8 Komponen Mesin Mobil yang Wajib Dipahami, Biar Tidak Gampang Dibohongi Bengkel

Blok Silinder, sumber : supercar.id



Dari sekian banyak pemilik mobil, hanya beberapa orang saja yang benar-benar memahami apa yang ada di balik kap mesin. Sehingga, saat mobil masuk ke bengkel, mereka hanya bisa mengiyakan apa yang disarankan oleh teknisinya. Maka dari itu, Anda harus tahu apa saja komponen mesin mobil sehingga Anda tidak perlu membayar mahal atau tertipu oleh bengkel yang tidak bertanggung jawab.

Memahami komponen mesin mobil bukan hal yang terlampau rumit. Jika Anda tahu fungsi masing-masing bagian, maka Anda dapat memahami penjelasan mekanik sehingga tidak mudah dibohongi. Melalui artikel ini, Anda akan diajak memahami komponen mobil dan fungsinya. Tak perlu khawatir karena penjelasan menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami!

Mesin Mobil, sumber Otosia.com


Pengetahuan Dasar Jenis-Jenis Komponen Mesin Mobil

Berikut telah kami rangkum informasi mengenai jenis komponen mesin mobil yang perlu Anda ketahui:

1. Blok Mesin atau Engine Block

Blok mesin merupakan bagian utama pada mesin mobil atau bisa disebut sebagai kerangka di mana semua komponen mesin akan bekerja. Pada komponen ini, ada beberapa ruang silinder tempat piston akan bergerak naik turun. Gerakan piston ini yang menghasilkan tenaga untuk menggerakkan mobil.

Blok mesin terbuat dari bahan logam kuat seperti aluminium atau besi tuang karena harus menahan tekanan dan suhu yang sangat tinggi. Apabila blok mesin mengalami kerusakan seperti aus dan retak, maka biaya pengelolaan sparepart mobil bisa sangat mahal.

2. Kepala Silinder

Komponen ini terdapat pada bagian atas blok mesin dan menutup ruang silinder. Pada kepala silinder ada beberapa komponen yang sangat penting meliputi katup buang (exhaust valve), katup masuk (intake valve), injektor, dan busi.

Fungsi dari kepala silinder adalah bisa mengatur proses masuknya udara serta bahan bakar. Selain itu, komponen ini juga tempat keluarnya gas sisa pembakaran. Biasanya, pada kepala silinder terjadi masalah gasket head yang bocor. Apabila ini terjadi, maka mobil akan mengalami overheat, oli bercampur dengan air radiator, dan imbasnya adalah tenaga akan menurun.

3. Piston

Piston merupakan komponen yang berbentuk silinder dan gerakannya naik turun. Gerakan ini disebabkan karena adanya tekanan dari hasil pembakaran. Fungsi utama komponen ini adalah mendorong poros engkol supaya mesin dapat berputar serta mengubah energi pembakaran jadi gerakan mekanis.

Piston dilengkapi dengan ring piston yang berfungsi untuk mencegah oli masuk pada ruang pembakaran dan menjaga kompresi mesin. Apabila ring piston aus, maka konsumsi oli akan meningkat, asap knalpot bisa berwarna biru atau putih, serta tenaga mesinnya jadi berkurang.Blok Silinder, sumber : supercar.id

4. Noken As atau Camshaft

Camshaft memiliki fungsi untuk mengatur waktu bagi katup mesin untuk membuka dan menutup. Artinya, camshaft lah yang menentukan kapan udara maupun bahan bakar untuk masuk ke dalam mesin. Selain itu, komponen ini juga menentukan kapan gas sisa pembakaran harus keluar.

Kerja dari komponen ini harus sangat presisi. Apabila timingnya meleset, maka performa mesin akan menurun sangat drastis. Pada mobil modern, sistem ini akan dikontrol oleh timing chain atau timing belt.

5. Fuel System atau Sistem Bahan Bakar

Dalam mobil, ada rangkaian komponen yang memiliki tugas untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki ke ruang pembakaran. Komponen utama pada sistem ini meliputi filter bahan bakar, tangki bahan bakar, pompa bahan bakar, dan injektor.

Sedangkan pada mobil modern, injektor memiliki fungsi untuk menyemprotkan bahan bakar secara presisi pada ruang pembakaran sehingga prosesnya lebih efisien. Apabila injektor mengalami kotor ataupun tersumbat, biasanya akan muncul gejala seperti konsumsi bahan bakar menjadi boros, mesin jadi tersendat, serta tenaga mobil jadi berkurang.

6. Poros Engkol (Crankshaft)

Komponen yang satu ini dapat mengubah gerakan naik turun pada piston jadi gerakan berputar. Gerakan ini akan diteruskan pada transmisi yang akhirnya akan menggerakkan roda mobil. Tanpa adanya poros engkol, maka energi pembakaran tidak dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan kendaraan.

Komponen akan menahan beban putaran yang besar, sehingga crankshaft harus mendapat pelumasan yang baik dari oli mesin. Jika kekurangan oli, maka komponen ini akan mudah aus dan rusak.

Bagian Mesin Mobil, sumber : Mechanical Engineering

7. Timing Belt atau Timing Chain

Komponen yang bertugas untuk menghubungkan crankshaft dengan camshaft adalah timing belt. Tanpa adanya timing belt, maka kedua komponen tersebut tidak akan bekerja secara sinkron. 

Apabila timing belt putus ketika mesin sedang bekerja, maka kerusakannya akan sangat serius karena piston akan menabrak katup mesin. Maka dari itu, timing belt harus diganti secara berkala setiap 60 ribu sampai 100 ribu km.

8. Cooling System atau Sistem Pendingin

Suhu pada mesin mobil sangat tinggi, sehingga dibutuhkan sistem pendingin supaya tidak mengalami overheat. Pada cooling system, ada beberapa komponen utama seperti water pump, air radiator, radiator, thermostat, dan kipas radiator.

Sistem ini berfungsi untuk menjaga suhu dalam mesin selalu stabil. Untuk menjaga keawetan dari cooling system, maka coolant tidak boleh diganti dengan air biasa.

Meskipun mesin mobil terlihat rumit, tetapi beberapa komponen utama harus bisa dipahami. Selain mengetahui peran penting dan fungsinya untuk menggerakkan kendaraan, Anda juga tidak bergantung sepenuhnya pada penjelasan bengkel. 

Dengan mengetahui pengetahuan dasar ini, maka Anda akan lebih percaya diri ketika membicarakan kondisi mobil serta tidak mudah dibohongi ketika melakukan perbaikan.

Jika Anda ingin mendalami seluk beluk mesin mobil, maka bisa mengikuti kursus otomotif di SpeedPlus Otomotif. Kursus ini juga penting dijalankan oleh orang yang akan membuka bengkel atau berkecimpung di industri otomotif.

Untuk itu, segera hubungi SpeedPlus Otomotif dengan klik ikon WhatsApp di pojok kanan bawah laman ini!