7 Jenis Pengeluaran Rutin Bisnis Bengkel Mobil yang Wajib Diperhatikan!

Pengeluaran rutin bisnis bengkel, Sumber: pexels.com

7 Jenis Pengeluaran Rutin Bisnis Bengkel Mobil yang Wajib Diperhatikan!

Membangun dan mengelola bisnis bengkel mobil bukan hanya soal keahlian teknis dalam memperbaiki kendaraan. Tapi juga tentang manajemen finansial yang cermat. Salah satu aspek yang tak luput dari perhatian adalah pengelolaan pengeluaran rutin bisnis bengkel.

Tanpa pemahaman yang baik tentang pos-pos biaya ini keuntungan yang didapat bisa saja terkikis habis, bahkan berpotensi menyebabkan kerugian. Setiap hari terdapat berbagai biaya operasional yang harus dipenuhi agar bengkel bisa berjalan lancar.

Mulai dari pembelian suku cadang, gaji karyawan, hingga tagihan listrik bulanan. Pengeluaran-pengeluaran ini jika tidak dicatat dan dikendalikan dengan baik bisa menjadi beban yang memberatkan arus kas bisnis. Jadi penting bagi setiap pemilik bengkel untuk mengenali dan memahami setiap jenis pengeluaran rutin yang ada.


Mengenal berbagai jenis pengeluaran rutin bisnis bengkel, Sumber: pexels.com

Mengenal berbagai jenis pengeluaran rutin bisnis bengkel, Sumber: pexels.com

7 Jenis Pengeluaran Rutin Bisnis Bengkel Mobil

Pengelolaan bengkel mobil butuh perhatian khusus terhadap berbagai jenis pengeluaran. Pengeluaran rutin jika tidak dikelola dengan baik dapat menggerogoti keuntungan dan menghambat pertumbuhan bisnis. Ini dia beberapa jenis pengeluaran rutin yang wajib Anda perhatikan untuk meningkatkan keuntungan bengkel mobil.

1. Gaji dan Upah Karyawan

Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika gaji dan upah adalah pos pengeluaran terbesar yang paling krusial dalam bisnis bengkel. Biaya ini tidak hanya mencakup gaji pokok para mekanik, namun juga bonus, intensif, dan tunjangan lainnya.

Selain itu jika Anda memiliki karyawan non teknis seperti staf administrasi atau kasir, gaji mereka juga harus diperhitungkan. Pengelolaan gaji yang baik akan memastikan karyawan merasa dihargai dan termotivasi.

Secara tidak langsung hal ini akan meningkatkan kualitas kerja dan produktivitas bengkel. Jadi pastikan Anda memiliki sistem penggajian yang transparan dan tepat waktu. Pertimbangkan juga untuk memberikan tunjangan hari raya atau bonus jika kinerja bengkel mencapai target tertentu.

2. Pembelian Perlengkapan dan Suku Cadang 

Bengkel mobil sangat bergantung pada ketersediaan suku cadang dan perlengkapan. Pengeluaran rutin bengkel ini mencakup pembelian oli, busi, filter, kampas rem, ban, dan berbagai komponen lainnya yang dibutuhkan untuk perbaikan.

Selain itu biaya ini juga termasuk pembelian alat-alat kerja seperti kunci pas, obeng, dongkrak, dan peralatan diagnostik. Manajemen inventaris yang efisien terbilang cukup penting untuk membantu mengontrol pengeluaran ini.

Pastikan Anda memiliki data yang akurat tentang suku cadang yang paling sering dibutuhkan. Usahakan untuk selalu menjaga hubungan baik dengan pemasok agar bisa mendapatkan harga terbaik. Dengan begitu Anda bisa menghindari kerugian akibat stok yang berlebihan atau kesulitan mendapatkan suku cadang saat dibutuhkan.

3. Biaya Sewa Tempat Usaha atau Utilitas

Jika Anda tidak memiliki lahan sendiri biaya sewa tempat akan menjadi pengeluaran yang cukup signifikan. Jadi pastikan Anda memiliki perjanjian sewa yang jelas dan mengalokasikan dana khusus untuk biaya ini setiap bulannya. Selain sewa biaya utilitas seperti listrik, air, dan internet juga harus diperhitungkan.

Listrik khususnya bisa menjadi biaya yang paling besar di bengkel karena penggunaan alat-alat berat dan pencahayaan. Menghemat energi dengan menggunakan lampu LED atau mematikan alat yang tidak digunakan bisa membantu mengurangi pengeluaran ini.


Memberikan gaji dan upah karyawan, Sumber: pexels.com

Memberikan gaji dan upah karyawan, Sumber: pexels.com

4. Biaya Pemasaran Promosi

Untuk menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama bengkel juga membutuhkan promosi dan pemasaran secara rutin. Pengeluaran ini mencakup biaya pembuatan brosur iklan di media sosial promosi online Google Ads atau spanduk.

Meski terlihat sebagai pengeluaran namun biaya promosi adalah investasi penting untuk pertumbuhan dan peluang usaha bengkel mobil. Tentukan anggaran yang jelas untuk pemasaran dan Pantau efektivitasnya. Mulai dengan strategi pemasaran digital yang hemat biaya seperti mengoptimalkan profil Google My Business dan aktif di media sosial.

5. Biaya Izin Usaha dan Pajak

Setiap bisnis termasuk bengkel mobil juga memiliki kewajiban untuk membayar pajak dan pengurus perizinan. Pengeluaran ini mencakup pajak penghasilan, pajak daerah, dan biaya perpanjang izin usaha. Mengabaikan pos pengeluaran rutin bisnis bengkel ini bisa berakibat denda besar dan masalah hukum.

Jadi pastikan Anda mematuhi semua peraturan yang berlaku dan memiliki catatan keuangan yang baik. Konsultasikan dengan akuntan atau konsultan pajak untuk membantu Anda mengelola pengeluaran ini dengan lebih baik dan menghindari kesalahan yang merugikan.

6. Biaya Asuransi

Tentu Anda setuju bukan jika melindungi aset bisnis adalah salah satu hal yang cukup krusial. Oleh sebab itu biaya asuransi juga termasuk salah satu pos pengeluaran rutin bisnis bengkel yang perlu diperhatikan.

Biaya asuransi ini mencangkup asuransi properti untuk melindungi bengkel dari kebakaran atau bencana alam hingga asuransi kewajiban untuk melindungi dari klaim yang mungkin diajukan oleh pelanggan.

Meski tidak semua bengkel memiliki asuransi namun biaya ini adalah pengeluaran yang sangat disarankan untuk mengurangi resiko finansial yang tak terduga. Asuransi dapat memberikan perlindungan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran atau kecelakaan kerja.

Mengeluarkan biaya untuk sewa tempat, Sumber: pexels.com

Mengeluarkan biaya untuk sewa tempat, Sumber: pexels.com

7. Biaya Perawatan Peralatan dan Fasilitas Bengkel 

Alat-alat di bengkel merupakan salah satu investasi utama. Untuk menjaga agar semuanya berfungsi dengan baik dan menghindari kerusakan mendadak, Anda perlu mengalokasikan dana untuk perawatan rutin ini. Baik itu alat diagnostik pelumas mesin dan perbaikan kecil pada fasilitas bengkel.

Perawatan rutin jauh lebih murah dibanding harus mengganti alat yang rusak sepenuhnya. Dengan menjaga kondisi alat dan fasilitas, Anda juga akan memastikan kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan tetap konsisten.

Mengelola pengeluaran rutin bisnis bengkel adalah pondasi utama untuk mencapai keberhasilan finansial dalam jangka panjang. Agar bisa mengelola bisnis bengkel dengan lebih baik dan memahami setiap seluk-beluknya mengikuti kursus otomotif adalah salah satu langkah terbaik. 

SpeedPlus Otomotif menyediakan berbagai pelatihan yang bisa membantu Anda tidak hanya dari sisi teknis tapi juga manajemen bisnis. Jadi Anda bisa membuat keputusan yang jauh lebih cerdas dan menjaga bisnis bengkel mobil tetap kompetitif di tengah persaingan pasar.