Inilah Perbedaan Antara Sparepart Original vs KW

Inilah Perbedaan Antara Sparepart Original vs KW

Membicarakan tentang dunia otomotif, tentu saja tidak lepas dari sparepart. Baik untuk motor atau mobil, tentunya, seiring berjalannya waktu akan ada komponen yang rusak atau aus karena penggunaan yang intens. Mengingat harga sparepart yang cukup tinggi, maka timbullah dilema memilih sparepart original vs KW.

Nah, pemilihan sparepart ini sebenarnya tidak boleh sembarangan karena memiliki dampak yang cukup tinggi untuk performa ataupun keawetan sparepart itu sendiri. Bahkan, sparepart juga turut menentukan keamanan dari pengguna.

Apabila Anda salah pilih, maka bisa membuat kendaraan bisa mudah rusak atau bahkan membahayakan. Untuk itu, di artikel ini, kami akan membantu Anda membahas secara lengkap apa plus minus dari sparepart original dan KW. Cek pembahasannya, yuk!


Mengenal perbedaan sparepart original vs KW, Sumber: pexels.com

Mengenal perbedaan sparepart original vs KW, Sumber: pexels.com

Sparepart Original, Pentingkah?

Sparepart original merupakan suku cadang yang resmi karena diproduksi oleh pabrikan kendaraan. Semisal, untuk motor Yamaha, suku cadang originalnya adalah yang bermerek Yamaha Genuine Part. Begitu juga brand lainnya yang memiliki sparepart original masing-masing.

Ada beberapa kelebihan dari sparepart original, yakni:

  • Kualitas yang mumpuni karena dibuat dengan standar pabrikan yang tinggi. Sehingga, akan kompatibel dan presisi bagi kendaraan Anda.

  • Awet karena menggunakan bahan premium.

  • Lebih terjamin keamanannya dan minim risiko terjadinya rusak secara mendadak.

  • Ada garansi untuk kerusakan yang diakibatkan bukan karena kesalahan dalam pemakaian.

Meski begitu, sparepart original tentunya memiliki harga yang lebih mahal. Namun, ini bukan suatu masalah kalau memang kualitasnya lebih tinggi, bukan?

Lalu, Bagaimana dengan Sparepart KW?

Sparepart KW merupakan versi imitasi atau tiruan dari versi aslinya. Kebanyakan, kualitas dari versi KW-nya di bawah dari standar original pabrik. Namun, beberapa jenis sparepart KW memiliki kemiripan dengan versi originalnya.

Kelebihan dari sparepart KW, di antaranya:

  • Harganya lebih murah, bahkan bisa mencapai sepertiga atau setengah harga sparepart original.

  • Tersedia di bengkel atau toko online sehingga mudah didapatkan.

  • Ada banyak variasi model dan merek yang dapat dipilih.

Namun, sparepart KW juga mempunyai sejumlah kekurangan, seperti:

  • Kualitas yang tidak konsisten sehingga Anda harus lebih jeli dalam memilih merek yang tepat.

  • Mudah rusak karena kualitasnya di bawah standar.

  • Bisa membuat mesin jadi mudah aus, bahkan bisa membahayakan jika diterapkan pada elemen yang penting seperti rem.

  • Tanpa adanya garansi.

Mari Bandingkan Sparepart Original vs KW

Meski di poin sebelumnya telah dibahas perbedaan keduanya, tetapi akan kami tegaskan lagi dalam perbandingan di bawah ini:

1. Dari Aspek Kualitas

Pada aspek kualitas, tentu saja sparepart original lebih unggul, pasalnya, suku cadang tersebut terbuat dari material premium, lolos uji standar yang ketat, dan juga presisi untuk jenis kendaraan. Sedangkan sparepart KW menggunakan bahan seadanya, sering kali Anda akan mendapati bahan yang rapuh dan ringan sehingga menjadi mudah aus.

2. Harga

Sparepart original dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. Berbeda dengan sparepart KW yang lebih murah sehingga bisa menjadi penolong bagi kaum dengan budget yang minim. Namun pertanyaannya, apakah Anda mau mempertaruhkan keselamatan untuk selisih harga sekian rupiah?


Pentingnya menggunakan sparepart ori, Sumber: pexels.com

Pentingnya menggunakan sparepart ori, Sumber: pexels.com

3. Umur Pakai

Dari segi harga, sparepart KW memang unggul, tetapi tidak sebanding dengan harga yang harus dibayar untuk umur pakai yang sebentar. Biasanya, suku cadang KW lebih mudah rusak, penggunaannya hanya sekitar beberapa minggu sampai beberapa bulan.

Berbeda dengan umur pakai dari pengelolaan sparepart original yang bisa mencapai bulanan sampai tahunan. Jadi, Anda mau pilih yang mana?

4. Aspek Keamanan

Salah satu aspek yang harus Anda pertimbangkan matang-matang adalah keamanan berkendara. Pada sparepart original, Anda akan mendapatkan jaminan keamanan yang lebih tinggi karena berbagai faktor yang sudah disebutkan sebelumnya.

Untuk itu, sangat disarankan hanya memilih pengelolaan sparepart mobil atau motor original untuk komponen yang vital seperti suspensi, rem, hingga kampas kopling. Bayangkan jika Anda menggunakan sparepart KW yang mengandung risiko gagal fungsi yang sangat tinggi seperti rem yang mendadak blong.

5. Garansi

Pada sparepart original, terdapat jaminan garansi yang resmi dari pabrik, sedangkan suku cadang KW tidak ada garansi.

Risiko Jika Terus Menggunakan Sparepart KW

Banyak orang yang memilih sparepart KW karena harganya yang lebih murah, tetapi ada konsekuensi yang harus Anda tanggung atas pilihan tersebut, seperti:

  • Lebih boros karena mudah rusak, sehingga Anda harus mengeluarkan uang lagi dan lagi untuk mengganti sparepart tersebut,

  • Kerusakan secara domino yang artinya, komponen KW justru bisa merusak komponen yang lain. Seperti pada kampas rem KW yang justru akan membuat cakram jadi mudah tergerus.

  • Bahaya keselamatan karena sparepart KW bisa saja mengalami gagal fungsi saat berkendara yang jaminannya adalah nyawa pengendara.

Bedakan Sparepart Original vs KW

Dengan semakin maraknya penggunaan marketplace, tentu sparepart KW bertebaran di mana-mana. Bahkan, bisa saja Anda tertipu karena marketing yang meyakinkan. Untuk itu, perhatikan beberapa hal terlebih dahulu seperti kemasannya yang rapi dan tersegel secara resmi.

Biasanya, sparepart original memiliki kode khusus dan hologram. Harganya juga wajar, jika terlampau murah, bisa jadi itu KW. Biasanya, sparepart asli juga terdapat nomor seri yang jelas. Pastikan Anda cek terlebih dahulu.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, ada baiknya Anda membeli sparepart ori di toko resmi. Pastinya, lebih aman dan terjamin keasliannya.


Hindari penggunaan sparepart KW, Sumber: pexels.com

Hindari penggunaan sparepart KW, Sumber: pexels.com

Penutup

Mengenal sparepart adalah bagian yang penting dari kursus otomotif yang akan diajarkan di SpeedPlus Otomotif Jogja. Di sini, Anda akan mendapatkan tidak hanya ilmu saja, tetapi juga praktik langsung yang menjadikan Anda siap terjun ke industri atau membuka bengkel sendiri.

Yuk, cek ikon WhatsApp di pojok kanan bawah laman ini untuk mendapatkan informasi lebih lengkap!

Kenapa Servis AC Mobil Berkala Itu Penting? Cek 5 Alasannya Disini!

Kenapa Servis AC Mobil Berkala Itu Penting? Cek 5 Alasannya Disini!

Banyak orang beranggapan jika AC mobil adalah fitur pendukung kenyamanan semata sehingga perawatannya seringkali terabaikan. Padahal servis AC mobil berkala adalah langkah krusial yang tidak hanya menjaga kesejukan kabin. Tapi juga berperan penting dalam menjaga performa mobil dan keselamatan Anda.


Mengabaikan perawatan AC bisa berujung pada masalah yang lebih besar dan biaya servis AC mobil yang jauh lebih mahal. Debu, jamur, dan kotoran yang menumpuk di dalam sistem AC tak hanya membuat udara tidak sehat untuk dihirup. Namun juga merusak komponen vital seperti kompresor dan evaporator.


Jadi sebelum masalah datang, mari pahami bersama mengapa merawat AC mobil secara rutin adalah sebuah investasi cerdas. Artikel ini akan membahas tuntas alasan krusial yang membuat servis AC mobil secara berkala menjadi hal yang wajib dilakukan.


Pentingnya servis AC mobil berkala, Sumber: pexels.com

Pentingnya servis AC mobil berkala, Sumber: pexels.com

Jangan Disepelekan, Ini Pentingnya Servis AC Mobil Berkala

Apakah Anda termasuk salah satu orang yang sering mengabaikan perawatan AC mobil? Jika iya segera ubah kebiasaan ini. AC mobil bukan sekedar fitur kenyamanan, melainkan komponen penting yang mempengaruhi kinerja kendaraan.


Melakukan servis AC mobil secara berkala adalah investasi cerdas yang dapat menguntungkan Anda dalam jangka panjang. Ini dia beberapa alasan krusial mengapa Anda tidak boleh melewatkan perawatan AC mobil secara berkala.

1. Mencegah Kerusakan yang Lebih Serius

AC mobil terdiri dari berbagai komponen kompleks seperti kompresor, kondensor, evaporator, dan filter. Jika salah satu komponen ini bermasalah dampaknya bisa merambat ke bagian lain dan menyebabkan kerusakan lebih besar.


Misalnya kebocoran kecil pada selang freon akan menyebabkan kompresor bekerja lebih keras hingga akhirnya jebol. Dengan melakukan servis AC mobil berkala, jenis layanan bengkel akan mendeteksi masalah kecil sejak dini.


Hal ini tentu akan menghemat pengeluaran Anda secara signifikan di masa depan. Servis rutin juga memastikan semua komponen bekerja dengan optimal. Hal ini mampu menjadi langkah proaktif untuk menghindari mogoknya AC di tengah perjalanan.

2. Menjaga Kinerja AC Tetap Dingin

Seiring waktu kinerja AC mobil akan menurun. Hal ini bisa disebabkan karena berkurangnya jumlah freon, kotoran yang menumpuk di evaporator atau masalah pada kompresor. Akibatnya AC menjadi tidak dingin seperti semula.


Tentu saja berkendara di cuaca panas tanpa AC yang berfungsi maksimal akan sangat tidak nyaman. Servis AC mobil berkala akan mengembalikan performa AC kendaraan Anda ke kondisi optimal. Teknisi akan mengecek tekanan freon dan menambahkannya jika diperlukan.


Bahkan para teknisi juga akan membersihkan bagian evaporator dan kondensor dari debu atau kotoran yang bisa menghambat proses pendinginan. Hasilnya hembusan udara dari AC akan kembali terasa dingin dan segar.


Menjaga kinerja AC tetap dingin, Sumber: pexels.com

Menjaga kinerja AC tetap dingin, Sumber: pexels.com

3. Menghemat Bahan Bakar

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa kondisi AC yang buruk bisa meningkatkan konsumsi bahan bakar. Ketika AC tidak bekerja dengan efisien kompresor akan dipaksa bekerja lebih keras dan lebih lama untuk mencapai suhu yang diinginkan.


Hal ini tentu akan membebani mesin dan secara langsung meningkatkan penggunaan bahan bakar. Melakukan servis AC secara rutin akan memastikan bahwa semua komponen bekerja dengan efisien. Freon cukup, evaporator bersih dan kompresor berfungsi dengan optimal akan membuat sistem pendingin bekerja lebih ringan.


Kompresor tidak perlu bekerja ekstra yang berarti beban pada mesin juga akan ikut berkurang. Dengan AC yang efisien, konsumsi bahan bakar mobil Anda akan kembali normal. Penghematan ini mungkin tidak terasa signifikan dalam satu atau dua hari. Tetapi jika diakumulasikan dalam hitungan bulan Anda akan melihat perbedaan yang cukup besar.

4. Memperpanjang Umur Komponen AC

Komponen AC mobil sama halnya dengan bagian mekanis lainnya yang memiliki umur pakai. Tanpa adanya perawatan yang tepat, umur pakainya bisa jauh lebih pendek. Kurangnya pelumas pada kompresor, tekanan freon yang tidak stabil atau filter yang tersumbat dapat mempercepat keausan komponen-komponen ini.


Servis berkala memastikan setiap komponen bekerja dalam kondisi ideal. Teknisi akan memeriksa tekanan freon, mengganti oli kompresor jika diperlukan dan membersihkan bagian filter. Tujuannya untuk mengurangi beban pada komponen sehingga mereka bisa berfungsi dengan baik selama bertahun-tahun.


Merawat komponen AC secara rutin jauh lebih ekonomis dibanding menggantinya. Kompresor AC adalah salah satu komponen termahal. Dengan menjaga kondisinya tetap optimal, Anda bisa menghindari biaya penggantian yang sangat mahal dan membuat investasi awal pada mobil jadi lebih berharga.


Memperpanjang umur komponen AC, Sumber: pexels.com

Memperpanjang umur komponen AC, Sumber: pexels.com

5. Menjaga Udara Kabin Tetap Bersih dan Sehat

Udara yang dihirup di dalam kabin mobil tidak selalu bersih. Seiring waktu debu, jamur, dan bakteri dapat menumpuk di filter dan evaporator. Kondisi ini bisa menimbulkan bau tak sedap hingga menyebabkan masalah kesehatan seperti alergi, iritasi saluran pernafasan, atau asma. Terutama bagi penumpang yang sensitif.


Servis AC berkala termasuk pembersihan menyeluruh pada filter dan evaporator. Teknisi akan menggunakan cairan khusus untuk menghilangkan kotoran, jamur, dan bakteri yang menempel. Pembersihan ini sangat penting untuk memastikan udara yang dihembuskan AC steril dan bebas dari zat-zat berbahaya.


Berkat udara yang bersih Anda dan keluarga bisa bernafas dengan lega di dalam mobil. Hal ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan tetapi juga melindungi kesehatan. Udara yang segar dan bersih juga akan membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan.


Servis AC mobil berkala bukan sekedar pilihan, melainkan sebuah keharusan. Dengan merawat sistem pendingin secara rutin, Anda tidak hanya memastikan kenyamanan berkendara tapi juga menghemat biaya perbaikan, menjaga kesehatan, menghemat bahan bakar, hingga meningkatkan nilai jual mobil.


Alasan ini menegaskan jika perawatan AC adalah investasi yang cerdas dan menguntungkan. Di samping pemahaman tersebut, penguasaan ilmu otomotif juga merupakan salah satu poin penting untuk menjaga performa kendaraan Anda. Dengan mengikuti kursus otomotif Anda akan belajar mulai dari perawatan dasar hingga perbaikan yang lebih kompleks.

Waspadai 7 Penyebab Setir Mobil Berat dan Cara Mengatasinya

Waspadai 7 Penyebab Setir Mobil Berat dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda merasa kesulitan memutar kemudi saat mengendarai mobil? Setir mobil berat bukan hanya sekedar mengurangi kenyamanan berkendara tetapi juga bisa menjadi indikasi adanya masalah serius pada sistem kemudi.


Masalah ini tidak boleh dianggap remeh karena bisa membahayakan keselamatan Anda, terutama saat bermanuver di tikungan tajam atau ketika parkir. Sistem kemudi adalah salah satu komponen terpenting yang menghubungkan pengemudi dengan roda.


Ketika setir terasa berat artinya ada sesuatu yang menghambat kinerja sistem tersebut. Penyebabnya bisa bermacam-macam dari hal sepele seperti tekanan ban yang kurang hingga masalah teknis yang lebih kompleks dan mahal.


Waspada setir mobil yang berat, Sumber: pexels.com

Waspada setir mobil yang berat, Sumber: pexels.com

7 Penyebab Setir Mobil Berat dan Cara Mudah Mengatasinya

Mengenali penyebab setir mobil berat dan bunyi sejak dini adalah langkah penting untuk mencegah kecelakaan dan menghindari biaya perbaikan yang mahal. Berikut beberapa penyebab umum mengapa setir mobil Anda terasa berat dan cara mudah mengatasinya.

1. Masalah pada Tekanan Ban

Penyebab paling umum dari setir mobil yang terasa berat adalah tekanan angin ban yang tidak sesuai terutama jika ban depan kempes. Ban yang kempes akan memiliki kontak permukaan yang jauh lebih besar dengan jalan sehingga meningkatkan gesekan.


Gesekan extra ini akan membebani sistem kemudi dan membuat setir terasa berat saat diputar. Cara mengatasi setir mobil berat akibat masalah pada tekanan ban terbilang cukup mudah. Periksa tekanan angin pada keempat ban secara rutin minimal seminggu sekali.


Pastikan tekanan ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan yang biasanya tertera di stiker pada pilar pintu pengemudi atau buku manual. Jika terdapat ban yang kempes segera isi kembali anginnya.

2. Kekurangan Minyak pada Power Steering

Sistem power steering hidrolik sangat tergantung pada cairan khusus yang disebut sebagai minyak power steering untuk melumasi dan membantu meringankan putaran mesin. Jika volume minyak ini berkurang atau bahkan habis, sistem tidak akan bekerja dengan optimal.


Akibatnya Anda akan merasakan setir menjadi sangat berat seolah-olah fitur power steering tidak berfungsi sama sekali. Untuk mengatasinya periksa level minyak power steering di tangki penampungan. Pastikan levelnya berada di antara batas minimum dan maksimum.


Jika kurang segera tambahkan minyak power steering yang sesuai dengan spesifikasi mobil Anda. Apabila level minyak sering berkurang ada kemungkinan terjadi kebocoran pada sistem dan Anda harus segera membawanya ke berbagai jenis layanan bengkel mobil untuk diperiksa.

3. Pompa Power Steering Rusak

Pompa power steering adalah jantung dari sistem kemudi hidrolik. Pompa ini bertugas memompa minyak power steering dengan tekanan tinggi untuk meringankan putaran mesin. Ketika pompa ini mulai rusak atau tidak berfungsi, tekanan yang dihasilkan akan menurun.


Akibatnya Anda harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk memutar setir. Penyebab pompa rusak bisa bermacam-macam mulai dari keausan, kerusakan pada seal hingga masalah pada belt yang menggerakkannya.


Tanda-tanda lain dari kerusakan pompa adalah munculnya suara dengungan atau gerungan saat setir diputar. Jika Anda curiga pompa power steering bermasalah segera bawa mobil ke bengkel terpercaya untuk mendapatkan penanganan profesional.


Pompa power steering rusak, Sumber: pexels.com

Pompa power steering rusak, Sumber: pexels.com

4. Kerusakan pada Rack dan Pinion

Rack and pinion adalah komponen utama dari sistem kemudi. Fungsinya mengubah gerakan putar dari setir jadi gerakan linier untuk menggerakkan roda. Jika terjadi keausan pada komponen ini baik itu keausan pada gigi-gigi atau kebocoran seal maka setir mobil berat.


Kerusakan pada rack and pinion juga seringkali disertai suara gemeretak saat setir diputar. Proses perbaikan pada bagian rack and pinion umumnya membutuhkan pembongkaran sistem kemudi yang cukup rumit jadi tidak disarankan untuk dilakukan sendiri.


Teknisi umumnya akan mengevaluasi apakah komponen tersebut bisa diperbaiki atau harus diganti sepenuhnya. Hal ini tentu saja akan memakan biaya yang cukup besar. Jadi jika terdapat indikasi kerusakan pada bagian rack and pinion pastikan untuk segera membawa mobil Anda ke bengkel.

5. Kekeringan pada Ball Joint atau Tie Rod End

Ball joint atau tie rod end adalah komponen penting pada kaki-kaki mobil yang berfungsi untuk menghubungkan sistem kemudi dengan roda. Komponen ini membutuhkan pelumas yang baik agar pergerakannya lancar.


Jika pelumasnya kering atau sudah habis biasanya akan terjadi gesekan yang berlebihan, sehingga menyebabkan setir mobil berat. Untuk mengatasinya Anda perlu memeriksa kondisi ball joint dan tie rod end.


Jika melihat adanya retakan pada boot karet atau grease yang keluar itu bisa menjadi tanda pelumasnya sudah kering. Lakukan pelumasan ulang pada komponen-komponen ini atau jika sudah terlalu aus segera ganti dengan yang baru.

6. Masalah pada Sistem Elektronik untuk EPS

Mobil modern saat ini banyak yang menggunakan Electric Power Steering (EPS) yang tidak menggunakan minyak hidrolik. Sistem ini mengandalkan motor listrik dan sensor untuk membantu meringankan setir.


Jika setir mobil dengan sistem EPS terasa berat kemungkinan besar terdapat masalah pada bagian sensor modul kontrol atau motor listriknya. Mengatasi masalah pada sistem EPS memerlukan alat diagnosis khusus.


Umumnya lampu indikator power steering di dashboard akan menyala jika ada masalah pada sistem ini. Jadi bawa mobil Anda ke bengkel resmi atau bengkel yang memiliki alat diagnostik yang memadai untuk memeriksa dan memperbaiki kerusakan pada sistem EPS.


Terdapat masalah pada sistem elektronik untuk EPS, Sumber: pexels.com

Terdapat masalah pada sistem elektronik untuk EPS, Sumber: pexels.com

7. Ausnya Bearing Roda

Bearing roda adalah komponen vital yang memungkinkan roda berputar dengan bebas. Ketika bearing roda aus atau rusak perputarannya akan terhambat dan menjadi lebih berat. Meski dampaknya tidak langsung pada sistem kemudi hambatan ini akan merambat hingga setir. Membuatnya terasa lebih berat ketika Anda memutar setir, terutama saat kecepatan rendah.


Tanda-tanda bearing roda yang haus adalah munculnya suara berisik seperti dengungan dari arah roda, terutama saat mobil berjalan. Jika curiga bearing roda bermasalah segera periksa di bengkel. Penggantian bearing roda yang rusak sangat penting untuk keselamatan dan kelancaran putaran roda.


Setir mobil berat adalah masalah yang tidak boleh disepelekan. Dengan mengenali 7 penyebab utama dan cara mengatasinya, Anda tak hanya mengembalikan kenyamanan. Tapi juga mencegah kerusakan yang lebih serius. Jika ingin memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang dunia otomotif, mengikuti kursus profesional adalah pilihan tepat.


SpeedPlus Otomotif menyediakan berbagai layanan kursus otomotif yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Dengan bergabung bersama kami Anda akan semakin mahir dalam mendiagnosa dan memperbaiki masalah kendaraan, jadi pemilik mobil yang lebih handal dan terampil.

4 Cara Mengganti Kampas Rem Mobil yang Tepat dan Aman

4 Cara Mengganti Kampas Rem Mobil yang Tepat dan Aman

Kampas adalah komponen krusial dalam sistem keselamatan mobil. Fungsinya menciptakan gesekan untuk memperlambat dan menghentikan laju kendaraan. Seiring pemakaian kampas akan menipis dan perlu diganti. Mengganti kampas rem sendiri memang menghemat biaya, namun cara menggantikan kampas rem mobil harus dilakukan dengan benar dan hati-hati.

Kesalahan dalam mengganti kampas rem bisa berakibat fatal. Proses pemasangan yang kurang tepat dapat menyebabkan rem tidak berfungsi dengan baik hingga merusak komponen lainnya seperti cakram rem dan membahayakan nyawa.

Oleh sebab itu pastikan untuk tidak sembarangan dalam melakukan perbaikan kampas rem mobil. Dibutuhkan pengetahuan dasar, persiapan alat yang memadai serta langkah-langkah yang terstruktur dan aman.


Cara mengganti kampas rem mobil, Sumber: pexels.com

Cara mengganti kampas rem mobil, Sumber: pexels.com

Ciri Kampas Rem Mobil Habis

Sebagian besar pengemudi kurang memperhatikan kondisi kampas rem. Baru menyadari adanya masalah ketika pengereman terasa aneh dan muncul suara tak biasa. Padahal terdapat beberapa tanda jelas yang bisa dideteksi sejak dini untuk mencegah masalah yang lebih besar.

Dengan mengetahui ciri-ciri ini Anda bisa menjadwalkan penggantian kampas rem sebelum terlambat, menjaga efektifitas pengereman agar terhindar dari rem mobil blong, mengurangi biaya ganti kampas rem mobil yang mahal dan melindungi keselamatan Anda di jalan.

1. Bunyi Berdecit saat Mengerem

Ciri pertama adalah bunyi berdecit saat mengerem. Ini adalah tanda paling umum dan paling mudah dikenali ketika kampas rem sudah menipis. Banyak kampas rem modern dilengkapi dengan indikator keausan berupa potongan logam kecil. 

Ketika kampas rem menipis hingga mencapai batasnya, indikator ini akan bergesekan dengan cakram rem. Menghasilkan bunyi decitan atau gesekan nyaring saat rem diinjak. Jangan pernah mengabaikan bunyi ini. Bunyi berdecit merupakan peringatan dini yang disengaja oleh pabrikan agar Anda segera mengganti kampas rem.

2. Pedal Rem Terasa Lebih Dalam dan Empuk

Jika Anda merasa harus menekan pedal rem lebih dalam dari biasanya bisa jadi itu adalah ciri kampas rem sudah menipis. Ketika kampas rem menipis piston pada kaliper akan menempuh jarak yang lebih jauh untuk mendorong kampas agar menyentuh cakram.

Hal ini yang menyebabkan Anda merasakan sensasi pedal lebih dalam dan empuk. Fenomena ini biasanya disertai dengan respon pengereman yang lambat. Anda mungkin merasa mobil tidak berhenti secepat biasanya sehingga pengereman jadi lebih panjang.


Muncul bau hangus saat mengerem, Sumber: pexels.com

Muncul bau hangus saat mengerem, Sumber: pexels.com

3. Setir Mobil Bergetar saat Mengerem

Getaran pada setir saat Anda menginjak pedal rem adalah tanda serius. Getaran ini bisa menjadi indikasi bahwa permukaan kampas sudah tidak rata atau cakram rem sudah melengkung akibat panas berlebih.

Kampas rem yang sudah habis dan bergesekan langsung dengan cakram akan menghasilkan panas ekstrem yang bisa merusak cakram. Getaran ini jadi pertanda bahwa pengereman tidak merata di semua roda yang bisa menyebabkan mobil narik ke satu sisi saat mengerem.

4. Muncul Bau Hangus

Bau seperti karet terbakar atau bau hangus yang menyengat saat mengerem terutama setelah pengereman intens bisa menjadi indikasi kampas rem sudah habis. Bau ini muncul akibat gesekan terlebih antara kampas rem yang aus dengan cakram.

Panas yang dihasilkan sangat tinggi membakar material sisa pada kampas rem. Jika mencium bau ini segera hentikan kendaraan di tempat aman dan biarkan sistem pengereman mendingin. Setelah itu segera periksakan mobil Anda ke bengkel.

Cara Mengganti Kampas Rem Mobil Sendiri

Mengganti kampas rem mobil sendiri bisa jadi pilihan yang hemat biaya dan memuaskan jika Anda melakukannya dengan benar dan aman. Jadi simak panduan lengkap berikut ini agar Anda bisa mengetahui cara mengganti kampas rem mobil dengan tepat dan aman.

1. Persiapan Alat dan Bahan

Sebelum memulai pastikan semua alat dan bahan sudah tersedia. Dongkrak mobil, kunci roda, kunci pas atau kunci ring, obeng minus, tang, C-clamp dan kampas rem baru adalah perlengkapan yang perlu dipersiapkan. Pilih kampas rem yang berkualitas dan sesuai dengan spesifikasi pabrik Anda.

Kampas rem berkualitas buruk bisa cepat aus, merusak cakram dan yang paling penting mengurangi efektifitas pengereman. Selain itu siapkan juga alas roda atau balok kayu untuk menahan mobil agar tidak bergerak saat di dongkrak.

2. Proses Melepas Ban dan Kaliper

Longgarkan baut roda dengan kunci roda sebelum mendongkrak mobil. Setelah baut longgar, dongkrak mobil hingga roda terangkat dari permukaan tanah. Pasang balok pengganjal pada roda yang berlawanan untuk memastikan mobil tidak bergerak. Setelah itu lepaskan semua baut dan copot ban.

Anda akan melihat kaliper rem yang menempel pada cakram. Lepaskan baut kaliper dan jangan biarkan kaliper menggantung pada selang rem karena bisa merusak selang. Gantung kaliper dengan kawat atau letakkan di atas penyangga agar posisinya tetap aman.


Mengganti kampas rem yang aus, Sumber: pexels.com

Mengganti kampas rem yang aus, Sumber: pexels.com

3. Mengganti Kampas Rem yang Aus

Setelah kaliper lepas, Anda bisa melihat kampas rem lama yang menempel di kedua sisi cakram. Lepaskan kampas rem lama dan perhatikan posisinya agar tidak salah saat memasang kampas rem baru. 

Pada tahap ini bersihkan area di sekitar cakram dan kaliper dari debu dan kotoran menggunakan sikat kawat. Sebelum memasang kampas rem baru, tekan piston kaliper ke dalam. Gunakan C-clamp untuk menekan piston secara perlahan hingga masuk sepenuhnya.

Piston harus didorong masuk agar kampas rem baru yang lebih tebal bisa terpasang dengan pas. Setelah piston tertekan, pasang kampas rem baru pada dudukannya dengan posisi yang sama seperti saat Anda melepaskannya.

4. Perakitan Kembali dan Pengujian

Setelah kampas rem terpasang, pasang kembali kaliper pada dudukannya dan kencangkan baut-bautnya dengan benar. Pastikan semua baut terpasang kencang dan aman. Pasang kembali ban mobil dan kencangkan bautnya menggunakan kunci roda secara menyilang.

Turunkan dongkrak secara perlahan hingga ban menyentuh tanah lalu kencangkan semua baut roda sekali lagi. Setelah semua terpasang hal terpenting yang tidak boleh dilupakan adalah memompa pedal rem beberapa kali. 

Pompa pedal rem beberapa kali hingga terasa keras untuk mengembalikan posisi piston kapiler dan memastikan kampas rem menempel dengan sempurna pada cakram. Tanpa langkah ini rem tidak akan berfungsi saat pertama kali Anda injak. Setelah semua proses selesai, lakukan test drive singkat di area yang aman dan sepi.

Mengetahui cara mengganti kampas rem mobil secara mandiri adalah keterampilan yang cukup bermanfaat. Namun selalu utamakan ketepatan dan keselamatan. Dengan mengikuti setiap langkah dalam panduan ini Anda tidak hanya menghemat biaya tapi juga memastikan sistem pengereman mobil berfungsi optimal.

Jika ingin meningkatkan keahlian lebih jauh untuk merawat mobil, mengikuti kursus otomotif adalah langkah tepat. Dengan menguasai ilmu otomotif Anda bisa melakukan berbagai perawatan rutin sendiri, mendeteksi masalah lebih dini dan pada akhirnya mengurangi biaya perawatan mobil secara signifikan.

Mesin Mobil Overheat? Lakukan 7 Langkah Ini Segera!

Mesin Mobil Overheat? Lakukan 7 Langkah Ini Segera!

Melihat indikator suhu mesin pada dasbor mobil merangkak naik hingga ke batas merah adalah skenario paling menakutkan bagi setiap pengemudi. Kondisi mesin mobil overheat atau panas berlebih bukan masalah sepele yang bisa diabaikan.


Jika dibiarkan, panas berlebih ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada komponen vital mesin mobil. Mulai dari kepala silinder yang melengkung, paking kepala silinder bocor, hingga kerusakan permanen pada blok mesin.


Tentu saja perbaikan karena penyebab mesin mobil overheat bisa sangat mahal dan memakan waktu. Oleh sebab itu penting bagi Anda untuk bertindak cepat dan tepat begitu menyadari terdapat masalah dengan suhu mesin.


Mengatasi mesin mobil yang overheat, Sumber: pexels.com

Mengatasi mesin mobil yang overheat, Sumber: pexels.com

7 Langkah Sederhana Atasi Mesin Mobil Overheat

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa tanda mesin overheat adalah masalah serius yang bisa merusak komponen mesin mobil. Overheating dapat disebabkan oleh berbagai faktor termasuk kekurangan cairan pendingin kerusakan pada termostat atau masalah pada sistem radiator. Lakukan beberapa langkah ini segera ketika mobil mengalami overheat.

1. Matikan Mesin Kendaraan Sesegera Mungkin

Langkah pertama yang perlu Anda ambil adalah mematikan mesin kendaraan sesegera mungkin setelah menyadari adanya tanda-tanda overheating. Baik itu indikator suhu yang menunjukkan level tinggi atau uap yang keluar dari bagian kap mesin.


Meski terkesan sederhana namun mematikan mesin terbilang cukup efektif untuk membantu mencegah kerusakan lebih lanjut pada komponen internal seperti silinder kepala atau gasket. Selain mematikan mesin biarkan mobil dalam keadaan diam selama beberapa menit.


Hal ini bertujuan memberikan waktu bagi mesin untuk mendingin. Selain itu perlu diingat jangan langsung membuka bagian kap mesin. Sebab uap panas dapat keluar dan berpotensi membahayakan diri Anda sendiri.

2. Buka Kap Mesin dengan Hati-Hati

Setelah beberapa saat Anda bisa membuka kap mesin dengan hati-hati. Usahakan untuk membukanya secara perlahan dan waspadai kemungkinan uap panas yang keluar. Ventilasi yang baik dapat membantu mengurangi resiko terbakar.


Periksa kondisi mesin secara visual. Pastikan tidak ada kebocoran cairan dan perhatikan apakah terdapat bagian yang tampak rusak atau terbakar. Jika melihat tanda-tanda kerusakan sebaiknya jangan mencoba untuk mengemudikan mobil dan cari bantuan profesional.

3. Cek Level Cairan Pendingin

Setelah membuka bagian kap mesin, langkah selanjutnya adalah memeriksa level cairan pendingin. Level cairan yang rendah dapat menyebabkan mesin mengalami overheat. Apabila levelnya kurang dari yang seharusnya Anda perlu menambahkannya.


Namun usahakan untuk selalu menggunakan cairan pendingin yang sesuai dengan spesifikasi mobil Anda. Pastikan untuk tidak membuka tutup radiator saat mesin panas karena dapat menyebabkan semburan cairan yang berbahaya. Tunggu hingga mesin benar-benar dingin sebelum menambahkan cairan pendingin.


Memeriksa level cairan pendingin, Sumber: pexels.com

Memeriksa level cairan pendingin, Sumber: pexels.com

4. Periksa Sistem Radiator

Sistem radiator merupakan komponen penting yang berfungsi untuk mendinginkan mesin. Cek bagian radiator untuk memastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan. Apabila Anda menemukan kebocoran segera cari solusi untuk memperbaikinya.


Selain itu periksa juga bagian kipas radiator. Sebab bagian kipas yang tidak berfungsi dengan baik hanya akan menyebabkan mesin menjadi lebih cepat panas. Pastikan kipas berputar saat mesin menyala dan jika tidak berputar periksa bagian sambungan listriknya atau bawa ke bengkel untuk diperiksa lebih lanjut.

5. Cek Bagian Thermostat

Thermostat yang mengalami kerusakan hanya akan menyebabkan masalah serius pada sistem pendingin. Bagian thermostat yang mengalami kemacetan pada posisi tertutup, cairan pendingin tidak akan mengalir ke radiator sehingga menyebabkan mesin mobil overheat.


Untuk memeriksa thermostat Anda mungkin perlu melepasnya dan menguji fungsinya. Jika thermostat tidak berfungsi dengan baik ganti dengan yang baru. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa sistem pendingin berfungsi optimal dan mesin tidak akan mengalami overheat di kemudian hari.

6. Periksa Bagian Selang dan Konektor

Selain beberapa hal di atas selang dan konektor pada bagian sistem pendingin juga harus diperiksa. Sebab selang yang mengalami kebocoran atau kendor akan mengakibatkan kehilangan cairan pendingin yang membuat mesin menjadi overheating. Periksa apakah ada tanda-tanda kerusakan seperti retakan atau kebocoran.


Jika Anda menemukan masalah pada bagian selang segera ganti dengan yang baru. Pastikan juga semua bagian konektor terpasang dengan baik dan tidak ada kebocoran. Hal ini terbilang cukup penting untuk menjaga tekanan sistem pendingin agar tetap stabil dan mencegah overheat.


Periksa selang dan konektor pada bagian sistem pendingin, Sumber: pexels.com

Periksa selang dan konektor pada bagian sistem pendingin, Sumber: pexels.com

7. Segera Hubungi Mekanik Profesional

Jika setelah melakukan semua langkah di atas mesin kendaraan Anda masih tetap mengalami masalah segera hubungi mekanik profesional. Masalah overheating ini bisa menjadi indikasi adanya kerusakan serius pada bagian mesin dan membutuhkan penanganan ahli.


Mekanik akan melakukan diagnosa lebih mendalam untuk menemukan penyebab masalah dan memberikan solusi yang tepat. Jangan menunda-nunda untuk mencari bantuan karena mengemudikan mobil dalam keadaan overheating dapat menyebabkan kerusakan yang lebih parah dan biaya perbaikan yang jauh lebih tinggi.

SpeedPlus Otomotif, Partner Terbaik untuk Tingkatkan Skill Otomotif Anda

Menghadapi mesin mobil overheat memang situasi yang mengkhawatirkan. Namun dengan 7 langkah cepat yang telah dibahas sebelumnya Anda bisa mencegah kerusakan fatal dan menjaga kendaraan tetap aman.


Ingat respon yang tenang dan tepat waktu adalah kunci utama. Jangan pernah mengabaikan indikator suhu mesin karena deteksi dini dan tindakan sigap dapat menyelamatkan Anda dari biaya perbaikan yang jauh lebih besar.


Memahami cara kerja sistem pendingin dan tanda-tanda masalah adalah bekal penting bagi setiap pemilik mobil. Jika Anda tertarik untuk mendalami lebih jauh seluk-beluk dunia otomotif termasuk cara kerja mesin dan sistem pendingin, SpeeePlus Otomotif adalah pilihan tepat.


Kami menyediakan jasa kursus otomotif dengan berbagai pilihan paket yang siap membantu Anda untuk memahami lebih jauh dunia otomotif. Berkat pengetahuan yang memadai Anda akan lebih percaya diri dalam merawat mobil dan mengatasi berbagai masalah, termasuk overheating secara mandiri.

5 Tips Ampuh Merawat Bagasi Mobil Supaya Awet

5 Tips Ampuh Merawat Bagasi Mobil Supaya Awet

Bagasi mobil jadi area yang paling terlupakan dalam hal perawatan. Padahal fungsinya cukup vital untuk menyimpan barang bawaan. Jika tidak dirawat dengan baik bagasi bisa menjadi sarang debu, bau tak sedap, hingga jamur. Merawat bagasi mobil agar tetap bersih dan awet sebenarnya tidaklah sulit, tapi dampaknya sangat besar untuk kenyamanan.


Merawat bagasi bukan hanya sekedar membersihkannya dari kotoran. Tetapi juga melibatkan perlindungan terhadap material dasar bagasi. Dengan sedikit perhatian ekstra Anda bisa memastikan bahwa bagasi mobil tetap berfungsi optimal, bersih, dan tampak seperti baru dalam jangka waktu lama.


Tips jitu merawat bagasi mobil, Sumber: pexels.com

Tips jitu merawat bagasi mobil, Sumber: pexels.com

Sering Terlupakan, Ini Tips Mudah Merawat Bagasi Mobil

Jika tidak dirawat dengan baik bagasi mobil bisa menjadi kotor, bau, atau bahkan rusak. Secara tidak langsung akibatnya kenyamanan berkendara bisa terganggu dan nilai jual mobil pun menurun drastis.


Oleh sebab itu penting bagi Anda untuk mengetahui berbagai cara merawat bagasi mobil dengan baik dan benar agar tetap berfungsi optimal. Ini dia beberapa langkah sederhana yang bisa diikuti untuk merawat bagasi agar tetap awet.

1. Bersihkan Bagian Bagasi Mobil Secara Rutin

Kebersihan adalah kunci utama dalam merawat bagasi mobil. Usahakan untuk membersihkan bagian bagasi secara rutin setidaknya seminggu sekali. Keluarkan semua barang dalam bagasi termasuk karpet atau alas bagasi.


Gunakan vacuum cleaner untuk membersihkan debu, kotoran, dan sisa-sisa makanan yang mungkin tertinggal. Jika terdapat noda membandel, gunakan cairan pembersih khusus interior mobil dan lap menggunakan kain bersih. Setelah dibersihkan, biarkan bagasi terbuka selama beberapa saat agar udara segera masuk dan menghilangkan bau tak sedap.


Anda juga bisa menggunakan pengharum ruangan khusus mobil untuk memberikan aroma yang lebih segar. Namun pastikan baunya tidak terlalu kuat agar tidak mengganggu kenyamanan penumpang. Meski sederhana namun hal ini juga bermanfaat untuk membantu mencegah timbulnya jamur dan bakteri yang bisa merusak material bagasi.

2. Hindari Meletakkan Barang Basah atau Kotor di Bagasi

Barang-barang basah atau kotor seperti payung, sepatu berlumpur, dan pakaian kotor sebaiknya tidak langsung diletakkan dalam bagasi. Sebab kelembaban dari barang basah bisa memicu pertumbuhan bakteri dan karat. Selain itu, kotoran dari barang-barang tersebut juga akan menempel dan sulit dihilangkan.


Jika terpaksa harus membawa barang basah atau kotor, bungkus terlebih dahulu dengan plastik atau wadah kedap air. Selain itu hindari meletakkan makanan dan minuman yang mudah tumpah. Sebab tumpahan dapat meninggalkan noda yang sulit dihilangkan dan menimbulkan bau tidak sedap.


Jika membawa makanan atau minuman, pastikan wadahnya tertutup rapat dan letakkan di tempat yang aman agar tidak mudah tumpah. Dengan menghindari meletakkan barang basah atau kotor di bagasi, Anda bisa mencegah kerusakan dan menjaga kebersihannya.

3. Perhatikan Batas Beban Bagasi

Setiap mobil memiliki batas maksimal yang diperbolehkan untuk bagasi. Memuat barang melebihi batas maksimal bisa menyebabkan kerusakan pada suspensi mobil dan membahayakan keselamatan berkendara. Periksa buku manual mobil Anda untuk mengetahui batas beban maksimal dan usahakan tidak memuat barang melebihi batas tersebut.


Jika Anda sering membawa barang berat di bagasi, pertimbangkan untuk modifikasi mobil dengan menggunakan suspensi yang lebih kuat atau memasang peredam kejut tambahan. Hal ini bertujuan untuk membantu menjaga stabilitas mobil dan mencegah kerusakan pada suspensi.


Selain itu pastikan barang-barang yang Anda bawa di bagasi tertata dengan rapi dan tidak mudah bergeser saat mobil bergerak. Sebab barang yang bergeser bisa mengganggu keseimbangan mobil dan membahayakan keselamatan berkendara.


Perhatikan batas beban bagasi, Sumber: pexels.com

Perhatikan batas beban bagasi, Sumber: pexels.com

4. Gunakan Alas Bagasi yang Tepat

Alas bagasi berfungsi sebagai pelindung dasar dari kotoran, goresan, dan tumpahan cairan. Pilih alas bagasi yang terbuat dari bahan kuat, tahan air, dan mudah dibersihkan. Alas bagasi berbahan karet atau plastik umumnya lebih tahan lama dan mudah dibersihkan dibanding alas bagasi berbahan kain.


Pastikan alas yang dipilih sesuai dengan ukuran bagasi mobil Anda agar terpasang dengan pas dan tidak mudah bergeser. Selain melindungi dasar bagasi, alas ini juga membantu merapikan barang bawaan Anda.


Sebab terdapat beberapa jenis alas yang dilengkapi dengan kantong atau sekat untuk menyimpan barang-barang kecil seperti peralatan darurat, perlengkapan cuci mobil atau botol minum. Dengan menggunakan alas bagasi yang tepat, Anda bisa menjaga kebersihan dan kerapian bagian tersebut.

5. Lindungi Bagasi dari Sinar Matahari Langsung

Sinar matahari langsung bisa menyebabkan warna interior bagasi memutar dan materialnya menjadi getas. Jika mobil sering diparkirkan di tempat terbuka, gunakan penutup bagasi atau kaca film untuk melindunginya dari sinar matahari langsung.


Penutup bagasi bisa membantu mengurangi paparan sinar matahari dan menjaga suhu di dalamnya tetap stabil. Selain itu hindari meletakkan barang-barang yang mudah rusak akibat panas di dalamnya. Baik itu elektronik, kosmetik, atau obat-obatan.


Jika terpaksa membawa barang-barang tersebut, bungkus dengan kain atau letakkan di dalam wadah yang terlindungi dari panas. Melindunginya dari sinar matahari juga termasuk salah satu tips merawat bagasi mobil agar masa pakainya lebih lama.


Lindungi bagasi dari sinar matahari langsung, Sumber: pexels.com

Lindungi bagasi dari sinar matahari langsung, Sumber: pexels.com

Tingkatkan Skill Otomotif Anda Bersama Kami

Merawat bagasi mobil adalah investasi kecil namun mampu memberikan dampak besar. Dengan menerapkan beberapa tips di atas, Anda tidak hanya menjaga bagasi tetap bersih dan bebas bau, tetapi juga memperpanjang usianya dari keausan dan kerusakan.


Bagasi yang terawat akan selalu siap menampung barang bawaan Anda, menjadikan setiap perjalanan lebih praktis dan menyenangkan. Bagi Anda yang ingin mendalami lebih jauh dunia otomotif mulai dari perawatan bagasi hingga seluk-beluk mesin dan komponen lainnya, SpeedPlus Otomotif hadir sebagai partner terbaik.


Sebagai tempat kursus otomotif terpercaya, kami siap membantu Anda meningkatkan skill dan pemahaman tentang kendaraan baik untuk kebutuhan pribadi maupun profesional. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi lebih mahir dalam merawat mobil. Kunjungi website kami sekarang juga dan tingkatkan skill Anda di dunia otomotif.

4 Jenis Air Radiator Mobil yang Beredar di Pasaran

4 Jenis Air Radiator Mobil yang Beredar di Pasaran

Merawat sistem pendingin mobil adalah kunci utama menjaga performa mesin dan mencegah overheating. Komponen krusial dalam sistem ini adalah air radiator. Air radiator bukan air biasa. Terdapat berbagai jenis air radiator yang beredar di pasaran. Masing-masing memiliki formula dan fungsi spesifik yang dirancang khusus untuk melindungi mesin.


Memahami perbedaan berbagai macam air radiator terbilang cukup penting agar Anda tidak salah pilih dan justru merusak komponen mobil kesayangan. Pentingnya memilih air radiator yang tepat tidak bisa dianggap remeh. Sebab setiap produsen umumnya merekomendasikan jenis cairan pendingin spesifik yang cocok untuk material komponen di mesinnya.


Oleh sebab itu sebelum memutuskan mengganti atau menambahkan air radiator, ada baiknya kenali lebih jauh tentang jenis-jenisnya. Artikel ini akan membahas berbagai macam air radiator yang umumnya beredar di pasaran.


Mengenal berbagai jenis air radiator mobil, Sumber: pexels.com

Mengenal berbagai jenis air radiator mobil, Sumber: pexels.com

Apa Itu Air Radiator Mobil?

Air radiator atau yang sering disebut juga sebagai coolant adalah cairan khusus yang berfungsi untuk menjaga suhu kendaraan tetap stabil. Saat mesin bekerja, proses pembakaran menghasilkan panas tinggi.


Jika panas ini tidak dikelola dengan baik maka mesin bisa mengalami overheat dan berpotensi merusak komponen-komponen penting di dalamnya. Air radiator berperan penting dalam menyerap panas berlebih dari mesin dan memindahkannya ke radiator di mana panas tersebut dilepaskan ke utara.


Selain berfungsi sebagai pendingin, air radiator juga memiliki peran lain yang tak kalah penting. Cairan ini mengandung aditif yang membantu mencegah korosi pada bagian dalam mesin. Korosi dapat terjadi akibat reaksi kimia antara logam mesin dan cairan pendingin.


Singkatnya air radiator adalah komponen vital dalam mesin pendingin kendaraan. Tanpa air radiator yang cukup dan berkualitas, mesin beresiko mengalami overheat hingga kerusakan serius. Jadi penting untuk memahami fungsi air radiator, memiliki jenis yang tepat dan melakukan perawatan rutin untuk memastikan sistem pendingin bekerja optimal.

Jenis Air Radiator yang Umum Digunakan

Terdapat berbagai jenis air radiator yang tersedia di pasaran, masing-masing memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri. Memahami perbedaan jenis-jenis ini akan membantu Anda memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan kendaraan. Ini dia berbagai macam air radiator yang umum ditemukan.

1. Air Pendingin Biasa

Meski mudah ditemukan dan harganya cukup terjangkau, namun air biasa bukanlah pilihan ideal yang bisa digunakan sebagai cairan pendingin radiator. Mengapa demikian? Sebab air biasa memiliki titik didih yang rendah sehingga mudah menguap pada suhu tinggi.


Selain itu air biasa juga dapat menyebabkan karat dan korosi pada komponen mesin. Penggunaan air biasa dalam jangka panjang akan merusak sistem pendingin dan menyebabkan masalah serius di kemudian hari.

2. Air Pendingin Coolant Biasa

Jenis radiator coolant biasa ini diformulasikan khusus untuk menyerap panas dan mencegah korosi atau karat pada material logam. Radiator coolant biasa memiliki titik didih yang lebih tinggi dibandingkan air biasa.


Jadi lebih efektif dalam menjaga suhu mesin agar tetap stabil. Namun jenis ini mungkin tidak cocok untuk digunakan pada kendaraan dengan performa tinggi atau yang sering digunakan dalam kondisi ekstrem.


Kondisi kap mobil yang dibuka, Sumber: pexels.com

Kondisi kap mobil yang dibuka, Sumber: pexels.com

3. Air Pendingin Super Coolant

Jenis air radiator selanjutnya yang umum digunakan adalah super coolant. Radiator super coolant memiliki titik didih yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan air radiator coolant biasa. Jadi jenis ini jauh lebih efektif dalam menyerap panas dari mesin.


Cocok untuk kendaraan dengan performa tinggi atau yang sering digunakan dalam kondisi berat. Sebelum mulai digunakan biasanya air radiator super coolant akan dicampur dengan air dengan perbandingan tertentu, misalnya 50 banding 50.

4. Air Pendingin Antifreeze & Coolant Protection

Antifreeze & coolant protection hampir mirip dengan radiator super coolant. Jenis air radiator yang satu ini memiliki kemampuan yang cukup efektif untuk membantu mencegah pembekuan pada suhu rendah dan mencegah overheating pada suhu tinggi.


Antifreeze & coolant protection ideal untuk kendaraan yang beroperasi di daerah iklim ekstrim di mana suhu dapat berubah secara drastis. Sama halnya dengan radiator super coolant jenis ini juga perlu dicampur dengan air sebelum digunakan.

Cara Merawat Radiator agar Awet dan Terhindar Overhead

Radiator, salah satu komponen penting dalam sistem pendingin mesin. Fungsinya menjaga suhu mesin tetap stabil dan mencegah overheat. Merawat radiator mobil cukup penting untuk menjaga performa mesin dan mencegah kerusakan lebih serius. Ini dia beberapa tips perawatan yang bisa diikuti.

1. Periksa Volume Cairan Radiator Secara Rutin

Cairan radiator berfungsi untuk menjaga stabilitas temperatur mesin. Volume cairan yang kurang dapat menyebabkan overheat. Jadi pastikan untuk selalu memeriksa volume cairan pada tangki cadangan radiator secara berkala. Jika volume berkurang segera tambahkan cairan pendingin yang sesuai.

2. Gunakan Air Radiator yang Tepat

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika air radiator memiliki titik didih lebih tinggi dibandingkan air biasa. Lain halnya dengan air keran, mengandung mineral yang dapat menyebabkan korosi dan kerak pada radiator. Jadi penting untuk mencampurkan coolant dengan air bersih sesuai dengan rekomendasi pabrikan mobil.

3. Periksa Katup Tutup Radiator

Tutup radiator berfungsi untuk menjaga tekanan dalam sistem pendingin agar tetap stabil. Jadi selalu periksa karet pada tutup radiator jika terlihat keras, retak, atau rusak segera ganti dengan yang baru. Tutup radiator harus tertutup rapat untuk mencegah kebocoran cairan coolant.


Periksa volume cairan radiator secara rutin, Sumber: pexels.com

Periksa volume cairan radiator secara rutin, Sumber: pexels.com

4. Periksa Klem dan Selang Radiator

Tips selanjutnya adalah memeriksa kondisi selang radiator secara berkala. Pastikan tidak ada retakan kebocoran atau kerusakan lainnya. Pastikan juga klem terpasang dengan kuat untuk mencegah kebocoran. Usahakan untuk segera mengganti selang yang sudah terlihat rapuh atau bocor.

5. Hindari Beban Berlebih pada Mobil

Meski terkesan sederhana ternyata menghindari beban berat juga termasuk salah satu tips merawat radiator. Sebab beban berlebihan menyebabkan mesin bekerja lebih keras dan menghasilkan panas lebih banyak. Jadi hindari membawa muatan yang melebihi kapasitas maksimum mobil Anda.


Memilih jenis air radiator yang tepat adalah investasi untuk menjaga kesehatan dan performa mobil dalam jangka panjang. Setiap jenisnya dirancang khusus untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap korosi, overheating, dan pembekuan.


Bagi Anda yang ingin memahami lebih jauh tentang seluk-beluk perawatan mobil termasuk sistem pendingin dan komponen vital lainnya, mengikuti kursus otomotif adalah langkah terbaik yang bisa ditempuh. Bekal ilmu yang mumpuni Anda bisa merawat kendaraan sendiri dengan lebih baik dan bijak.

6 Ciri Knalpot Mobil Bocor yang Wajib Dipahami agar Tidak Menyebabkan Masalah

6 Ciri Knalpot Mobil Bocor yang Wajib Dipahami agar Tidak Menyebabkan Masalah

Komponen dalam mobil memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi. Salah satu yang harus Anda perhatikan adalah bagian knalpot. Pasalnya, part ini merupakan komponen yang penting pada sistem pembuangan kendaraan. Jika terdapat ciri knalpot bocor, sudah saatnya Anda melakukan service di bengkel terdekat.

Fungsi dari knalpot adalah mengeluarkan gas hasil pembakaran mesin serta dapat meredam suara yang dihasilkan. Karena peran pentingnya ini, maka Anda harus selalu aware terhadap permasalahan komponen tersebut. Apabila sudah mulai terjadi kebisingan sampai kerusakan mesin serius, maka sudah saatnya Anda berkonsultasi ke tempat service terpercaya.

Selain ciri tersebut, ada ciri lain yang perlu Anda ketahui agar permasalahan bisa segera ditangani. Apa saja itu, yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!


Ciri knalpot mobil bocor, Sumber: pexels.com

Ciri knalpot mobil bocor, Sumber: pexels.com

Mengenal Bagian Knalpot Mobil

Ada beberapa komponen knalpot mobil, mulai dari pipa knalpot, manifold, resonator, dan muffler. Fungsi dari pipa knalpot adalah menyalurkan gas buang dari manifold ke muffler. Sedangkan manifold berfungsi sebagai pengumpul gas buang dari semua silinder mesin.

Lain halnya dengan muffler yang dapat meredam suara dari gas buang. Terakhir, ada resonator yang memiliki fungsi dalam mengurangi getaran serta kebisingan knalpot. Semua bagian dalam knalpot mobil akan saling bekerja sama untuk memberikan performa terbaik sehingga gas buang bisa terbuang sempurna tanpa ada suara yang terlalu mengganggu.

Apa yang Terjadi saat Knalpot Mobil Bocor? Ini Dia Tanda-Tandanya!

Yang perlu Anda waspadai ketika knalpot bocor adalah suara bising yang mengganggu, merusak lingkungan, hingga performa mesin yang menurun. Maka dari itu, selalu cek bagaimana kondisi knalpot Anda secara berkala. Jika terjadi ciri-ciri ini, maka artinya, knalpot Anda mengalami kebocoran. Berikut penjelasannya:

1. Perubahan Performa Mesin

Apabila knalpot mengalami kebocoran, otomatis, performa mobil juga akan menurun. Bisa saja mobil terasa kurang bertenaga, selain itu sulit juga untuk disetel dengan kecepatan yang tinggi. Penyebabnya adalah tekanan balik gas buang yang kurang optimal.

2. Suara yang Keluar Jadi Lebih Bising

Salah satu ciri yang paling mudah untuk dikenali ketika knalpot mobil bocor yakni suara yang muncul akan lebih bising ketimbang biasanya. Bahkan, suaranya bisa terdengar layaknya desingan keras atau suara ledakan.


Suara yang muncul lebih bising dari biasanya, Sumber: pexels.com

Suara yang muncul lebih bising dari biasanya, Sumber: pexels.com

3. Terdapat Getaran yang Tidak Normal

Knalpot yang mengalami kebocoran bisa membuat mobil bergetar secara tidak normal. Biasanya, getaran akan terasa pada bagian pedal gas maupun bawah mobil.

4. Terjadi Kerusakan di Komponen Lainnya

Apabila knalpot mengalami kebocoran, maka bisa membuat kerusakan di komponen lainnya pada sekitar knalpot. Mulai dari catalytic converter maupun manifold.

5. Aroma Menyengat dari Gas Buang

Apabila terdapat aroma yang cukup menyengat di dalam atau sekitar mobil, maka ini bisa jadi ciri knalpot mobil bocor. Aroma yang masuk pada kabin mobil bahkan bisa menyebabkan masalah kesehatan yang cukup fatal.


Terdapat aroma yang cukup menyengat di dalam atau sekitar mobil, Sumber: pexels.com

Terdapat aroma yang cukup menyengat di dalam atau sekitar mobil, Sumber: pexels.com

6. Tanda Visual

Anda juga perlu memeriksa adanya tanda-tanda kebocoran secara visual. Anda bisa memperhatikan adanya lubang, retakan, maupun bagian yang berkarat pada knalpot tersebut.

Penyebab Knalpot Mobil Mengalami Kebocoran

Selain mengetahui apa saja ciri knalpot mobil bocor, Anda juga harus tahu apa saja yang menyebabkan knalpot mengalami kebocoran. Dengan begitu, Anda bisa melakukan antisipasi. Berikut penjelasannya:

  • Kualitas bahan knalpot yang rendah bisa lebih rentan dari kerusakan maupun kebocoran.

  • Proses pemasangan knalpot yang kurang tepat bisa membuat kebocoran terutama pada sambungan di antara berbagai bagian knalpot.

  • Kerusakan fisik karena gesekan dengan benda lain ataupun benturan pada knalpot bisa menyebabkan kebocoran.

  • Knalpot mobil mempunyai usia pakai tertentu. Semakin lama digunakan, maka knalpot akan mengalami korosi dan kerusakan karena getaran maupun panas dari mesin.

Cara Mengatasi Knalpot Mobil yang Bocor

Apabila knalpot Anda terdapat tanda-tanda kebocoran, maka segera lakukan beberapa cara mengatasi knalpot mobil bocor berikut ini:

  • Memperbaiki sambungan yang bocor dengan mengencangkan bautnya. Atau, bisa juga dengan mengganti paking yang mengalami kerusakan.

  • Lakukan pemeriksaan knalpot secara rutin agar mengetahui apabila terdapat kebocoran atau kerusakan.

  • Mengganti dengan knalpot yang rusak apabila terdapat kerusakan yang parah.

  • Membawanya ke bengkel jika Anda tidak bisa memperbaikinya sendiri atau tidak yakin dengan masalah yang terjadi. Pertimbangkan biaya perbaikan knalpot mobil bocor yang semakin tinggi jika kerusakan semakin parah.

Kesimpulan

Itulah penjelasan lengkap mengenai ciri-ciri knalpot mobil bocor. Jika kendaraan Anda mengalami hal tersebut, maka bisa mengikuti tips yang telah diberikan pada poin sebelumnya. Agar kebocoran knalpot bisa diminimalisir, maka Anda bisa melakukan perawatan rutin, menggunakan bahan bakar yang berkualitas, dan melakukan pengecekan secara berkala.

Jika Anda ingin upgrade pengetahuan dan skill memperbaiki bagian mobil, maka bisa mengikuti kursus otomotif di SpeedPlus Otomotif. Selama dua semester, Anda akan dibimbing untuk memiliki pengetahuan dan kemampuan praktik langsung pada berbagai hal yang penting dalam dunia otomotif.

Kursus di SpeedPlus Otomotif memiliki banyak keuntungan dan fasilitas terbaik seperti staf pengajar yang berpengalaman, adanya laboratorium untuk praktik langsung, perpustakaan otomotif, bursa kerja, dan magang kerja.

Tentunya dengan semua fasilitas tersebut, Anda bisa mendapatkan kemampuan yang cukup untuk bekerja di industri otomotif ataupun membuka bengkel secara mandiri. Dengan biaya yang terjangkau, Anda sudah bisa mendapatkan semua ilmu dan fasilitas yang sangat bermanfaat.

Untuk itu, segera hubungi SpeedPlus Otomotif melalui ikon WhatsApp di pojok kanan bawah laman ini! Yuk, segera bergabung dengan kursus otomotif terbaik di Jogja!

7 Cara Jitu Mengatasi Rem Mobil Blong yang Bisa Dilakukan

7 Cara Jitu Mengatasi Rem Mobil Blong yang Bisa Dilakukan

Cara mengatasi rem mobil blong memang menjadi informasi yang sangat krusial. Pasalnya, rem blong merupakan kondisi yang sangat berbahaya. Sebab, rem blong bisa menyebabkan kecelakaan yang sangat serius. Kondisi ini terjadi apabila sistem pengereman tidak bisa berfungsi dengan optimal. Pengemudi pun tidak bisa mengendalikan laju kendaraan dengan baik.

Penyebab rem mobil yang blong sangat beragam. Namun, umumnya dikarenakan masalah teknis ataupun kesalahan pengemudi ketika menggunakan rem. Kondisi ini memang sangat berbahaya. Namun, Anda bisa mengatasinya dengan cara yang akan kami bagikan pada artikel ini.

Ketika rem blong, Anda tidak perlu panik berlebihan. Tetaplah tenang dan ikuti cara berikut. Jika Anda panik, ini justru bisa membuat situasi yang Anda hadapi semakin buruk. Nah, apabila rem mobil Anda ternyata tidak mampu dikendalikan, maka ikuti cara yang akan dibahas di bawah ini!


Cara mengatasi rem mobil blong, Sumber: pexels.com

Cara mengatasi rem mobil blong, Sumber: pexels.com

Jangan Panik, Ini Cara Mengatasi Rem Mobil Blong yang Benar!

Berikut informasi lengkap mengenai beberapa cara yang dapat Anda lakukan jika rem mobil tiba-tiba mengalami blong. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Memompa Pedal Rem Beberapa Kali

Pertama, Anda harus memompa pedal rem beberapa kali. Ini bertujuan agar tekanan hidrolik pada sistem rem terbangun kembali. Anda perlu menekan pedal rem dengan kuat dan cepat beberapa kali. Jika berhasil, maka tekanan hidrolik akan kembali. Selanjutnya, rem bisa berfungsi lagi.

2. Menggunakan Rem Tangan

Apabila setelah memompa pedal rem, Anda tidak juga berhasil, maka bisa coba memakai rem tangan. Silahkan tarik tuas rem tangan dengan pelan dan bertahap. Namun, Anda tidak disarankan untuk menarik rem tangan tiba-tiba. 

Sebab, ini justru bisa membuat mobil tergelincir atau berputar. Menarik tuas rem tangan harus dilakukan perlahan dengan tujuan untuk memperlambat laju mobil bertahap.

3. Menurunkan Gigi Mobil

Apabila mobil yang digunakan, masih memakai transmisi manual, maka cara selanjutnya adalah dengan menurunkan gigi kendaran dengan bertahap. Apabila Anda ada di gigi 5, maka turunkan perlahan-lahan ke gigi 4, lalu ke gigi 3, dan begitu seterusnya. Tujuan dari cara ini adalah memanfaatkan engine brake (pengereman mesin) sehingga laju mobil bisa diperlambat.

4. Mengarahkan Mobil pada Tempat yang Aman

Apabila memungkinkan, Anda perlu mengarahkan mobil pada tempat yang aman. Misalnya seperti area kosong pada pinggir jalan ataupun bahu jalan. Anda tidak boleh mengarahkan mobil pada jalur berlawanan ataupun pada area yang ramai. Sehingga, tidak terjadi tabrakan dengan pejalan kaki maupun kendaraan yang lain.


Mengarahkan mobil pada tempat yang aman, Sumber: pexels.com

Mengarahkan mobil pada tempat yang aman, Sumber: pexels.com

5. Memanfaatkan Rintangan yang Ada di Sekitar

Apabila tidak terdapat tempat aman untuk mengarahkan mobil, maka manfaatkan rintangan yang ada di sekitar Anda. Misalnya tembok, pagar, maupun tumpukan ban. Rintangan ini dapat menghentikan laju mobil secara otomatis. Akan tetapi, pastikan melakukannya dengan hati-hati serta tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

6. Mematikan Mesin Mobil

Apabila cara-cara tersebut tidak ada yang berhasil, maka Anda bisa mematikan mesin mobil dengan segera. Sehingga, tenaga yang dihasilkan mesin akan hilang, mobil pun bisa melambat secara otomatis. Akan tetapi, ketika mematikan mesin mobil, maka power brake dan power steering tidak akan berfungsi. Untuk mengendalikan mobil, Anda membutuhkan tenaga ekstra.

7. Meminta Bantuan Orang Lain

Apabila Anda tidak bisa mengatasi situasi ini, maka mintalah bantuan pada orang lain. Anda dapat memberi isyarat pada pengendara mobil atau motor yang lain untuk membantu Anda serta menghubungi layanan darurat.


Manfaatkan rintangan yang ada di sekitar, Sumber: pexels.com

Manfaatkan rintangan yang ada di sekitar, Sumber: pexels.com

Apa yang Menyebabkan Rem Mobil Blong?

Cara mengatasi rem mobil blong memang sangat penting untuk diketahui. Namun, Anda juga harus paham apa penyebabnya. Sehingga, dengan tahu penyebabnya, Anda bisa mengantisipasi hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Ada beberapa penyebab rem blong, berikut penjelasannya:

  • Kampas rem aus sehingga tidak bisa memberi gesekan yang cukup. Dengan begitu, laju mobil tidak dapat dihentikan secara optimal.

  • Kebocoran pada minyak rem yang membuat tekanan hidrolik pada sistem pengereman akan berkurang. Rem pun tidak bisa berfungsi dengan maksimal.

  • Masalah pada master silinder (wheel cylinder) bisa membuat tekanan hidrolik pada sistem pengereman berkurang.

  • Cairan rem yang kotor mengakibatkan korosi pada komponen pengereman. Rem pun tidak bisa berfungsi dengan baik.

  • Kesalahan pengemudi yang menginjak pedal rem terlalu sering dan dengan tekanan yang kuat sehingga bisa menyebabkan rem menjadi blong.

Bagaimana Mencegah Rem Blong?

Agar rem blong bisa diantisipasi dengan baik, maka Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Melakukan perawatan secara rutin pada sistem pengereman.

  • Mengganti kampas rem dengan teratur sesuai rekomendasi pabrikan.

  • Jangan menginjak pedal rem terlampau keras.

  • Menggunakan cairan rem yang berkualitas tinggi sesuai spesifikasi mobil.

  • Memeriksa tekanan ban dengan teratur.

Kesimpulan

Rem mobil yang blong merupakan kondisi yang meskipun berbahaya tetapi bisa diatasi. Asalkan Anda tenang dalam menghadapinya. Penting juga bagi Anda untuk mengetahui penyebab serta mencegah hal tersebut terjadi.

Materi-materi tentang cara mengatasi rem mobil blong dapat Anda pelajari secara intens pada kursus otomotif di SpeedPlus Otomotif. Di sini, Anda bisa mendapatkan materi sekaligus praktik langsung program 1 tahun untuk mempelajari tentang mobil dan berbagai komponennya.

Selama dua semester, Anda akan merasakan pengalaman sekaligus pengetahuan baru dan mendalam mengenai cara mengatasi masalah-masalah permobilan. Output-nya adalah Anda siap untuk bekerja di bengkel secara profesional atau bahkan membuka usaha mobil sendiri. 

Yuk, segera daftarkan diri Anda pada kursus otomotif terbaik di Yogyakarta melalui webchat yang tersedia di pojok kanan bawah laman ini!

10 Jenis Suku Cadang Mobil yang Perlu Diperhatikan untuk Rutin Diganti

10 Jenis Suku Cadang Mobil yang Perlu Diperhatikan untuk Rutin Diganti

Jika Anda memiliki mobil, maka hal yang paling wajib dilakukan adalah mengganti suku cadang tertentu secara berkala. Pasalnya, ada beberapa jenis suku cadang yang harus diganti dalam jangka waktu tertentu supaya bisa berfungsi dengan baik. Tak hanya itu saja, hal tersebut bisa menjaga keamanan dari kendaraan ketika digunakan.

Perawatan mobil memang tidak sederhana. Jika Anda mengabaikan hal tersebut, maka imbasnya adalah adanya risiko tinggi pada kendaraan. Nah, supaya performa mobil Anda tetap optimal dalam jangka waktu yang panjang, maka pastikan untuk mengganti beberapa jenis suku cadang mobil yang akan dibahas secara lengkap pada artikel di bawah ini!


Mengenal berbagai jenis suku cadang mobil, Sumber: pexels.com

Mengenal berbagai jenis suku cadang mobil, Sumber: pexels.com

Jenis Suku Cadang Mobil yang Harus Diganti Secara Berkala

Berikut telah kami rangkum berbagai jenis suku cadang mobil yang perlu diganti untuk membuat performanya menjadi semakin optimal:

1. Filter Udara

Sparepart pertama yang perlu diperhatikan untuk diganti dalam jangka waktu tertentu adalah filter udara. Benda ini memiliki fungsi untuk menyaring udara yang masuk pada ruang bakar. Filter udara ini berbeda dengan sistem AC mobil.

Apabila filter udara kotor, maka aliran udara yang masuk ke mesin akan terhambat sehingga bisa mengurangi performa mesin dan efisiensi bahan bakar. Sebaiknya, Anda ganti filter udara setiap perjalanan 15.000 sampai 30.000 km. Akan tetapi, bisa juga dibersihkan lebih sering apabila kendaraan digunakan pada daerah yang berdebu.

2. Kampas Rem

Salah satu komponen yang memiliki peran vital dalam keselamatan berkendara adalah kampas rem. Jika suku cadang ini aus, maka bisa menyebabkan pengereman tidak bisa terjadi dengan baik. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengganti kampas rem setiap perjalanan 30.000 sampai 70.000 km tergantung kondisi jalan dan gaya berkendara yang Anda gunakan.

3. Busi (Spark Plug)

Busi merupakan sparepart yang sangat penting pada sistem pengapian. Jika busi kotor atau aus, maka mesin akan sulit menyala, sehingga dampaknya adalah bahan bakar meningkat dan performa menurun. Anda dapat mengganti penggunaan busi pada jarak 20.000 sampai 40.000 km. Namun, busi dengan jenis platinum atau iridium akan memiliki masa pakai yang lebih lama.

4. Oli Mesin dan Filter Oli

Oli mesin memiliki fungsi sebagai pelumas serta bisa menjaga mesin agar tetap dingin serta bisa mengurangi gesekan antara satu komponen dengan komponen lainnya. Oli mesin akan kehilangan kualitas dalam jangka waktu tertentu sehingga perlu diganti. Anda dapat melakukan penggantian setiap perjalanan 5.000 sampai 10.000 km tergantung jenis oli yang digunakan.

Tak hanya itu saja, Anda juga perlu mengganti filter oli karena fungsinya juga cukup krusial yakni menyaring kotoran pada oli supaya tidak masuk pada mesin. Ketika mengganti oli, Anda juga bisa sekaligus mengganti filternya supaya performa mesin bisa semakin maksimal.


Bagian oli mobil, Sumber: pexels.com

Bagian oli mobil, Sumber: pexels.com

5. Timing Belt atau Timing Chain

Suku cadang adalah hal yang patut diperhatikan dengan baik. Salah satunya adalah timing belt yang merupakan bagian dari mobil yang fungsinya mengatur sinkronisasi antara poros nok dan poros engkol. Apabila timing belt mengalami kerusakan, maka berpengaruh pula pada kerusakan serius pada mesin. Anda dapat mengganti timing belt setiap 60.000 sampai 100.000 km.

6. Aki

Sumber daya listrik yang utama pada kendaraan adalah aki. Penggunaannya bisa optimal selama 2 sampai 5 tahun tergantung jenisnya. Ciri-ciri aki sudah melemah adalah mesin sulit untuk menyala. Selain itu, lampu kendaraan juga akan meredup. Harga sparepart mobil yang satu ini cukup tinggi, sehingga Anda perlu menabung terlebih dahulu.

7. Shock Absorber

Fungsi dari shock absorber adalah menyerap guncangan ketika Anda sedang berkendara sehingga perjalanan jadi lebih nyaman. Ketika jenis suku cadang yang satu ini mengalami aus, maka kendaraan akan terguncang lebih keras ketika digunakan. 

Oleh sebab itu, gantilah shock absorber setiap jarak 80.000 sampai 100.000 km. Anda juga bisa menggantinya lebih cepat apabila ada tanda kerusakan seperti kebocoran pada oli.

8. Ban Mobil

Ban mobil tentu saja jadi suku cadang yang perlu diganti secara berkala karena bersentuhan langsung dengan jalanan. Ban yang tidak rata atau aus akan mengurangi traksi sehingga risiko kecelakaan juga semakin meningkat.

Jika ketebalan ban sudah di bawah 1,6 mm maka sudah saatnya untuk diganti. Anda juga bisa menggunakan patokan jarak untuk menggantinya. Anda dapat mulai mengganti ban pada jarak 40.000 sampai 80.000 km tergantung pada kondisi jalanan dan kualitas ban yang digunakan.


Ban mobil, Sumber: pexels.com

Ban mobil, Sumber: pexels.com

9. Radiator dan Cairan Pendingin

Suhu mesin akan tetap stabil jika radiator bekerja dengan baik. Begitu juga cairan pendingin yang bisa mencegah korosi serta menjaga efisiensi pendinginan. Maka dari itu, dua cairan tersebut bisa diganti secara berkala. Umumnya, cairan pendingin dapat diganti 2 sampai 3 tahun sekali.

10. Lampu Kendaraan

Lampu kendaraan terdiri dari lampu belakang, depan, dan juga lampu sein. Semua bagian tersebut harus diperiksa secara rutin. Anda juga perlu mengganti lampu yang sudah mati atau redup. Sehingga keamanan berkendara bisa terjaga dengan baik karena visibilitasnya juga jelas, terlebih untuk Anda yang sering berkendara di malam hari.

Kesimpulan

Itulah beberapa jenis suku cadang yang perlu diganti secara rutin agar performa kendaraan jadi semakin optimal. Untuk mendapatkan pengetahuan tentang perbengkelan secara lengkap, maka Anda bisa mengikuti kursus otomotif di SpeedPlus Otomotif.

Di tempat ini, Anda akan mendapatkan pelatihan otomotif selama dua semester. Materi yang diberikan sangat lengkap. Mulai dari dasar otomotif, kelistrikan, mobil bensin, mobil diesel, accessories mobil, dan sebagainya. Bahkan, Anda juga akan mendapatkan pelatihan manajemen perbengkelan untuk membuka usaha bengkel.

Yuk, segera daftar kursus di SpeedPlus Otomotif dengan klik ikon “hubungi kami” pada pojok kanan bawah laman ini.