11 Bagian Body Mobil yang Wajib Anda Pahami

11 Bagian Body Mobil yang Wajib Anda Pahami

Salah satu hal yang membuat sebagian besar orang menyukai sebuah mobil adalah bentuk desainnya. Terutama pada bagian body mobil yang terlihat begitu mewah dan mempesona. Bahkan tak jarang beberapa produsen juga menambahkan berbagai fitur unggulan pada produknya.


Body mobil sendiri merupakan salah satu komponen utama yang akan membentuk struktur serta penampilan dari sebuah kendaraan. Oleh sebab itu jika Anda mengaku pecinta otomotif maka sebaiknya pahami juga bagian-bagian body yang ada pada sebuah mobil.


Mengenal bagian body mobil, Sumber: hyundai.com

Mengenal bagian body mobil, Sumber: hyundai.com

Mengenal Bagian Body Mobil yang Membuat Penampilan Terlihat Menawan

Dengan memahami beberapa bagian-bagiannya maka Anda akan lebih mudah untuk mengenali kendaraan. Sehingga mudah memahami ketika akan ikut serta pada kursus otomotif. Nah di bawah ini ada penjelasan singkat tentang bagian-bagian body mobil. 

1. Chassis

Chassis merupakan bagian kerangka atau struktur dasar pada sebuah mobil. Peran kerangka sendiri sangatlah penting yakni untuk menopang keseluruhan komponen lain mobil. Sesuai dengan kegunaannya, bahan material chasis terkenal kokoh serta tahan lama. 

Pada umumnya chasis atau kerangka dibuat menggunakan bahan berupa baja dan alumunium. Sedangkan untuk fungsi utama dari bagian body mobil satu ini yaitu memberikan kekuatan serta kestabilan pada mobil.

2. Panel Body

Berikutnya ada panel body. Panel body sendiri adalah bagian luar mobil yang mana terdiri dari berbagai macam jenis panel. Diantaranya adalah kap mesin, pintu, kap bagasi, dan body mobil. 

Panel body memiliki fungsi untuk memberikan perlindungan sekaligus menjadikan penampilan terlihat estetik. Bagian ini bahkan biasanya dilengkapi dengan aksesoris eksterior mobil tambahan. Seperti spoiler yang berguna untuk meningkatkan performa.

3. Windshield atau Kaca Depan

Windshield dikenal dengan kaca pada bagian depan mobil. Fungsi adalah memberikan keamanan, karena dapat melindungi para pengemudi serta penumpang dari angin, debu, serta hujan. 

Anda sebagai pemilik kendaraan juga disarankan untuk selalu menjaga kebersihan dan kejernihan dari windshield. Pasalnya kaca bagian depan yang bersih akan membuat visibilitas saat mengemudi jadi tetap optimal.

4. Lampu Depan dan Belakang

Bagian body mobil yang satu ini memang terlihat kecil dan sederhana daripada ornamen lainnya. Meski begitu perannya termasuk penting. Terutama untuk masalah pencahayaan dari mobil itu sendiri.

Lampu depan memiliki fungsi untuk menerangi jalanan yang ada di depan mobil ketika malam hari atau pada kondisi cuaca buruk. Lampu belakang berfungsi untuk memberikan tanda kepada pengemudi yang sedang berada di belakang mobil. 

Lampu ini menjadi informasi visual bagi para pengemudi di belakang mobil untuk aksi yang akan Anda lakukan. Seperti berbelok kanan atau kiri dan berhenti. Jadi selalu pastikan lampu-lampu pada mobil selalu dalam kondisi baik serta berfungsi dengan baik guna keamanan dan kenyamanan dalam berkendara.

5. Pintu dan Jendela

Bagian mobil lainnya yang tidak kalah penting adalah pintu dan jendela. Kedua hal ini menjadi bagian yang memungkinkan para pengemudi dan penumpang untuk masuk dan keluar dari mobil. 

Anda juga perlu selalu memastikan jika pintu dan jendela pada mobil berfungsi secara baik. Hal ini termasuk pada sistem kunci dan kaca jendela yang mana dapat dioperasikan dengan lancar.


Bagian pintu dan jendela mobil, Sumber: carmudi.co.id

Bagian pintu dan jendela mobil, Sumber: carmudi.co.id

6. Spion

Anda sepertinya juga sudah tidak asing lagi dengan bagian body mobil yang satu ini. Ya kaca kecil yang berada di bagian samping depan ini merupakan bagian yang memungkinkan para pengemudi untuk melihat ke belakang mobil. 


Setidaknya pada sebuah mobil terdapat spion dalam mobil dan spion luar. Kedua jenis spion ini juga dapat diatur posisinya. Sama halnya dengan bagian lainnya, spion harus selalu dipastikan dalam kondisi baik sehingga memberikan pandangan jelas dari belakang mobil.

7. Bumper

Selanjutnya ada bumper. Bumper sendiri merupakan bagian dari body mobil yang terletak di bagian depan dan belakang mobil. Fungsi bumper yakni untuk melindungi mobil dari benturan.

Benturan yang dimaksud adalah benturan dengan skala ringan. Bumper pada umumnya terbuat dari bahan fleksibel. Misalnya saja plastik atau karet. Tujuan penggunaan bahan tersebut adalah agar bumper bisa menyerap energi benturan dengan baik.

8. Kap Mesin

Hood atau dikenal dengan sebutan kap mesin merupakan bagian dari body mobil yang mana dapat dibuka. Dengan membuka bagian ini Anda bisa melihat mesin dan komponen-komponen lain yang ada di dalamnya.

Selain itu kap mesin juga memiliki fungsi untuk memberikan pelindung pada mesin dari elemen yang bisa mengurangi performanya. Misalnya saja adalah cuaca dan debu. Pada sebagian jenis mobil biasanya ada baut dan pegas untuk menjaga hood tetap terkunci dengan benar.

9. Atap Mobil

Atap pada mobil memiliki fungsi untuk melindungi penumpang dari hujan, panas terik matahari, serta beberapa pengaruh cuaca lainnya. Biasanya ada beberapa jenis atap seperti atap tetap, atap yang bisa dilipat atau convertible, serta atap sunroof yang dapat dibuka.

10. Bagasi

Selanjutnya ada bagasi. Bagasi pada umumnya adalah bagian body mobil yang terletak di bagian belakang dan berfungsi untuk menyimpan barang bawaan. Sedangkan untuk kapasitasnya akan bergantung pada setiap jenis kendaraan. Bisa besar bisa juga kecil.


Bagian bagasi mobil, Sumber: otomotif.kompas.com

Bagian bagasi mobil, Sumber: otomotif.kompas.com

11. Fender

Fender merupakan bagian body yang melingkupi roda. Fungsi dari fender sendiri yakni untuk memberikan perlindungan terhadap percikan kerikil serta debu yang mana terlempar oleh roda ketika mobil sedang bergerak. Fender dari setiap mobil juga mempunyai desain berbeda.

Di atas tadi adalah beberapa bagian body mobil yang perlu untuk Anda ketahui. Pasalnya ketika memahami fungsi dari masing-masing maka Anda bisa memberikan perawatan yang tepat pada setiap bagian. Sehingga nantinya mobil tetap dalam kondisi baik dan aman.

Waspada Rem Mobil Blong, Inilah 7 Penyebabnya!

Waspada Rem Mobil Blong, Inilah 7 Penyebabnya!

Penting bagi setiap pengemudi untuk memahami penyebab di balik terjadinya rem mobil yang blong agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat. Dalam artikel ini, kita akan merinci berbagai faktor yang dapat menyebabkan rem mobil blong.


Ketika kita duduk dibalik kemudi dan merasakan ketenangan saat mengemudi, kepercayaan diri terletak pada seberapa baik sistem pengereman kendaraan berfungsi. Namun, terkadang  terdapat momen yang cukup menegangkan, yaitu ketika rem tiba-tiba terasa tidak responsif.


Atau parahnya rem mobil menjadi “blong”. Kondisi ini bukan hanya membuat pengemudi khawatir, tetapi juga menghadirkan ancaman serius terhadap keselamatan. Maka kali ini mari kita eksplorasi bersama apa saja penyebab rem mobil blong.


Penyebab rem mobil blong, Sumber: otomotif.kompas.com

Penyebab rem mobil blong, Sumber: otomotif.kompas.com

7 Penyebab Rem Mobil Blong

Ketika kita berbicara tentang keselamatan berkendara, fungsi rem mobil menjadi unsur krusial yang tidak bisa diabaikan. Rem yang baik bukan hanya tentang kemampuan untuk menghentikan kendaraan, tetapi juga tentang keamanan pengendara dan penumpang. 


Namun, bagaimana ketika pengemudi mengalami kondisi dimana rem mobil tiba-tiba terasa "blong" atau kehilangan daya cengkeram. Apa penyebabnya? Mari kita simak bersama, supaya dapat diketahui cara memperbaiki rem mobil blong.

1. Kebocoran Sistem Hidrolik

Salah satu penyebab umum rem mobil blong adalah kebocoran pada sistem hidrolik rem. Sistem ini menggunakan cairan rem untuk mentransmisikan tekanan dan menggerakkan komponen-komponen rem. 


Kondisi kebocoran dapat terjadi ketika terjadi kerusakan pada saluran-saluran atau komponen-komponen sistem hidrolik. Jika ada kebocoran, tekanan cairan akan menurun, menyebabkan rem kehilangan daya cengkram yang efektif.


Pentingnya pemeliharaan rutin dan pemeriksaan berkala sistem hidrolik tidak dapat diabaikan. Kondisi yang cepat diidentifikasi dan diperbaiki dapat mencegah kebocoran dan menjaga kinerja rem, dan tentu memberikan keamanan dan ketenangan selama perjalanan.

2. Penggunaan Cairan Rem yang Tidak Sesuai

Penggunaan cairan rem yang tidak sesuai dengan rekomendasi produsen dapat menjadi  salah satu penyebab potensial dari kondisi rem mobil blong. Cairan rem yang salah dapat menyebabkan ketidakstabilan pada sistem dan mempengaruhi performa rem.


Salah satu masalah umum adalah perbedaan titik didih. Cairan rem yang tidak sesuai dapat memiliki titik didih yang lebih rendah, menyebabkan penguapan cairan lebih cepat selama pemakaian intensif, seperti saat mengemudi dalam kondisi lalu lintas berat atau di perbukitan.

 

Penting bagi Anda untuk selalu menggunakan cairan rem yang direkomendasikan oleh produsen kendaraan atau sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Pemilihan cairan rem yang tepat dapat memastikan kinerja rem yang optimal dan mencegah risiko rem mobil blong.

3. Pad Rem yang Aus atau Tidak Efektif

Pad rem yang aus atau tidak efektif adalah salah satu penyebab umum terjadinya kondisi rem blong pada kendaraan. Termasuk juga kampas rem habis. Pad rem berfungsi sebagai komponen yang berkontak langsung dengan cakram atau drum untuk memperlambat atau menghentikan putaran roda kendaraan. 


Keausan pad rem dapat menyebabkan lapisan gesek pada permukaan pad menjadi tipis. Akibatnya, daya cengkeram pad pada cakram atau drum menjadi berkurang, dan kendaraan memerlukan jarak pengereman yang lebih panjang. 


Penting untuk menjaga kondisi pad rem dengan melakukan pemeriksaan berkala. Pada umumnya, produsen kendaraan merekomendasikan penggantian pad rem setelah mencapai ketebalan tertentu. 


Dengan memahami kondisi pad rem dan menggantinya sesuai rekomendasi, pengemudi dapat mencegah terjadinya rem mobil yang blong. Pemeliharaan yang baik pada sistem pengereman merupakan langkah penting untuk keamanan.


Ilustrasi kampas rem mobil, Sumber: seva.id

Ilustrasi kampas rem mobil, Sumber: seva.id

4. Overheating atau Pemanasan Berlebih

Pemanasan berlebih pada sistem rem selama penggunaan yang intens dapat menyebabkan rem blong. Overheating dapat merusak komponen-komponen rem dan membuatnya kehilangan efektivitasnya.


Pencegahan overheating melibatkan penggunaan sistem pengereman yang dirancang dengan baik. Sistem pendingin rem yang efisien, penggunaan cairan rem yang tepat, dan pengereman yang sesuai dengan kondisi jalan adalah faktor pencegah overheating.

5. Penyusutan Karet Selang Rem

Penyusutan karet selang rem adalah salah satu faktor yang dapat menyebabkan kondisi rem blong pada kendaraan. Selang rem berfungsi sebagai saluran pengantaran cairan rem dari master cylinder ke komponen rem seperti kaliper atau silinder roda.


Penyusutan karet selang rem dapat mengurangi kemampuan selang untuk merespons tekanan. Hal ini dapat menyebabkan ketidakmampuan sistem pengereman untuk mempertahankan tekanan yang diperlukan untuk operasi pengereman yang efektif, mengakibatkan rem blong.


Pemeliharaan yang baik, termasuk pemeriksaan berkala pada selang rem, dapat membantu mendeteksi tanda-tanda penyusutan atau kerusakan sejak dini. Penggantian selang rem yang aus atau rusak dapat mencegah risiko rem blong.

6. Master Cylinder Bermasalah

Master cylinder berperan penting dalam mentransmisikan tekanan dari pedal rem ke sistem rem. Jika master cylinder bermasalah, seperti kebocoran atau aus, rem dapat kehilangan daya cengkeram.


Master cylinder bermasalah dapat menjadi penyebab serius dari kondisi rem mobil blong. Master cylinder merupakan komponen utama dalam sistem pengereman hidrolik, bertugas untuk menghasilkan dan mentransmisikan tekanan cairan rem ke komponen lain. 


Pemeriksaan berkala pada master cylinder selama pemeliharaan rutin dapat membantu mendeteksi potensi masalah sejak dini. Jika ditemukan tanda-tanda masalah pada master cylinder, perbaikan segera diperlukan untuk mencegah terjadinya rem blong.


Rem mobil yang blong dapat menyebabkan kecelakaan, Sumber: lifepal.co.id

Rem mobil yang blong dapat menyebabkan kecelakaan, Sumber: lifepal.co.id

7. Ketidakseimbangan Sistem Rem

Ketidakseimbangan antara rem depan dan belakang dapat menyebabkan rem mobil blong. Pastikan sistem rem seimbang dan bekerja secara proporsional untuk menghindari kehilangan daya cengkram yang tiba-tiba.


Memperbaiki ketidakseimbangan pada sistem rem penting untuk menjaga keamanan berkendara dan mencegah rem blong yang dapat menyebabkan kecelakaan. Rutin melakukan pemeriksaan pada sistem rem serta komponennya dapat membantu mencegah masalah ini.


Penting untuk diingat bahwa jika Anda mengalami gejala rem blong, segera periksakan kendaraan Anda ke bengkel terpercaya. Mengatasi masalah rem dengan cepat adalah langkah penting dalam menjaga keselamatan selama berkendara. 


Di sisi lain apakah Anda tipe orang yang suka dengan modifikasi kendaraan? Bukan hal yang salah, selama Anda tetap memperhatikan hal-hal penting dan memodifikasi sesuai dengan spesifikasi kendaraan Anda.


Untuk itu, Anda bisa mengikuti kursus otomotif dulu, sebelum memodifikasi kendaraan Anda. SpeedPlus merupakan lembaga kursus otomotif yang akan melatih Anda untuk menjadi teknisi handal yang mengerti segala permasalahan pada kendaraan.