rendah. Hal itu bisa membantu mengurangi kelelahan dan membuat mengemudi menjadi lebih nyaman.

Oli power steering adalah jenis oli mobil yang cukup jarang diganti. Anda hanya perlu menggantinya setiap 40.0000 kilometer. Namun jika ada tanda-tanda yang mengharuskan oli segera diganti sebaiknya Anda tidak perlu menunggu sampai 40.000 kilometer.

Merk Oli Mobil

Sebenarnya ada banyak sekali merk oli mobil yang beredar di pasaran. Masing-masing tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini adalah contoh merk oli mobil yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.

1. Castrol

Castrol adalah merek oli yang cukup terkenal karena telah dibekali dengan teknologi terkini. Castrol magnatec 10W-30 menggunakan molekul pintar untuk membersihkan mesin secara menyeluruh. Harga castrol magnatec sekitar Rp 360 ribu per 4 liter.

2. Total

Total Quartz 9000 5W-40 adalah pilihan tepat untuk Anda yang suka melakukan perjalanan jauh. Oli total bisa menjaga mesin tetap berfungsi dengan baik meskipun dalam kondisi panas. Zat aditifnya membuat mesin lebih awet dan tahan oksidasi.


Pengecekan oli mobil, Sumber: automotive.evalube.com

Pengecekan oli mobil, Sumber: automotive.evalube.com

3. Shell

Shell merupakan perusahaan minyak dan gas terkemuka yang menyediakan pelumas. Produk terbaiknya, Shell Helix HX7 karena telah menggunakan teknologi flexi molecule untuk membersihkan mesin dan memiliki titik penguapan rendah dan mampu menghemat penggunaan oli. 

Itulah 5 jenis oli mobil yang perlu Anda ketahui beserta 3 merk brand oli yang cukup terkenal di Indonesia. Selain yang sudah disebutkan tadi, tentu saja masih banyak brand lain yang tak kalah bagus dan patut untuk dicoba.

6 Tips Perawatan Eksterior Mobil yang Tidak Bisa Dilakukan Sembarangan

6 Tips Perawatan Eksterior Mobil yang Tidak Bisa Dilakukan Sembarangan

Tidak sedikit pemilik mobil yang kurang peduli dengan perawatan eksterior mobil. Alhasil mobil yang belum lama dibeli penampilannya sudah seperti mobil-mobil lama. Kusam, baret, dan tampak kumuh.

Padahal merawat eksterior mobil sama pentingnya dengan merawat bagian interior atau bahkan mesin mobil. Mobil yang mendapat perawatan secara menyeluruh memiliki tampilan bagus sehingga lebih nyaman dikendarai.


Informasi terkait tips perawatan eksterior mobil, Sumber: otomotifxtra.semaraknews.co.id

Informasi terkait tips perawatan eksterior mobil, Sumber: otomotifxtra.semaraknews.co.id

Tips Perawatan Eksterior Mobil

Merawat bagian eksterior mobil bisa dimulai dengan langkah sederhana seperti memarkir di tempat yang aman atau membersihkan mobil dari debu dan kotoran yang menempel. Namun untuk kondisi tertentu perawatan perlu dilakukan di tempat khusus seperti salon mobil.

Sebagai tempat kursus otomotif, kali ini SpeedPlus Otomotif akan membagikan tips merawat bagian eksterior mobil agar tampilannya selalu bagus dan berkilau.

1. Memarkir Mobil Ditempat yang Aman

Supaya cat mobil tidak cepat rusak sebaiknya Anda selalu memilih parkiran mobil yang tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung. Usahakan untuk memarkirkan mobil di dalam gedung atau di bawah pohon yang rindang. 

Apabila sulit menemukan tempat parkir yang aman Anda bisa menutup bagian eksterior dengan cover mobil. Selain itu jangan biarkan mobil terlalu lama terkena hujan. Paparan air hujan secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko korosi dan kerusakan pada cat mobil. 

Kerusakan eksterior juga bisa terjadi jika mobil diparkir di tempat yang kurang aman seperti daerah yang rawan tindak vandalisme. Pencurian aksesori atau bagian eksterior seperti spion, emblem, atau pelek juga bisa terjadi jika mobil dibiarkan di tempat yang rentan.

2. Cuci Mobil Secara Tepat

Mencuci mobil secara tepat adalah langkah penting dalam merawat eksterior mobil. Anda harus menggunakan sabun yang diformulasikan secara khusus dan spon lembut untuk menghindari goresan pada cat mobil. 

Mulailah dengan membersihkan bagian atas mobil terlebih dahulu, kemudian turun ke bagian bawah untuk menghindari penyebaran kotoran yang sudah terangkat. Jangan lupa bersihkan bagian-bagian yang sulit dijangkau, seperti di bawah bodi dan di sekitar roda. 

Setelah mencuci, bilas mobil menggunakan air bersih dan keringkan dengan kain microfiber yang bersih dan lembut. Tujuannya adalah untuk menghindari terbentuknya noda air. Sebaiknya hindarilah mencuci mobil di luar ruangan yang terpapar terik matahari langsung.

Air dan sabun bisa mengering dengan cepat sehingga dapat meninggalkan noda yang sulit dihapus. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat mencuci mobil dengan tepat dan menjaga penampilan eksterior mobil Anda tetap bersih dan terawat.

3. Gunakan Wax agar Body Mengkilap

Wax adalah salah satu cara paling efektif untuk membuat tampilan eksterior mobil agar terlihat mengkilap. Perawatan eksterior mobil menggunakan wax bahkan banyak dilakukan di salon mobil karena hasilnya yang bagus.

Sebelum mengaplikasikan wax pada bagian eksterior mobil, pertama-tama Anda harus membersihkan mobil secara menyeluruh untuk menghilangkan kotoran dan debu yang dapat menyebabkan goresan saat proses waxing. 

Kemudian aplikasikan wax secara merata menggunakan busa aplikator atau kain yang bersih dengan gerakan melingkar. Biarkan wax mengering selama beberapa menit atau sesuai dengan petunjuk penggunaan yang tertera di kemasan.

Wax membantu melindungi cat mobil dari kerusakan akibat sinar UV dan lainnya. Oleh karena itu wax juga berfungsi sebagai lapisan pelindung yang membuat mobil tampak lebih berkilau.


Memarkirkan mobil di tempat yang tepat, Sumber: otomotif.antaranews.com

Memarkirkan mobil di tempat yang tepat, Sumber: otomotif.antaranews.com

4. Coating

Coating merupakan perawatan eksterior mobil untuk memberi perlindungan yang lebih baik daripada waxing. Coating sendiri adalah proses menambahkan lapisan khusus pada permukaan mobil sehingga tampilannya lebih mengkilap dan sedap dipandang mata.

Coating sering dipilih untuk merawat cat mobil yang sudah mulai memudar supaya lebih bening, glossy, dan cerah. Umumnya proses coating menggunakan bahan silikon dioksida yang biasanya sering digunakan dalam proses pembuatan kaca atau keramik.

Tingkat ketebalan lapisan coating yang diaplikasikan bisa mempengaruhi kemampuan cat mobil untuk menahan goresan dan baret. Semakin tebal dan keras lapisan coating, semakin baik perlindungan terhadap goresan halus. 

Coating juga bisa membuat permukaan mobil menjadi lebih tahan terhadap bercak air dan jamur dari efek water repellent yang dihasilkan. Air dan kotoran akan langsung tergelincir sehingga  mencegah bercak air dan pertumbuhan jamur.

5. Auto Detailing

Auto detailing tidak hanya fokus pada bagian eksterior dan interior, tetapi juga pada bagian mesin. Mobil yang digunakan untuk keperluan sehari-hari sangat rentan terhadap berbagai kotoran seperti debu, aspal, oli, goresan, dan kotoran burung.

Dalam proses auto detailing, mobil akan diberi perawatan secara menyeluruh sampai ke bagian velg dan kolong mobil. Oleh karena itu auto detailing bisa membuat mobil menjadi lebih bersih dan tampak seperti baru.

Pada auto detailing tahap pertama yang dilakukan yaitu proses cleaning atau pembersihan. Setelah semua bagian bersih lalu lanjut ke tahap paint correction. Pada tahap ini cat mobil yang sudah rusak karena baret halus, goresan, atau oksidasi akan diperbaiki.

Setelah itu lanjut ke tahap protection di mana bagian mobil akan diberi wax, sealant, atau coating. Sedangkan proses auto detail yang terakhir yaitu maintenance. Metode yang digunakan bisa berupa detailer, last touch, atau finishing.

6. Menambahkan Aksesoris 

Menambahkan aksesoris eksterior mobil adalah cara sederhana untuk mengubah penampilan mobil Anda. Dengan menambahkan aksesori tertentu, mobil Anda bisa terlihat lebih menarik, sporty, atau elegan, sesuai dengan preferensi. 

Selain menambah nilai estetika, menambahkan aksesori pada bagian eksterior mobil juga bisa mencerminkan gaya dan kepribadian pemilik mobil. Saat ini, tersedia berbagai pilihan aksesori untuk memperindah dan meningkatkan penampilan mobil Anda.

Adapun aksesori untuk eksterior mobil antara lain adalah kaca film, air scoop, velg, roof rail,  body kit, body set moulding, headlamp garnish, muffler cutter, dan lain sebagainya. 


Pastikan mencuci mobil dengan benar, Sumber: autos.id

Pastikan mencuci mobil dengan benar, Sumber: autos.id

Itulah 6 tips perawatan eksterior mobil yang tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Perawatan yang dilakukan secara sembarangan sangat beresiko karena bisa mengurangi nilai estetika mobil dan fungsionalitasnya.

Mengenal Serba-serbi Sistem AC yang Ada pada Mobil

Mengenal Serba-serbi Sistem AC yang Ada pada Mobil

Sistem AC mobil terdiri dari beberapa komponen utama yang saling berkaitan. Sehingga mampu menghasilkan udara dingin yang seringkali kita rasakan ketika berada di dalam mobil. Kondisi kabin yang dingin tentu akan terasa jauh lebih nyaman, apalagi jika sedang dalam perjalanan jauh.

Oleh karena itu, AC sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari berbagai jenis mobil. Baik itu mobil mobil sport, SUV, MPV, dan mobil double cabin keluaran terbaru hampir semua dilengkapi dengan sistem pendingin udara.


Mengenal sistem AC mobil, Sumber: seva.id

Mengenal sistem AC mobil, Sumber: seva.id

Apa Saja Komponen AC Mobil?

Penting bagi para pengemudi untuk memahami sistem kerja AC serta komponen-komponen yang mendukungnya agar AC dapat berfungsi secara optimal. Memang tidak harus melakukan perbaikan sendiri karena bisa melakukan perawatan mobil di bengkel.

Akan tetapi jika Anda mengetahui dimana letak masalahnya setidaknya proses perbaikan akan menjadi lebih cepat. Berikut ini adalah komponen-komponen penting yang terdapat dalam sistem AC mobil beserta cara kerjanya.

1. Kompresor

Kompresor adalah komponen utama dalam sistem AC mobil yang bertugas untuk memompa aliran gas freon agar freon bisa mengalir ke seluruh bagian sistem AC. Namun sebenarnya fungsi kompresor tidak hanya terbatas pada sirkulasi freon.

Kompresor juga bertanggung jawab untuk meningkatkan tekanan dan merapatkan molekul-molekul freon dan mengubahnya menjadi fase cair. Proses tersebut dimulai ketika poros kompresor yang terhubung dengan pulley mesin berputar. Poros ini memiliki pelat dengan nok-nok yang berfungsi menggerakkan piston.

Saat nok menyentuh piston, piston akan bergerak maju, mendorong freon keluar dengan tekanan tinggi. Setelah nok lepas dari piston, pegas pengembali membuat piston kembali bergerak ke belakang. Sehingga menyebabkan freon dari selang tekanan rendah memasuki ruang piston. Proses ini berulang terus-menerus sehingga kinerja agar AC tetap bekerja.

2. Magnetic Clutch

Dalam sistem AC mobil, magnetic clutch berfungsi untuk mengatur kapan kompresor AC harus aktif atau nonaktif meskipun saat pulley mesin sedang berputar. Saat kompresor diaktifkan, tekanan freon yang dikeluarkan terus meningkat, terutama saat mesin dipercepat. 

Namun ada risiko mengintai jika kompresor terus bekerja secara berlebihan. Oleh karena itu, ketika tekanan freon mencapai level maksimum, magnetic clutch akan memutus hubungan antara pulley kompresor dan poros kompresor.

Magnetic clutch bekerja dengan menggunakan daya tarik magnet yang dihasilkan melalui induksi elektromagnetik. Saat terjadi induksi, magnetic clutch akan bergerak mendekati coil dan menempel dengan pulley kompresor agar poros bisa berputar.

3. Kondensor

Fungsi utama kondensor dalam sistem AC mobil adalah untuk menghilangkan panas dari freon atau refrigerant. Setelah itu kondensor mentransfernya ke udara di sekitar mobil. Cara kerja kondensor sebenarnya hampir sama dengan radiator. Cara kerja kondensor AC dimulai dengan kompresor yang memampatkan refrigerant menjadi gas panas.

Gas tersebut mengalir ke kondensor di mana udara luar dialirkan untuk menyerap panas dari refrigerant. Hal itu menyebabkan gas tersebut berubah menjadi cairan. Cairan refrigeran kemudian mengalir ke dalam sistem untuk mendinginkan ruangan. Proses ini berulang terus menerus saat AC beroperasi untuk menjaga suhu ruangan tetap dingin.


Mengatur sistem AC agar dingin, Sumber: gardaoto.com

Mengatur sistem AC agar dingin, Sumber: gardaoto.com

4. Dryer

Dryer merupakan komponen tambahan dalam sistem AC mobil yang memiliki fungsi serupa dengan filter. Seperti namanya, tugas utama dryer adalah menghilangkan kelembaban dari freon. Meskipun sistem AC mobil beroperasi dalam kondisi tertutup, kemungkinan masih ada sedikit uap air yang bisa masuk ke dalam saluran AC.

Hal ini bisa terjadi selama proses pengisian ulang freon atau saat penggantian komponen AC. Ketika saluran AC terbuka, udara dari lingkungan luar dapat masuk ke dalam sistem pendingin. Terlebih lagi sebagian wilayah Indonesia memiliki kondisi udara yang lembab. Sehingga kemungkinan besar ada uap air yang masuk ke dalam sistem AC.

5. Evaporator

Fungsi sistem AC mobil yang satu ini tidak hanya bertugas mengubah freon menjadi udara dingin dalam bentuk uap. Akan tetapi juga berfungsi untuk mengontrol kecepatan pendinginan kendaraan. Freon dipompa melalui evaporator dan kecepatan pompa ini bisa  mempengaruhi seberapa cepat AC akan mendinginkan mobil.

Ketika freon mencapai suhu maksimum, evaporator mengarahkannya ke kondensor untuk menurunkan suhu hingga sekitar 60 derajat celcius. Freon yang berubah menjadi gas akan membawa udara dingin ke dalam kabin mobil.

Selain itu, evaporator juga berfungsi menyaring udara kotor sehingga udara yang dihembuskan ke dalam kabin bersih dan aman untuk dihirup oleh penumpang.

6. Expansion Valve

Expansion valve adalah komponen dalam sistem AC mobil yang berfungsi untuk mengubah freon cair menjadi gas lewat proses penyemprotan. Analoginya seperti penggunaan parfum spray. Meskipun suhu di dalam tabung parfum normal tapi saat disemprotkan terasa sejuk.

Hal ini terjadi karena zat cair dari selang bertekanan tinggi keluar ke ruang bertekanan rendah dengan kecepatan tinggi. Sehingga menyebabkan penurunan suhu yang signifikan. Jadi proses penyemprotan ini digunakan untuk membuat suhu freon semakin dingin.


Rutin merawat komponen AC mobil agar tetap awet dan dingin, Sumber: hyundaimobil.co.id

Rutin merawat komponen AC mobil agar tetap awet dan dingin, Sumber: hyundaimobil.co.id

Bagaimana Cara Kerja AC Mobil?

Cara kerja AC mobil melalui empat tahapan utama yang dimulai dari kompresor dan berakhir di evaporator. Berikut ini adalah uraian lengkap mengenai cara kerja AC mobil:

  • Tahap pertama dimulai saat kompresor dinyalakan untuk memompa freon yang berbentuk gas. Kekuatan kompresor menentukan seberapa cepat kabin mobil menjadi dingin karena AC.

  • Selanjutnya, cairan freon yang telah berubah dimasukkan ke receiver dryer untuk menyaring kotoran yang bisa mengganggu kinerja mesin pendingin. Proses filterisasi ini penting untuk menjaga kebersihan AC.

  • Tahap ketiga adalah proses perubahan freon cair menjadi uap dingin melalui katup ekspansi. Cairan freon yang memiliki tekanan tinggi melewati katup tersebut dan berubah menjadi kabut atau uap dengan tekanan rendah.

  • Terakhir, uap freon yang sudah dingin dialirkan ke evaporator. Di sini, hawa dingin yang dihasilkan akan ditiupkan ke dalam kabin mobil sehingga memberikan kenyamanan kepada pengemudi dan penumpang.

Itulah komponen-komponen yang terdapat dalam sistem AC mobil dan cara kerja AC secara umum. Meskipun prinsip dasarnya mirip tetapi ada perbedaan dalam desain, kapasitas, dan efisiensi antara merek dan model mobil. 

Beberapa mobil dilengkapi dengan sistem AC yang lebih canggih, seperti pengaturan suhu otomatis atau filtrasi udara. Pemeliharaan yang tepat dan pemilihan suku cadang yang sesuai perlu dilakukan untuk menjaga kinerja AC mobil agar tetap optimal.

Jika Anda seorang mekanik atau pemilik bengkel, dapatkan pengetahuan mendalam tentang perawatan dan perbaikan AC mobil di SpeedPlus Otomotif. Di sini Anda bisa mengikuti kursus otomotif untuk  mempelajari segala hal tentang mobil, termasuk sistem AC.

5 Sistem Penting Kelistrikan Mobil yang Wajib untuk Diketahui

5 Sistem Penting Kelistrikan Mobil yang Wajib untuk Diketahui

Sistem kelistrikan mobil memiliki peran yang sangat vital setelah mesin mobil itu sendiri. Jika dalam bayangan Anda sistem kelistrikan ini hanya berfungsi agar lampu menyala dan starter bisa berfungsi dengan baik, itu salah besar.

Sistem kelistrikan sebenarnya memiliki cara kerja yang sangat rumit dengan fungsi yang kompleks. Bahkan jika ada salah satu komponen kelistrikan yang bermasalah maka ada kemungkinan mobil tidak bisa dihidupkan.


Sistem kelistrikan mobil yang wajib diketahui, Sumber: lifepal.co.id

Sistem kelistrikan mobil yang wajib diketahui, Sumber: lifepal.co.id

Komponen Sistem Kelistrikan Mobil

Sistem kelistrikan mobil memiliki komponen-komponen yang saling terhubung satu sama lain. Masing-masing komponen dihubungkan oleh kabel. Oleh karena itu, apabila ada bagian tertentu dari kabel yang terputus maka bisa membuat speedometer mobil mati.

Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah adalah 5 komponen utama yang ada dalam sistem kelistrikan mobil yang perlu Anda ketahui.

1. Supply Arus

Supply arus dalam sistem kelistrikan mobil adalah komponen utama yang menyediakan aliran listrik untuk berbagai komponen lain seperti AC, lampu, dan audio. Terdapat dua komponen utama yang termasuk dalam kategori supply arus.

Komponen tersebut yaitu baterai dan alternator (dinamo ampere). Baterai menyediakan arus hingga 12 volt, sedangkan alternator menyediakan arus hingga 14 volt. Jumlah baterai yang digunakan dalam mobil bervariasi sesuai dengan kebutuhan listriknya. 

Mobil-mobil berukuran besar seperti truk atau bus biasanya membutuhkan daya listrik yang lebih besar. Untuk itu mobil-mobil tersebut butuh baterai tambahan agar kebutuhan listriknya bisa terpenuhi.

2. Sistem Kontrol

Sistem kelistrikan mobil dikendalikan oleh komponen pengontrol. Sistem kontrol memiliki peran yang sangat penting, terutama untuk mobil-mobil modern yang menggunakan sistem computerized analytic. 

Sistem kontrol dikendalikan oleh serangkaian prosesor komputer yang bekerja dengan cara mengatur daya listrik mobil tanpa perlu komponen input eksternal. Teknologi ini memungkinkan sistem kontrol beroperasi secara otomatis tanpa intervensi pengemudi.

Contoh kelistrikan yang menggunakan sistem kontrol otomatis adalah sistem ABS, Engine Control Module, Transmission Control Module, dan Auto Leveling Headlamp. Sistem ini bisa merespons secara cepat dan efisien terhadap kondisi jalan dan situasi pengemudi.

3. Komponen Input

Komponen input adalah bagian dari sistem kelistrikan mobil yang bisa dikendalikan secara manual maupun otomatis oleh sistem. Input manual dapat berasal dari saklar, tombol, kenop, atau switch.

Sedangkan input otomatis diperoleh melalui sensor dan sistem komputerisasi kendaraan. Kelistrikan mobil menjadi aktif atau nonaktif bergantung pada komponen input yang menginisiasi proses tersebut.

Ketika komponen input diaktifkan, sistem listrik mobil juga akan aktif dan mengalirkan daya. Sebaliknya, saat komponen input dimatikan, aliran listrik juga akan terhenti. Jadi fungsi utama komponen input adalah menghubungkan atau memutuskan aliran listrik.


Terlihat sistem kelistrikan saat mobil dibongkar, Sumber: mitsubishi-motors.co.id

Terlihat sistem kelistrikan saat mobil dibongkar, Sumber: mitsubishi-motors.co.id

4. Komponen Output

Setelah komponen input menginisiasi aktivasi sistem kelistrikan mobil, diperlukan komponen output yang bekerja bersamaan dengan input. Komponen output akan menampilkan hasil kerja dari komponen input yang mengaktifkan sistem kelistrikan.

Jenis output yang dihasilkan juga sangat bervariasi tergantung dari fungsinya masing-masing. Contoh perangkat output antara lain adalah LED, lampu bohlam, motor wiper, washer pump, motor jendela, sistem audio, head unit, power steering, klakson, AC, dan masih banyak lagi.

Komponen output ini juga berperan penting dalam menjalankan fungsi-fungsi vital dalam kendaraan. Seperti pencahayaan, sistem pengaturan kaca, pengaturan suhu, audio, dan lain sebagainya.

5. Wiring Harness

Bagian terakhir dari komponen utama dalam sistem kelistrikan mobil adalah wiring harness atau rangkaian kabel. Komponen ini bertugas untuk mengalirkan listrik dari sumbernya, baik itu baterai atau alternator menuju perangkat kendaraan yang membutuhkan daya.

Jika dilihat secara sekilas, wiring harness mungkin terlihat seperti kabel biasa dalam sistem listrik. Namun sebenarnya rangkaian ini memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dan memiliki kaitan erat antara kabel satu dengan lainnya.

Bahkan saat terjadi kerusakan pada salah satu bagian kabel, bisa saja mengakibatkan seluruh rangkaian harus diganti secara keseluruhan. Beberapa contoh komponen wiring harness meliputi wiring mesin, wiring sistem AC mobil, dan wiring audio.

Cara Kerja Sistem Kelistrikan Mobil

Berikut adalah penjelasan tentang cara kerja sistem kelistrikan mobil secara sederhana sehingga sangat mudah dipahami:

1. Alternator

Generator atau alternator berfungsi untuk menghasilkan listrik saat mesin mobil berjalan. Alternator mengubah energi mekanik dari mesin menjadi energi listrik melalui cara induksi elektromagnetik.

2. Aki atau Battery

Aki berfungsi sebagai penyimpan energi listrik untuk memasok daya ke sistem kelistrikan saat mesin mati. Aki juga berperan sebagai penyangga tegangan untuk menjaga konsistensi listrik saat mesin beroperasi.

3. Sistem Pengisian

Alternator akan mengisi ulang aki saat mobil berjalan. Sedangkan regulator tegangan berfungsi untuk mengontrol tegangan output alternator untuk mencegah overcharging pada aki mobil.

4. Sistem Starter

Ketika kunci kontak diputar ke posisi "start", sinyal listrik dikirimkan ke starter solenoid. Hal itu akan memicu motor starter untuk memutar flywheel. Pada saat itulah sistem pembakaran pada mesin mulai bekerja.


Perawatan sistem kelistrikan mobil, Sumber: seva.id

Perawatan sistem kelistrikan mobil, Sumber: seva.id

5. Distribusi Daya

Kabel listrik dan relay bertanggung jawab atas aliran daya dari aki ke berbagai sistem kelistrikan mobil. Fungsi utama distribusi daya adalah untuk mengalirkan daya secara efisien ke lampu, klakson, AC, dan perangkat lainnya.

6. Sensor dan Pengendali

Sensor-sensor seperti sensor suhu mesin, sensor kecepatan, dan sensor tekanan oli memberikan data kepada pengendali untuk mengontrol berbagai fungsi di dalam mobil. Pengendali elektronik bertugas mengatur sistem kelistrikan dan memastikan kinerjanya.

7. Perlindungan Kelistrikan

Fuse dan relay berperan sebagai perlindungan terhadap lonjakan arus listrik yang dapat merusak komponen-komponen elektronik. Jika terjadi korsleting atau beban berlebih, fuse akan terputus untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Itulah 5 komponen penting dalam sistem kelistrikan mobil beserta cara kerjanya. Sumber energi utama sistem kelistrikan mobil konvensional sebagian besar berasal dari bahan bakar minyak. Sedangkan pada mobil listrik semuanya berasal dari energi listrik.

Oleh karena itu, untuk menambah pengetahuan dan wawasan seputar sistem kelistrikan pada mobil-mobil keluaran terbaru seorang mekanik perlu mengikuti kelas kursus otomotif di SpeedPlus Otomotif.

Inilah 9 Fitur dan Teknologi Terbaru Mobil

Inilah 9 Fitur dan Teknologi Terbaru Mobil

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah tidak dapat terbendung lagi. Tentu saja hal itu membawa dampak positif terhadap dunia otomotif. Salah satu yang sedang booming saat ini adalah teknologi mobil listrik.

Selain mobil listrik, mobil dengan bahan bakar minyak juga telah mengalami perkembangan yang signifikan. Ada banyak sekali teknologi canggih dan fitur-fitur baru yang ditambahkan untuk menunjang performa kendaraan.


Informasi terkait perkembangan teknologi mobil, Sumber: hops.id

Informasi terkait perkembangan teknologi mobil, Sumber: hops.id

Fitur dan Teknologi Terbaru Mobil

Perkembangan teknologi mobil-mobil baru hadir untuk meningkatkan kenyamanan penggunanya. Produsen mobil berlomba-lomba menciptakan fitur canggih dan teknologi otomotif terbaru untuk menarik hati konsumen.

Tentu saja hal ini tak lepas dari persaingan bisnis yang semakin hari semakin ketat. Berikut ini adalah beberapa contoh fitur dan teknologi terbaru yang ada di mobil-mobil canggih:

1. Fitur Autopilot

Pada awalnya fitur autopilot hanya ditemukan pada pesawat terbang. Keberadaan fitur autopilot memungkinkan pesat untuk bergerak mengikuti navigasi tanpa harus mendapat kendali langsung dari seorang pilot. 

Fitur serupa saat ini sudah mulai diterapkan pada kendaraan mobil dengan sebutan autonomous drive. Dengan adanya fitur autonomous drive maka mobil bisa bergerak tanpa harus dikendalikan langsung oleh pengemudi.

Contoh mobil yang telah mengadopsi teknologi autonomous drive seperti BMW 7-Series dan Tesla Model S. Tesla Model S adalah sedan yang memiliki tampilan sporty dan didukung oleh mesin mobil listrik dengan tipe penggerak Dual 3-phase AC induction motor.

2. Teknologi Hybrid

Teknologi mobil hybrid memanfaat dua sumber energi yaitu listrik dan mesin bensin. Kombinasi keduanya mampu menghasilkan produk kendaraan yang memiliki kinerja lebih efisien dan ramah lingkungan.

Berkat kombinasi tersebut mobil hybrid juga menjadi lebih bertenaga. Mobil hybrid yang telah dilengkapi dengan plugin bisa melakukan pengisian daya listrik melalui sumber daya yang ada di rumah. Hal ini tentu saja bisa mengurangi ketergantungan pada charging station.

3. Automatic Safety Braking System

Meskipun sering dianggap mengganggu oleh beberapa orang karena responnya yang kadang berlebihan, automatic safety braking system sangat bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan dalam berkendara.

Mobil yang telah dilengkapi dengan automatic safety braking system ketika sedang bergerak lambat dan ternyata sensor mendeteksi adanya hambatan di depan, rem akan berfungsi secara otomatis yang tentunya bisa meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

4. Connected Cars

Connected cars adalah inovasi terbaru yang sangat bermanfaat. Dengan adanya teknologi connected cars mobil yang Anda kemudikan bisa dihubungkan dengan smartphone. Fitur ini bisa membuat Anda melakukan pemantauan kondisi kendaraan hanya dari smartphone.

Selain itu, mobil akan menjadi lebih aman karena connected car telah dilengkapi dengan sistem tracking yang terhubung ke smartphone. Jika terjadi pencurian, Anda bisa melacak kendaraan dan mematikan pengoprasian kedaraan dari jarak jauh.


Penggunaan fitur autopilot, Sumber: tagar.id

Penggunaan fitur autopilot, Sumber: tagar.id

5. Fitur Self-Leveling Suspension

Salah satu terobosan terbaru di bidang teknologi mobil yang mampu memberi manfaat besar yaitu fitur self-leveling suspension. Sebelum adanya fitur ini, suspensi mobil akan cenderung tertekan saat terdapat beban di bagian belakang.

Hal itu mengakibatkan bagian depan mobil terangkat dan mengurangi traksi roda depan. Akhirnya stabilitas mobil menjadi menurun dan berpotensi membahayakan penumpang. Dengan adanya teknologi self leveling suspension maka mobil menjadi lebih stabil.

6. Electromagnetic Parking Sensor

Meskipun sudah ditemukan sejak tahun 1992 silam, teknologi electromagnetic parking sensor masih dikembangkan hingga saat ini. Baru-baru ini electromagnetic parking sensor telah disempurnakan menjadi front and rear parking sensor.

Sensor elektromagnetik ini bekerja dengan cara mendeteksi objek di sekitar mobil yang ada di depan, belakang, atau samping. Bahkan beberapa mobil terbaru dilengkapi juga dengan kamera kecil sehingga pengemudi bisa menghindari tabrakan dan memudahkan parkir.

7. Automagnetic

Air maintenance technology adalah teknologi otomotif terbaru yang sangat bermanfaat bagi ban mobil. Dengan adanya automagnetic, maka ban secara otomatis bisa mengatur tekanan angin sesuai kebutuhan sehingga keseimbangan menjadi lebih terjaga.

Cara kerja teknologi ini memanfaatkan sensor yang terpasang di dalam rongga kecil untuk menghubungkan ke bagian dalam ban. Ketika ban berputar, udara akan masuk memenuhi setiap bagian ban secara merata

Beberapa keuntungan ditawarkan oleh teknologi mobil yang satu ini. Sebut saja seperti menjaga tekanan angin, meningkatkan traksi dan stabilitas kendaraan, memperpanjang umur ban, mengurangi risiko keausan, serta meningkatkan efisiensi bahan bakar.

8. Turbo Compound

Proses pembakaran yang terjadi dalam mesin mobil akan menghasilkan gas buang dan energi panas. Sayangnya energi tersebut sering terbuang sia-sia. Namun, ada teknologi terkini yang bisa mengubah energi panas tersebut menjadi turbocompounding.

Teknologi tersebut mampu mengambil kembali energi dari gas buang. Energi yang sudah dipulihkan kemudian dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin. Energi dari turbin kemudian digunakan untuk memutar komponen lain seperti kompresor udara atau generator listrik

Penggunaan teknologi turbocompounding ini terbukti dapat meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar, mengurangi emisi gas buang, dan meningkatkan kinerja mesin mobil agar lebih optimal.


Adanya fitur automatic safety braking system, Sumber: tomtom.com

Adanya fitur automatic safety braking system, Sumber: tomtom.com

9. Pre Collision

Sesuai namanya, pre collision adalah sebuah sistem yang dipasang untuk mencegah terjadinya tabrakan. Jikapun kecelakaan tidak bisa dihindari maka sistem akan bekerja untuk meminimalisir dampak tabrakan.

Contoh mobil yang sudah dilengkapi dengan teknologi pre collision adalah Mercedez Benz dengan sistem PRE-SAFE. Sistem ini mampu mendeteksi potensi tabrakan melalui kalkulasi kecepatan, sudut kemudi, dan sensor-sensor di sekitar mobil. 

Setelah mendeteksi situasi berbahaya, dalam hitungan detik sistem secara otomatis akan mengencangkan sabuk pengaman, menyesuaikan ketinggian sandaran kepala, serta mengatur sudut sandaran kursi untuk memaksimalkan perlindungan penumpang. 

Itulah 9 fitur dan teknologi mobil terbaru yang hadir untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan dan kemudahan pada pengemudi. Simak terus informasi-informasi menarik lain seputar dunia otomotif hanya di SpeedPlus Otomotif.

Selain membagikan beragam informasi bermanfaat, Anda juga bisa mengikuti kursus otomotif di SpeedPlus Otomotif. Kelas yang tersedia diperuntukkan bagi teknisi atau pemilik bengkel yang ingin meningkatkan keahlian mereka di bidang otomotif.